News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Insiden terbakarnya baterai Lithium Ion pada pesawat Japan Airlines berjenis Boeing 787 Dreamliner pada 7 Januari silam, menyebabkan banyak maskapai mengandangkan pesawat Boeing 787 Dreamliner untuk dilakukan pemeriksaan sampai hari ini.
The Federal Aviation Administration (FAA) atau Badan Penerbangan Amerika Serikat memutuskan untuk mengandangkan semua pesawat komersial tipe tercanggih itu.
FAA mendesak agar Boeing segera menyelesaikan isu baterai sampai tuntas, sehingga lebih aman di sisi penumpang dan layak terbang.
Diberitakan Pddnet, Rabu 6 Februari 2013, pihak Boeing sudah melayangkan aplikasi untuk izin uji penerbangan kembali.
Saat ini, FAA sedang mengevaluasi permintaan Boeing tersebut untuk melakukan uji penerbangan 787 Dreamliner. Permintaan izin terbang ini diberitakan pertama kali oleh The Seattle Times.
""Tampaknya para insinyur Boeing 787 berjuang keras menyelesaikan masalah ini, dan segera meminta izin untuk uji penerbangan,"" kata Neal Dihora, Analis dari Morningstar Inc. ""Ini adalah kabar baik untuk semua pihak, termasuk para penumpang pesawat tersebut.""
Sementara itu, Suntimes melansir, jurubicara Boeing Marc Birtel mengatakan Boeing memiliki ratusan tim ahli rekayasa dan teknis, yang fokus bekerja untuk menyelesaikan masalah ini dan mengembalikan armada 787 Dreamliner kembali berstatus layak terbang.
""Kami yakin masalah baterai Lithium Ion pada Boeing 787 akan segera terselesaikan,"" kata Marc.
Boeing 787 adalah pesawat canggih pertama yang menggunakan baterai Lithium ion untuk sistem kelistrikannya. Namun, baterai tersebut rentan terhadap overheating dan harus memiliki perlindungan tambahan untuk mencegah kebakaran dari api yang dikeluarkan.
Ketika Boeing 787 Dreamliner dikandangkan secara resmi, harga saham Boeing di bursa Wall Street turun dua persen menjadi US$72,75. Begitu pula harga saham produsen aki pesawat untuk Dreamliner, GS Yuasa Corp., turun drastis di bursa. "
The Federal Aviation Administration (FAA) atau Badan Penerbangan Amerika Serikat memutuskan untuk mengandangkan semua pesawat komersial tipe tercanggih itu.
FAA mendesak agar Boeing segera menyelesaikan isu baterai sampai tuntas, sehingga lebih aman di sisi penumpang dan layak terbang.
Diberitakan Pddnet, Rabu 6 Februari 2013, pihak Boeing sudah melayangkan aplikasi untuk izin uji penerbangan kembali.
Saat ini, FAA sedang mengevaluasi permintaan Boeing tersebut untuk melakukan uji penerbangan 787 Dreamliner. Permintaan izin terbang ini diberitakan pertama kali oleh The Seattle Times.
""Tampaknya para insinyur Boeing 787 berjuang keras menyelesaikan masalah ini, dan segera meminta izin untuk uji penerbangan,"" kata Neal Dihora, Analis dari Morningstar Inc. ""Ini adalah kabar baik untuk semua pihak, termasuk para penumpang pesawat tersebut.""
Sementara itu, Suntimes melansir, jurubicara Boeing Marc Birtel mengatakan Boeing memiliki ratusan tim ahli rekayasa dan teknis, yang fokus bekerja untuk menyelesaikan masalah ini dan mengembalikan armada 787 Dreamliner kembali berstatus layak terbang.
""Kami yakin masalah baterai Lithium Ion pada Boeing 787 akan segera terselesaikan,"" kata Marc.
Boeing 787 adalah pesawat canggih pertama yang menggunakan baterai Lithium ion untuk sistem kelistrikannya. Namun, baterai tersebut rentan terhadap overheating dan harus memiliki perlindungan tambahan untuk mencegah kebakaran dari api yang dikeluarkan.
Ketika Boeing 787 Dreamliner dikandangkan secara resmi, harga saham Boeing di bursa Wall Street turun dua persen menjadi US$72,75. Begitu pula harga saham produsen aki pesawat untuk Dreamliner, GS Yuasa Corp., turun drastis di bursa. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





