News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Ponsel pintar atau smartphone boleh canggih, tapi kekurangannya rata-rata sama: boros baterai. Tak peduli apa mereknya, satu ponsel dengan isi baterai penuh ternyata hanya bertahan maksimal satu setengah hari.
Namun, Eesha Khare, remaja berusia 18 tahun, menjawab keluhan semua orang dengan menciptakan alat yang ditunggu-tunggu. Yaitu perangkat isi ulang baterai ekspres, dilansir Business Insider, 23 Mei 2013.
Gadget kecil, hingga muat ditaruh di dalam baterai ponsel, memungkinkan penggunanya mengisi ulang baterai penuh hanya dalam waktu 20-30 detik. Padahal, biasanya untuk mengisi ulang baterai yang sudah habis membutuhkan waktu beberapa jam.
Perangkat penyimpanan energi buatan Khare ini diperkirakan bisa awet hingga 10.000 kali isi ulang. Dibandingkan baterai standar, yang rata-rata hanya bertahan baik hingga 1.000 siklus.
Jumat lalu, Khare mendemonstrasikan ""super kapasitor"" ciptaannya, di Intel International Science and Engineering Fair. Berkat hasil temuan ini, gadis jenius asal California itu berhasil membawa pulang US$50.000, setara Rp488 juta, ke rumah.
Saat melakukan demo, Khare memamerkan bagaimana alat canggihnya cukup kuat untuk menyalakan lampu LED. Selain untuk ponsel, perangkat ini ke depannya diharapkan juga bisa berkembang menjadi baterai mobil.
""Dengan uang ini (US$50 ribu), saya jadi mampu melunasi uang kuliah saya sekaligus bekerja untuk kemajuan ilmiah,"" ujar Khare."
Namun, Eesha Khare, remaja berusia 18 tahun, menjawab keluhan semua orang dengan menciptakan alat yang ditunggu-tunggu. Yaitu perangkat isi ulang baterai ekspres, dilansir Business Insider, 23 Mei 2013.
Gadget kecil, hingga muat ditaruh di dalam baterai ponsel, memungkinkan penggunanya mengisi ulang baterai penuh hanya dalam waktu 20-30 detik. Padahal, biasanya untuk mengisi ulang baterai yang sudah habis membutuhkan waktu beberapa jam.
Perangkat penyimpanan energi buatan Khare ini diperkirakan bisa awet hingga 10.000 kali isi ulang. Dibandingkan baterai standar, yang rata-rata hanya bertahan baik hingga 1.000 siklus.
Jumat lalu, Khare mendemonstrasikan ""super kapasitor"" ciptaannya, di Intel International Science and Engineering Fair. Berkat hasil temuan ini, gadis jenius asal California itu berhasil membawa pulang US$50.000, setara Rp488 juta, ke rumah.
Saat melakukan demo, Khare memamerkan bagaimana alat canggihnya cukup kuat untuk menyalakan lampu LED. Selain untuk ponsel, perangkat ini ke depannya diharapkan juga bisa berkembang menjadi baterai mobil.
""Dengan uang ini (US$50 ribu), saya jadi mampu melunasi uang kuliah saya sekaligus bekerja untuk kemajuan ilmiah,"" ujar Khare."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





