News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Perkembangan industri telekomunikasi masih dihiasi dengan masa jenuh pada layanan dasar, baik itu SMS maupun suara. Kondisi ini tentu mempersulit para operator yang ingin terus mencatat pertumbuhan.
Di Indonesia, menurut catatan lembaga riset Frost and Sullivan, penetrasi ponsel seluler tumbuh lambat.
Pada tahun 2012, setiap 100 populasi, orang yang mempunyai ponsel adalah 75 orang, tapi 2013 diprediksi hanya 80 orang dari 100 populasi.
Saat ini, momentum yang bisa dikembangkan operator adalah pertumbuhan mobile Internet yang tumbuh makin pesat.
Pasalnya, lembaga riset Forst and Sullivan mencatat tarif mobile Internet semakin murah. Catatan lembaga ini menyebutkan, di tahun 2012, penggunaan layanan data mobile untuk 1 GB per bulan hanya US$10, atau setara Rp97.100.
Sedangkan, di tahun 2013, konsumsi data dengan kuota yang sama diprediksi hanya US$ 2,5 saja, alias Rp25.000.
Dev Yusmanda, Head of Consulting ICT Practise Forst and Sullivan Indonesia, menyarankan agar operator perlu memikirkan pertumbuhan mereka tetap eksponensial.
""Penggunaan data atau Internet melalui mobile meningkat melebihi konektivitas,"" ujarnya kala ditemui di sela acara Prediksi Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) Indonesia 2013, di Senayan-Jakarta, Rabu 6 Febuari 2013.
Oleh karena itu, dia menambahkan, layanan data mobile yang menawarkan nilai tambah perlahan-lahan menjadi sumber pendapatan baru yang penting bagi operator.
Di luar segmen komunikasi data, Dev mengatakan, sumber pendapatan yang bisa diraup operator, yaitu mobilisasi piranti teknologi yang mempunyai fitur seperti ponsel pintar, mobile payment, mobile e-commerce, dan mobile advertising.
""Gaya hidup masyarakat Indonesia sudah sampai di tahap mobile data,"" tuturnya.
Terlebih lagi, perangkat nirkabel diprediksi tumbuh signifikan tahun ini. Diperkirakan wireless dongle tumbuh rata-rata per tahun (CAGR) 47,5 persen, ponsel pintar hanya 16,1 persen, dan komputer tablet hanya 11,6 persen. "
Di Indonesia, menurut catatan lembaga riset Frost and Sullivan, penetrasi ponsel seluler tumbuh lambat.
Pada tahun 2012, setiap 100 populasi, orang yang mempunyai ponsel adalah 75 orang, tapi 2013 diprediksi hanya 80 orang dari 100 populasi.
Saat ini, momentum yang bisa dikembangkan operator adalah pertumbuhan mobile Internet yang tumbuh makin pesat.
Pasalnya, lembaga riset Forst and Sullivan mencatat tarif mobile Internet semakin murah. Catatan lembaga ini menyebutkan, di tahun 2012, penggunaan layanan data mobile untuk 1 GB per bulan hanya US$10, atau setara Rp97.100.
Sedangkan, di tahun 2013, konsumsi data dengan kuota yang sama diprediksi hanya US$ 2,5 saja, alias Rp25.000.
Dev Yusmanda, Head of Consulting ICT Practise Forst and Sullivan Indonesia, menyarankan agar operator perlu memikirkan pertumbuhan mereka tetap eksponensial.
""Penggunaan data atau Internet melalui mobile meningkat melebihi konektivitas,"" ujarnya kala ditemui di sela acara Prediksi Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) Indonesia 2013, di Senayan-Jakarta, Rabu 6 Febuari 2013.
Oleh karena itu, dia menambahkan, layanan data mobile yang menawarkan nilai tambah perlahan-lahan menjadi sumber pendapatan baru yang penting bagi operator.
Di luar segmen komunikasi data, Dev mengatakan, sumber pendapatan yang bisa diraup operator, yaitu mobilisasi piranti teknologi yang mempunyai fitur seperti ponsel pintar, mobile payment, mobile e-commerce, dan mobile advertising.
""Gaya hidup masyarakat Indonesia sudah sampai di tahap mobile data,"" tuturnya.
Terlebih lagi, perangkat nirkabel diprediksi tumbuh signifikan tahun ini. Diperkirakan wireless dongle tumbuh rata-rata per tahun (CAGR) 47,5 persen, ponsel pintar hanya 16,1 persen, dan komputer tablet hanya 11,6 persen. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





