News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Jagad internet memberikan kemudahan untuk mencari segala macam informasi, mulai dari yang positif hingga negatif. Terkadang, antara yang positif dan negatif tercampur baur dalam satu kata kunci pencarian, tanpa tersaring.
Hal ini menyulitkan beberapa orang, terutama mereka yang ingin belajar ilmu agama Islam melalui internet. Namun, banyak pengguna internet yang tidak tahu bahwa telah ada mesin pencari khusus ilmu Islami, yaitu Yufid.com.
Di situs ini, para pencari bisa mengetikkan apa yang mereka cari. Seperti Google, pengguna akan dihantarkan ke beberapa alamat situs sesuai dengan kata kunci yang mereka ketik.
Bedanya, situs-situs yang dihadirkan adalah situs Islam yang telah melalui penyaringan oleh tim Yufid.com. Hal ini jelas memudahkan dan mempersingkat waktu pencarian bagi para pengguna.
Menggunakan sistem pencari Google Custom Search, Yufid.com menampilkan ratusan situs pengajaran Islam. Salah satu pendiri dan pemimpin tim Yufid.com, Hendri Syahrial, kepada VIVAnews Minggu 3 Februari 2013, mengatakan bahwa ada sekitar 200 situs Islami dalam database Yufid.com.
""Selama ini filtering konten dilakukan secara manual, satu persatu website yang di-submit oleh user diperiksa oleh tim Yufid berdasarkan kriteria-kriteria yang kita tetapkan,"" kata Hendri.
Semangat Berbagi
Hendri menjelaskan, kata ""Yufid"" terinspirasi dari kata kerja Bahasa Arab ""Yufiidu"" yang berarti ""memberikan faidah atau manfaat"". Latar belakang pembentukan tim kreatif Yufid, kata dia, adalah kecintaan terhadap dunia pendidikan, khususnya dunia pendidikan Islam.
""Faktor pendorong lainnya adalah semangat berbagi, saya lihat belum ada lembaga atau wadah untuk pendidikan Islam yang benar-benar gratis dan mudah diakses oleh semua kalangan. Salah satu inspirasi saya adalah Khan Academy yang digagas oleh Salman Khan,"" ujar Hendri.
Dimulai pada November 2009 dan beroperasi pada awal 2010, Yufid berkembang dari mulut-ke-mulut tanpa promosi. Setiap harinya, pengunjung mesin pencari ini bervariasi antara 1.300 hingga 1.500 orang. Sebanyak 63 persen di antaranya adalah loyal visitor.
Selain membuka situs pencari, tim Yufid juga punya beberapa situs andalan pembelajaran Islam lainnya. Di antaranya adalah KonsultasiSyariah.com, Kajian.net, KhotbahJumat.com, KisahMuslim.com, CaraSholat.com, WhatisQuran.com, Syaria.com, dan Yufid.tv.
""KonsultasiSyariah.com memiliki visitor mencapai 16 ribu per-hari, yang sebagian besar pengunjungnya berasal dari mesin pencari Google,"" kata Hendri.
Hendri mengatakan, Project Yufid hampir seluruhnya adalah non-profit. Untuk pembiayaan, ujarnya, selama ini dari penjualan mobile apps dan iklan di website, serta donasi dari para dermawan.
""Visi kami adalah tersebarluasnya dakwah Islam yang sesuai dengan pemahaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Dan setiap orang mengetahui hakikat ajaran Islam yang sebenarnya, dan mengubah paradigma dan stigma negatif tentang Islam,"" ujar Hendri."
Hal ini menyulitkan beberapa orang, terutama mereka yang ingin belajar ilmu agama Islam melalui internet. Namun, banyak pengguna internet yang tidak tahu bahwa telah ada mesin pencari khusus ilmu Islami, yaitu Yufid.com.
Di situs ini, para pencari bisa mengetikkan apa yang mereka cari. Seperti Google, pengguna akan dihantarkan ke beberapa alamat situs sesuai dengan kata kunci yang mereka ketik.
Bedanya, situs-situs yang dihadirkan adalah situs Islam yang telah melalui penyaringan oleh tim Yufid.com. Hal ini jelas memudahkan dan mempersingkat waktu pencarian bagi para pengguna.
Menggunakan sistem pencari Google Custom Search, Yufid.com menampilkan ratusan situs pengajaran Islam. Salah satu pendiri dan pemimpin tim Yufid.com, Hendri Syahrial, kepada VIVAnews Minggu 3 Februari 2013, mengatakan bahwa ada sekitar 200 situs Islami dalam database Yufid.com.
""Selama ini filtering konten dilakukan secara manual, satu persatu website yang di-submit oleh user diperiksa oleh tim Yufid berdasarkan kriteria-kriteria yang kita tetapkan,"" kata Hendri.
Semangat Berbagi
Hendri menjelaskan, kata ""Yufid"" terinspirasi dari kata kerja Bahasa Arab ""Yufiidu"" yang berarti ""memberikan faidah atau manfaat"". Latar belakang pembentukan tim kreatif Yufid, kata dia, adalah kecintaan terhadap dunia pendidikan, khususnya dunia pendidikan Islam.
""Faktor pendorong lainnya adalah semangat berbagi, saya lihat belum ada lembaga atau wadah untuk pendidikan Islam yang benar-benar gratis dan mudah diakses oleh semua kalangan. Salah satu inspirasi saya adalah Khan Academy yang digagas oleh Salman Khan,"" ujar Hendri.
Dimulai pada November 2009 dan beroperasi pada awal 2010, Yufid berkembang dari mulut-ke-mulut tanpa promosi. Setiap harinya, pengunjung mesin pencari ini bervariasi antara 1.300 hingga 1.500 orang. Sebanyak 63 persen di antaranya adalah loyal visitor.
Selain membuka situs pencari, tim Yufid juga punya beberapa situs andalan pembelajaran Islam lainnya. Di antaranya adalah KonsultasiSyariah.com, Kajian.net, KhotbahJumat.com, KisahMuslim.com, CaraSholat.com, WhatisQuran.com, Syaria.com, dan Yufid.tv.
""KonsultasiSyariah.com memiliki visitor mencapai 16 ribu per-hari, yang sebagian besar pengunjungnya berasal dari mesin pencari Google,"" kata Hendri.
Hendri mengatakan, Project Yufid hampir seluruhnya adalah non-profit. Untuk pembiayaan, ujarnya, selama ini dari penjualan mobile apps dan iklan di website, serta donasi dari para dermawan.
""Visi kami adalah tersebarluasnya dakwah Islam yang sesuai dengan pemahaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Dan setiap orang mengetahui hakikat ajaran Islam yang sebenarnya, dan mengubah paradigma dan stigma negatif tentang Islam,"" ujar Hendri."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





