News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Jakarta
Usai Turun Tajam, Bursa Asia Stabil
Kamis,2013-08-29,15:46:40

Seorang pria melintas di papan iklan Tokyo Stock Exchange. | (REUTERS/Toru Hanai )
(IANnews.id) (IANNnews) Jakarta - Indeks saham utama Asia berbalik arah menguat (rebound) dan bergerak stabil pada perdagangan Kamis 29 Agustus 2013, setelah dua hari terakhir turun tajam.
Meredanya kekhawatiran investor akan serangan militer yang dipimpin pasukan Amerika Serikat ke Suriah, seperti dikutip dari Reuters, dan penguatan harga minyak yang mereda dari level puncak enam bulan terakhir menjadi pemicunya.
Namun, keuntungan pemodal di saham cenderung terbatas. Sebab, sebagian pelaku pasar masih fokus pada rencana serangan udara multinasional di Suriah yang bisa bertahan selama berhari-hari.
Harga minyak mentah Brent turun 0,7 persen di bawah level US$116 per barel, setelah naik 2,6 persen ke posisi tertinggi enam bulan terakhir pada Rabu. Pelaku pasar saat ini khawatir adanya serangan militer Barat yang bisa mendorong pembalasan, dan mengganggu pasokan minyak mentah di kawasan Timur Tengah.
"Rebound Wall Street akan memberikan dorongan yang cukup ke pasar untuk mendapatkan kembali sejumlah keuntungan dari kerugian pada sesi sebelumnya," kata analis Dongbu Securities, Lee Eun-taek .
Bursa saham AS rebound Kamis dini hari WIB, karena pergerakan positif saham-saham energi yang dipicu harga minyak yang sempat menembus level tertingginya. Selengkapnya, buka tautan ini.
Kondisi tersebut membantu menenangkan bursa saham di Asia. Indeks saham acuan Asia Pasifik di luar Jepang, MSCI, naik 0,1 persen setelah jatuh 2,2 persen dalam dua sesi sebelumnya .
Indeks saham utama Jepang, Nikkei 225, juga mengawali perdagangan hari ini dengan penguatan 0,5 persen.
Meredanya kekhawatiran investor akan serangan militer yang dipimpin pasukan Amerika Serikat ke Suriah, seperti dikutip dari Reuters, dan penguatan harga minyak yang mereda dari level puncak enam bulan terakhir menjadi pemicunya.
Namun, keuntungan pemodal di saham cenderung terbatas. Sebab, sebagian pelaku pasar masih fokus pada rencana serangan udara multinasional di Suriah yang bisa bertahan selama berhari-hari.
Harga minyak mentah Brent turun 0,7 persen di bawah level US$116 per barel, setelah naik 2,6 persen ke posisi tertinggi enam bulan terakhir pada Rabu. Pelaku pasar saat ini khawatir adanya serangan militer Barat yang bisa mendorong pembalasan, dan mengganggu pasokan minyak mentah di kawasan Timur Tengah.
"Rebound Wall Street akan memberikan dorongan yang cukup ke pasar untuk mendapatkan kembali sejumlah keuntungan dari kerugian pada sesi sebelumnya," kata analis Dongbu Securities, Lee Eun-taek .
Bursa saham AS rebound Kamis dini hari WIB, karena pergerakan positif saham-saham energi yang dipicu harga minyak yang sempat menembus level tertingginya. Selengkapnya, buka tautan ini.
Kondisi tersebut membantu menenangkan bursa saham di Asia. Indeks saham acuan Asia Pasifik di luar Jepang, MSCI, naik 0,1 persen setelah jatuh 2,2 persen dalam dua sesi sebelumnya .
Indeks saham utama Jepang, Nikkei 225, juga mengawali perdagangan hari ini dengan penguatan 0,5 persen.
- 1Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur doa bersama jelang UN
- 2Festival "kue bulan" hadir di Jakarta
- 3BI: masyarakat jangan panik berlebihan terhadap pelemahan rupiah
- 4Pemprov DKI suntik modal Jakpro Rp7,7 triliun
- 5PT MRT: mesin bor terowongan tiba di Jakarta
- 6Sys NS sarankan SBY berkiprah di tingkat internasional





