News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa populasi gajah di Afrika bagian tengah telah turun sebanyak 62 persen dalam 10 tahun terakhir. Hasil ini menegaskan kekhawatiran akan kepunahan gajah di hutan Afrika.
Berdasarkan hasil program konservasi, perlu ada tindakan yang cepat, tepat, efektif, dan multilevel, untuk menyelamatkan gajah. Selama ini, penyebab gajah terus dibantai adalah untuk mendapatkan gadingnya.
Penelitian yang dilakukan oleh Wildlife Conservation Society (WCS) dan beberapa organisasi konservasi lainnya, melibatkan 60 penulis dan dipimpin oleh Dr Fiona Maisels dan Dr Samantha Strindberg dari School of Natural Sciences, University of Stirling, di Inggris.
""Hasilnya sangat mengerikan. Dalam satu dekade, populasi gajah telah turun lebih dari 60 persen,"" kata Maisels, dilansir BBC Nature, 6 Maret 2013.
Untuk mengoleksi data yang sahih, peneliti telah menjajaki hutan-hutan di Kamerun, Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Gabon, dan Republik Kongo.
Tim telah menghabiskan 91.600 hari, dan telah berjalan sejauh 12.875 km untuk mengumpulkan data-data gajah yang menghuni hutan Afrika.
""Untuk menentukan jumlah gajah, kami melihat dari jumlah kotorannya. Ada 11.000 tumpukan kotoran dalam data kami. Selain itu, kami juga menemukan tanda-tanda jebakan untuk menangkap gajah dan selongsong peluru, saat melakukan perjalanan dari tahun 2002 sampai 2011,"" ujar Maisels.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah gajah semakin jarang di tempat-tempat yang memiliki kepadatan manusia yang tinggi.
Kejadian ini disebabkan oleh tingkat perburuan yang tinggi dan tata kelola peraturan pencegahan perburuan gajah yang sangat buruk di setiap negara.
""Kami sangat terkejut. Hutan-hutan di Afrika kini telah kehilangan sebagian besar populasi gajahnya,"" tutup Maisels.
Hasil penelitian ini telah diterbitkan di jurnal ilmiah PLoS One."
Berdasarkan hasil program konservasi, perlu ada tindakan yang cepat, tepat, efektif, dan multilevel, untuk menyelamatkan gajah. Selama ini, penyebab gajah terus dibantai adalah untuk mendapatkan gadingnya.
Penelitian yang dilakukan oleh Wildlife Conservation Society (WCS) dan beberapa organisasi konservasi lainnya, melibatkan 60 penulis dan dipimpin oleh Dr Fiona Maisels dan Dr Samantha Strindberg dari School of Natural Sciences, University of Stirling, di Inggris.
""Hasilnya sangat mengerikan. Dalam satu dekade, populasi gajah telah turun lebih dari 60 persen,"" kata Maisels, dilansir BBC Nature, 6 Maret 2013.
Untuk mengoleksi data yang sahih, peneliti telah menjajaki hutan-hutan di Kamerun, Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Gabon, dan Republik Kongo.
Tim telah menghabiskan 91.600 hari, dan telah berjalan sejauh 12.875 km untuk mengumpulkan data-data gajah yang menghuni hutan Afrika.
""Untuk menentukan jumlah gajah, kami melihat dari jumlah kotorannya. Ada 11.000 tumpukan kotoran dalam data kami. Selain itu, kami juga menemukan tanda-tanda jebakan untuk menangkap gajah dan selongsong peluru, saat melakukan perjalanan dari tahun 2002 sampai 2011,"" ujar Maisels.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah gajah semakin jarang di tempat-tempat yang memiliki kepadatan manusia yang tinggi.
Kejadian ini disebabkan oleh tingkat perburuan yang tinggi dan tata kelola peraturan pencegahan perburuan gajah yang sangat buruk di setiap negara.
""Kami sangat terkejut. Hutan-hutan di Afrika kini telah kehilangan sebagian besar populasi gajahnya,"" tutup Maisels.
Hasil penelitian ini telah diterbitkan di jurnal ilmiah PLoS One."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





