News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

(IANnews.id) "
(IANNnews) Toronto - Para lajang dapat mencari pasangan untuk menghabiskan Hari Valentine menggunakan sebuah aplikasi baru yang memungkinkan hubungan antara orang-orang yang punya ketertarikan satu sama lain.
Lewat aplikasi itu, pengguna dapat melihat foto orang yang lokasinya dekat dengan mereka. Jika tertarik, pengguna dapat menyatakan keinginan untuk berkencan dan kalau orang yang dituju juga tertarik, aplikasi otomatis akan menghubungkan mereka dalam suatu percakapan.
Namun jika pengguna hanya ""bertepuk sebelah tangan"" maka ajakan untuk berkencan mereka hanya akan terlihat sebagai ajakan anonim.
""Ini membatasi perbincangan dengan orang-orang yang membuat Anda tertarik. Jadi percakapan itu mulai dari level yang sangat dalam,"" kata Sean Rad, salah satu pendiri dan CEO Tinder, perusahaan bermarkas di Los Angeles yang mengembangkan aplikasi yang disebut Tinder.
Seperti dikutip dari Reuters, aplikasi Tinder yang kini tersedia di iPhone itu telah menjodohkan lebih dari 10 juta pasangan sejak dirilis pada September. Menurut Rad, pengguna aplikasi itu kebanyakan berusia 18 tahun sampai 30 tahun.
Aplikasi itu memajang foto pengguna yang diambil dari Facebook, pengguna yang tertarik dengan seseorang bisa melakukan notifikasi kepada yang bersangkutan secara anonim dan jika keduanya saling tertarik maka pesan-pesan bisa dikirim ke keduanya.
Selain Tinder juga ada aplikasi serupa bernama Let's Date dirilis untuk iPhone di Amerika Serikat pekan lalu. Tidak hanya menampilkan foto, aplikasi tersebut menyediakan informasi berupa minat dan hobi dari para pengguna Facebook.
""Tujuan kami adalah menciptakan aplikasi yang mirip dengan pengalaman di dunia nyata seperti pergi ke pesta atau bar dengan orang-orang yang berpotensi memenuhi syarat,"" kata Sehan Suhl, pendiri Let's Date.
""Anda seperti berada di tengah kumpulan orang dan jika ada seorang yang menarik perhatian Anda, begitu pula sebaliknya, percakapan dapat mengalir dan bisa saja seseorang mengajak Anda berkencan,"" tambah dia.
Aplikasi Let's Date hanya bisa dipakai oleh pengguna yang aktif di Facebook setidaknya selama setahun dan punya minimal 50 teman.
Meski aplikasi itu dapat membantu pengguna menemukan teman kencan secara cepat namun menemukan orang yang tepat untuk berkencan butuh waktu.
""Biasanya orang bisa mendapat pasangan malam itu juga, tapi mungkin Anda ingin menghabiskan waktu yang lebih lama untuk menemukan pasangan tepat demi menghabiskan hari Valentine,"" tambah dia.
Tinder dan Let's Date berencana merilis aplikasi mereka untuk sistem operasi Android."
Lewat aplikasi itu, pengguna dapat melihat foto orang yang lokasinya dekat dengan mereka. Jika tertarik, pengguna dapat menyatakan keinginan untuk berkencan dan kalau orang yang dituju juga tertarik, aplikasi otomatis akan menghubungkan mereka dalam suatu percakapan.
Namun jika pengguna hanya ""bertepuk sebelah tangan"" maka ajakan untuk berkencan mereka hanya akan terlihat sebagai ajakan anonim.
""Ini membatasi perbincangan dengan orang-orang yang membuat Anda tertarik. Jadi percakapan itu mulai dari level yang sangat dalam,"" kata Sean Rad, salah satu pendiri dan CEO Tinder, perusahaan bermarkas di Los Angeles yang mengembangkan aplikasi yang disebut Tinder.
Seperti dikutip dari Reuters, aplikasi Tinder yang kini tersedia di iPhone itu telah menjodohkan lebih dari 10 juta pasangan sejak dirilis pada September. Menurut Rad, pengguna aplikasi itu kebanyakan berusia 18 tahun sampai 30 tahun.
Aplikasi itu memajang foto pengguna yang diambil dari Facebook, pengguna yang tertarik dengan seseorang bisa melakukan notifikasi kepada yang bersangkutan secara anonim dan jika keduanya saling tertarik maka pesan-pesan bisa dikirim ke keduanya.
Selain Tinder juga ada aplikasi serupa bernama Let's Date dirilis untuk iPhone di Amerika Serikat pekan lalu. Tidak hanya menampilkan foto, aplikasi tersebut menyediakan informasi berupa minat dan hobi dari para pengguna Facebook.
""Tujuan kami adalah menciptakan aplikasi yang mirip dengan pengalaman di dunia nyata seperti pergi ke pesta atau bar dengan orang-orang yang berpotensi memenuhi syarat,"" kata Sehan Suhl, pendiri Let's Date.
""Anda seperti berada di tengah kumpulan orang dan jika ada seorang yang menarik perhatian Anda, begitu pula sebaliknya, percakapan dapat mengalir dan bisa saja seseorang mengajak Anda berkencan,"" tambah dia.
Aplikasi Let's Date hanya bisa dipakai oleh pengguna yang aktif di Facebook setidaknya selama setahun dan punya minimal 50 teman.
Meski aplikasi itu dapat membantu pengguna menemukan teman kencan secara cepat namun menemukan orang yang tepat untuk berkencan butuh waktu.
""Biasanya orang bisa mendapat pasangan malam itu juga, tapi mungkin Anda ingin menghabiskan waktu yang lebih lama untuk menemukan pasangan tepat demi menghabiskan hari Valentine,"" tambah dia.
Tinder dan Let's Date berencana merilis aplikasi mereka untuk sistem operasi Android."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





