News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Jakarta
Militer AS Siap Aksi di Suriah, Wall Street Melemah
Kamis,2013-08-29,15:19:50

Para pialang sedang berbincang di Bursa Efek New York. | (REUTERS/Lucas Jackson)
(IANnews.id) (IANNnews) Jakarta - Saham di Wall Street ditutup melemah pada penutupan bursa Selasa 27 Agustus 2013, waktu Amerika Serikat. Dow Jones jatuh ke level terendah dalam kurun dua bulan terakhir karena kekhawatiran yang meningkat atas potensi aksi militer AS terhadap Suriah.
Seperti diberitakan CNBC, Rabu 28 Agustus 2013, Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel, menyatakan bahwa militer AS telah siap jika Presiden Barack Obama memerintahkan tindakan atas serangan senjata kimia di Suriah.
Akibatnya, Indeks Dow Jones dan S&P 500 berada di jalur penurunan terbesar sejak Mei 2012. Seluruh saham sektor kunci S&P ditutup di zona merah, diseret oleh saham teknologi dan keuangan.
Dow Jones turun 170,33 poin atau 1,14 persen sehingga berakhir di level 14.776,13. Penurunan Dow diseret oleh saham Bank of America dan Microsoft. Indeks blue chips ini membukukan penurunan untuk ke-13 kalinnya di bulan Agustus.
Sementara, indeks S&P 500 turun 26,30 poin atau 1,59 persen sehingga berakhir di level 1.630,48. Sedangkan indeks Nasdaq merosot 79,05 poin atau 2,16 persen ditutup pada level 3.578,52.
Art Cashin, analis dari UBS Financial Services, menyatakan bahwa kekhawatiran atas situasi di Suriah merupakan "variabel " yang terbuka lebar untu kenaikan harga minyak.
"Saya tahu beberapa orang yang menolak sebagai alasan untuk pasar yang sedang turun, tapi saya pikir jika Anda melihat hal-hal seperti spread antara Brent dan West Texas mulai menyebar, yang memberitahu Anda ada beberapa kekhawatiran yang nyata ," kata Cashin.
Seperti diberitakan CNBC, Rabu 28 Agustus 2013, Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel, menyatakan bahwa militer AS telah siap jika Presiden Barack Obama memerintahkan tindakan atas serangan senjata kimia di Suriah.
Akibatnya, Indeks Dow Jones dan S&P 500 berada di jalur penurunan terbesar sejak Mei 2012. Seluruh saham sektor kunci S&P ditutup di zona merah, diseret oleh saham teknologi dan keuangan.
Dow Jones turun 170,33 poin atau 1,14 persen sehingga berakhir di level 14.776,13. Penurunan Dow diseret oleh saham Bank of America dan Microsoft. Indeks blue chips ini membukukan penurunan untuk ke-13 kalinnya di bulan Agustus.
Sementara, indeks S&P 500 turun 26,30 poin atau 1,59 persen sehingga berakhir di level 1.630,48. Sedangkan indeks Nasdaq merosot 79,05 poin atau 2,16 persen ditutup pada level 3.578,52.
Art Cashin, analis dari UBS Financial Services, menyatakan bahwa kekhawatiran atas situasi di Suriah merupakan "variabel " yang terbuka lebar untu kenaikan harga minyak.
"Saya tahu beberapa orang yang menolak sebagai alasan untuk pasar yang sedang turun, tapi saya pikir jika Anda melihat hal-hal seperti spread antara Brent dan West Texas mulai menyebar, yang memberitahu Anda ada beberapa kekhawatiran yang nyata ," kata Cashin.
- 1Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur doa bersama jelang UN
- 2Festival "kue bulan" hadir di Jakarta
- 3BI: masyarakat jangan panik berlebihan terhadap pelemahan rupiah
- 4Pemprov DKI suntik modal Jakpro Rp7,7 triliun
- 5PT MRT: mesin bor terowongan tiba di Jakarta
- 6Sys NS sarankan SBY berkiprah di tingkat internasional





