News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Jakarta
Harga Minyak Dorong Wall Street Rebound
Kamis,2013-08-29,15:44:11

Pialang sedang melakukan aktivitas transaksi di Bursa Efek New York. | (REUTERS/Brendan McDermid )
(IANnews.id) (IANNnews) Jakarta - Pasar saham di bursa Amerika Serikat, Wall Street berbalik arah menguat atau rebound pada penutupan perdagangan Rabu waktu New York, atau Kamis dini hari waktu Indonesia barat.
Naik tajamnya saham industri energi, seperti dikutip dari laman Washington Post, Kamis 29 Agustus 2013, karena harga minyak menembus ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun terakhir (US$110 per barel) disinyalir menjadi pemicunya.
Namun, investor masih fokus pada kemungkinan serangan AS ke pemerintahan Suriah. Ketegangan di Timur Tengah tersebut, yang mendorong harga minyak menguat.
Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir naik 48,38 poin atau 0,3 persen pada posisi 14.824,51 dari transaksi sebelumnya yang melemah akibat adanya rencana aksi militer AS di Suriah.
Indeks Standard & Poor 500 ditutup menguat 4,48 poin atau 0,3 persen ke level 1.634,96 dan Nasdaq Composite Index naik 14,83 poin atau 0,4 persen menjadi 3.593,35.
Untuk pekan ini, indeks Dow Jones tercatat turun 186 poin atau 1,2 persen. Indeks S & P 500 melemah 28,54 poin atau 1,7 persen. Sedangkan Nasdaq, kehilangan 64,44 poin atau 1,8 persen.
Sementara itu, untuk periode 31 Desember 2012 hingga 28 Agustus 2013, Dow Jones membukukan kenaikan sebanyak 1.720,37 poin atau 13 persen. Indeks S & P 500 menguat 208,77 poin atau 14,6 persen dan Nasdaq naik 573,84 poin atau 19 persen.
Naik tajamnya saham industri energi, seperti dikutip dari laman Washington Post, Kamis 29 Agustus 2013, karena harga minyak menembus ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun terakhir (US$110 per barel) disinyalir menjadi pemicunya.
Namun, investor masih fokus pada kemungkinan serangan AS ke pemerintahan Suriah. Ketegangan di Timur Tengah tersebut, yang mendorong harga minyak menguat.
Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir naik 48,38 poin atau 0,3 persen pada posisi 14.824,51 dari transaksi sebelumnya yang melemah akibat adanya rencana aksi militer AS di Suriah.
Indeks Standard & Poor 500 ditutup menguat 4,48 poin atau 0,3 persen ke level 1.634,96 dan Nasdaq Composite Index naik 14,83 poin atau 0,4 persen menjadi 3.593,35.
Untuk pekan ini, indeks Dow Jones tercatat turun 186 poin atau 1,2 persen. Indeks S & P 500 melemah 28,54 poin atau 1,7 persen. Sedangkan Nasdaq, kehilangan 64,44 poin atau 1,8 persen.
Sementara itu, untuk periode 31 Desember 2012 hingga 28 Agustus 2013, Dow Jones membukukan kenaikan sebanyak 1.720,37 poin atau 13 persen. Indeks S & P 500 menguat 208,77 poin atau 14,6 persen dan Nasdaq naik 573,84 poin atau 19 persen.
- 1Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur doa bersama jelang UN
- 2Festival "kue bulan" hadir di Jakarta
- 3BI: masyarakat jangan panik berlebihan terhadap pelemahan rupiah
- 4Pemprov DKI suntik modal Jakpro Rp7,7 triliun
- 5PT MRT: mesin bor terowongan tiba di Jakarta
- 6Sys NS sarankan SBY berkiprah di tingkat internasional





