News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

Abraham samad (kanan)
(IANnews.id) (IANNnews) Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad membuka peluang untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres).
"Jadi ketua KPK, jadi capres dan wapres adalah takdir Tuhan, sebagai manusia biasa, manusia tidak bisa mengatur dan menolak takdir," kata Abraham melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Senin.
Abraham sebelumnya masuk dalam bursa cawapres pendamping Prabowo Subianto seperti yang disampaikan oleh Koordinator Prabowo Media Center Budi Purnomo Karjodihardjo.
"Yang jelas di mana pun kita berada, agenda pemberantasan korupsi harus menjadi agenda yang utama dan terus harus dilakukan," tambah Abraham.
Hal ini sejalan dengan penilaian Prabowo yang menganggap Abraham sebagai figur yang tepat karena pria asal Makassar itu terbukti memiliki kualitas dan kapabilitas dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.
Namun Abraham mengaku tidak berambisi menjadi orang nomor satu atau orang nomor dua di Indonesia. "Yang jelas saya tidak berambisi menjadi capres atau cawapres, biarlah takdir Tuhan yang menentukan," tutur Abraham.
Hingga saat ini sejumlah partai sudah menyampaikan secara resmi capres yang diusung misalnya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Prabowo Subianto dari Partai Gerindra, Aburizal Bakrie dari Partai Golkar serta pasangan Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo dari Partai Hanura.
UU Pemilu Presiden-Wapres menetapkan aturan bahwa pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memenuhi 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara sah nasional pada pemilu DPR.
"Jadi ketua KPK, jadi capres dan wapres adalah takdir Tuhan, sebagai manusia biasa, manusia tidak bisa mengatur dan menolak takdir," kata Abraham melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Senin.
Abraham sebelumnya masuk dalam bursa cawapres pendamping Prabowo Subianto seperti yang disampaikan oleh Koordinator Prabowo Media Center Budi Purnomo Karjodihardjo.
"Yang jelas di mana pun kita berada, agenda pemberantasan korupsi harus menjadi agenda yang utama dan terus harus dilakukan," tambah Abraham.
Hal ini sejalan dengan penilaian Prabowo yang menganggap Abraham sebagai figur yang tepat karena pria asal Makassar itu terbukti memiliki kualitas dan kapabilitas dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.
Namun Abraham mengaku tidak berambisi menjadi orang nomor satu atau orang nomor dua di Indonesia. "Yang jelas saya tidak berambisi menjadi capres atau cawapres, biarlah takdir Tuhan yang menentukan," tutur Abraham.
Hingga saat ini sejumlah partai sudah menyampaikan secara resmi capres yang diusung misalnya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Prabowo Subianto dari Partai Gerindra, Aburizal Bakrie dari Partai Golkar serta pasangan Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo dari Partai Hanura.
UU Pemilu Presiden-Wapres menetapkan aturan bahwa pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memenuhi 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara sah nasional pada pemilu DPR.
- 1Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur doa bersama jelang UN
- 2Festival "kue bulan" hadir di Jakarta
- 3BI: masyarakat jangan panik berlebihan terhadap pelemahan rupiah
- 4Pemprov DKI suntik modal Jakpro Rp7,7 triliun
- 5PT MRT: mesin bor terowongan tiba di Jakarta
- 6Sys NS sarankan SBY berkiprah di tingkat internasional





