News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Seiring perubahan zaman, orang semakin tergantung dengan teknologi. Tak sedikit yang mengecek surat elektronik lewat ponsel atau mengerjakan tugas dengan laptop hingga larut malam.
Tapi tahukah Anda jika cahaya buatan yang dipaparkan komputer dan ponsel bisa menyebabkan orang sulit tidur? Tak hanya itu, cahaya buatan juga memicu seseorang untuk mengonsumsi kafein.
Menurut Professor Charles Czeisler dari Harvard Medical School, jika lampu elektrik mempengaruhi ritme sirkadian - jam alami tubuh- maka paparan cahaya LED dari ponsel dan komputer lebih menganggu ketimbang bola lampu elektrik standar.
""Ada banyak penyebab mengapa orang tidak mendapat tidur cukup selama 24 jam dan 7 hari, mulai dari bekerja atau sekolah, pulang pergi dengan jarak panjang, hingga minuman dan makanan kaya kafein,"" ujar Czeisler seperti dilansir laman Daily Mail.
""Namun faktor yang jarang diketahui adalah terobosan teknologi: cahaya elektrik. Tanpa itu, beberapa orang akan mengonsumsi kafein agar terjaga saata malam hari. Dan cahaya mempengaruhi ritme sirkadian lebih besar dibandingkan obat mana pun.""
Lebih lanjut Czeisler mengatakan, penurunan jumlah jam tidur malam telah mempengaruhi kesehatan seseorang. Salah satunya adalah risiko tinggi obesitas, diabetes, jantung, depresi dan stroke pada orang dewasa serta gangguan konsentrasi pada anak-anak."
Tapi tahukah Anda jika cahaya buatan yang dipaparkan komputer dan ponsel bisa menyebabkan orang sulit tidur? Tak hanya itu, cahaya buatan juga memicu seseorang untuk mengonsumsi kafein.
Menurut Professor Charles Czeisler dari Harvard Medical School, jika lampu elektrik mempengaruhi ritme sirkadian - jam alami tubuh- maka paparan cahaya LED dari ponsel dan komputer lebih menganggu ketimbang bola lampu elektrik standar.
""Ada banyak penyebab mengapa orang tidak mendapat tidur cukup selama 24 jam dan 7 hari, mulai dari bekerja atau sekolah, pulang pergi dengan jarak panjang, hingga minuman dan makanan kaya kafein,"" ujar Czeisler seperti dilansir laman Daily Mail.
""Namun faktor yang jarang diketahui adalah terobosan teknologi: cahaya elektrik. Tanpa itu, beberapa orang akan mengonsumsi kafein agar terjaga saata malam hari. Dan cahaya mempengaruhi ritme sirkadian lebih besar dibandingkan obat mana pun.""
Lebih lanjut Czeisler mengatakan, penurunan jumlah jam tidur malam telah mempengaruhi kesehatan seseorang. Salah satunya adalah risiko tinggi obesitas, diabetes, jantung, depresi dan stroke pada orang dewasa serta gangguan konsentrasi pada anak-anak."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





