News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Tim peneliti dari Amerika Serikat mengumumkan temuan terbaru tentang penyebab kepunahan dari binatang raksasa mammoth pada zaman dahulu. Menurut mereka, kepunahan mammoth disebabkan oleh tabrakan meteor besar di Bumi.
Temuan terbaru ini merevisi penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa mammoth punah akibat perburuan yang dilakukan manusia prasejarah.
Diperkirakan sekitar 12.800 tahun lalu, sebuah meteor besar menghantam Bumi dan menghasilkan gas beracun di udara, seperti dilansir Softpedia, 23 Mei 2013.
Gas yang berjumlah besar itu diduga menghalangi sinar matahari yang masuk ke Bumi, sehingga menyebabkan temperatur Bumi menurun drastis.
Temperatur suhu Bumi yang merosot menyebabkan mammoth tidak lagi mampu bertahan hidup.
Menurut Profesor Kenneth Tankersley, antropolog sekaligus geolog di University of Cincinnati, AS, meteor yang masuk ke atmosfer Bumi itu terpecah menjadi 10 juta ton fragmen api beracun yang berhamburan di atas langit empat benua.
""Penelitian ini merevisi penelitian sebelumnya yang mengatakan bahwa manusia prasejarah yang menjadi penyebab mammoth mengalami kepunahan,"" kata Tankersley.
Penelitian ini menegaskan, meteor bertanggung jawab atas kepunahan mammoth. Temuan terbaru ini berdasarkan hasil penelitian yang mempelajari beberapa fragmen meteor yang sudah terbakar di sejumlah benua di Bumi.
""Serangan meteor itu mengakibatkan terjadi perubahan iklim secara cepat. Perubahan iklim di seluruh dunia menyebabkan kepunahan massal makhluk-makhluk di Bumi, tak hanya mammoth,"" ungkap Tankersley.
Hasil dari penelitian telah diterbitkan di Jurnal Proceeding of National Academy of Sciences."
Temuan terbaru ini merevisi penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa mammoth punah akibat perburuan yang dilakukan manusia prasejarah.
Diperkirakan sekitar 12.800 tahun lalu, sebuah meteor besar menghantam Bumi dan menghasilkan gas beracun di udara, seperti dilansir Softpedia, 23 Mei 2013.
Gas yang berjumlah besar itu diduga menghalangi sinar matahari yang masuk ke Bumi, sehingga menyebabkan temperatur Bumi menurun drastis.
Temperatur suhu Bumi yang merosot menyebabkan mammoth tidak lagi mampu bertahan hidup.
Menurut Profesor Kenneth Tankersley, antropolog sekaligus geolog di University of Cincinnati, AS, meteor yang masuk ke atmosfer Bumi itu terpecah menjadi 10 juta ton fragmen api beracun yang berhamburan di atas langit empat benua.
""Penelitian ini merevisi penelitian sebelumnya yang mengatakan bahwa manusia prasejarah yang menjadi penyebab mammoth mengalami kepunahan,"" kata Tankersley.
Penelitian ini menegaskan, meteor bertanggung jawab atas kepunahan mammoth. Temuan terbaru ini berdasarkan hasil penelitian yang mempelajari beberapa fragmen meteor yang sudah terbakar di sejumlah benua di Bumi.
""Serangan meteor itu mengakibatkan terjadi perubahan iklim secara cepat. Perubahan iklim di seluruh dunia menyebabkan kepunahan massal makhluk-makhluk di Bumi, tak hanya mammoth,"" ungkap Tankersley.
Hasil dari penelitian telah diterbitkan di Jurnal Proceeding of National Academy of Sciences."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





