News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Jakarta
PT KAI Akan Bangun Tempat Parkir Motor Bertingkat di Stasiun Ini
Kamis,2013-08-29,15:01:58

Direktur Utama PT KAI, Ignasius Jonan. | (Antara/ Rosa Panggabean)
(IANnews.id) (IANNnews) Jakarta - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Ignasius Jonan, Selasa 27 Agustus 2013, menyatakan perseroan akan meningkatkan kapasitas area parkir bagi sepeda motor di sejumlah stasiun besar.
"Kami akan membangun parkir motor bertingkat di stasiun-stasiun besar yang ada di jaringan commuter line," ujar Jonan di Jakarta.
Stasiun-stasiun besar yang dimaksud adalah stasiun yang banyak menampung kegiatan naik turun penumpang, antara lain Stasiun Bekasi, Stasiun Depok Baru, Stasiun Tanggerang, dan Stasiun Serpong.
Peningkatan area parkir motor, menurut Jonan, demi mengantisipasi kenaikan penumpang kereta commuter. Kereta commuter ditengarai merupakan sarana transportasi massal yang akan semakin diminati warga masyarakat dalam menunjang aktivitas kesehariannya. Maka diperkirakan makin banyak warga yang menitipkan kendaraannya dan menggunakan kereta.
Pembangunan area parkir motor bertingkat ini, menurut Jonan, lebih memungkinkan ketimbang memperluas lahan parkir. Sebab, selain masalah pembebasan lahan yang potensial menjadi hambatan, jumlah penumpang pun diperkirakan akan tumbuh dengan pesat.
Jonan menjelaskan, pada tahun 2.000 penumpang kereta hanya sekitar 200 ribu orang per hari. Pada 2005, jumlah penumpang per hari naik menjadi 300 ribu orang. Saat ini, menurut Jonan, pengguna commuter line telah mencapai 600 ribu orang per hari.
Jonan tidak menjelaskan lebih rinci mengenai nilai investasi yang disediakan perusahaan pelat merah ini untuk mengembangkan parkiran bertingkat tersebut.
Mengenai penambahan armada, Jonan menyatakan, perseroan siap melakukan pembelian gerbong sebanyak 200 unit hingga akhir tahun ini.
"Kami merencanakannya seperti itu, tapi kami belum tahu yang terealisasi berapa dan berapa jumlah yang akan disetujui oleh Kementerian Perhubungan," kata Jonan.
"Kami akan membangun parkir motor bertingkat di stasiun-stasiun besar yang ada di jaringan commuter line," ujar Jonan di Jakarta.
Stasiun-stasiun besar yang dimaksud adalah stasiun yang banyak menampung kegiatan naik turun penumpang, antara lain Stasiun Bekasi, Stasiun Depok Baru, Stasiun Tanggerang, dan Stasiun Serpong.
Peningkatan area parkir motor, menurut Jonan, demi mengantisipasi kenaikan penumpang kereta commuter. Kereta commuter ditengarai merupakan sarana transportasi massal yang akan semakin diminati warga masyarakat dalam menunjang aktivitas kesehariannya. Maka diperkirakan makin banyak warga yang menitipkan kendaraannya dan menggunakan kereta.
Pembangunan area parkir motor bertingkat ini, menurut Jonan, lebih memungkinkan ketimbang memperluas lahan parkir. Sebab, selain masalah pembebasan lahan yang potensial menjadi hambatan, jumlah penumpang pun diperkirakan akan tumbuh dengan pesat.
Jonan menjelaskan, pada tahun 2.000 penumpang kereta hanya sekitar 200 ribu orang per hari. Pada 2005, jumlah penumpang per hari naik menjadi 300 ribu orang. Saat ini, menurut Jonan, pengguna commuter line telah mencapai 600 ribu orang per hari.
Jonan tidak menjelaskan lebih rinci mengenai nilai investasi yang disediakan perusahaan pelat merah ini untuk mengembangkan parkiran bertingkat tersebut.
Mengenai penambahan armada, Jonan menyatakan, perseroan siap melakukan pembelian gerbong sebanyak 200 unit hingga akhir tahun ini.
"Kami merencanakannya seperti itu, tapi kami belum tahu yang terealisasi berapa dan berapa jumlah yang akan disetujui oleh Kementerian Perhubungan," kata Jonan.
- 1Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur doa bersama jelang UN
- 2Festival "kue bulan" hadir di Jakarta
- 3BI: masyarakat jangan panik berlebihan terhadap pelemahan rupiah
- 4Pemprov DKI suntik modal Jakpro Rp7,7 triliun
- 5PT MRT: mesin bor terowongan tiba di Jakarta
- 6Sys NS sarankan SBY berkiprah di tingkat internasional





