News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Tim peneliti internasional yang terdiri dari para astronom, baru-baru ini telah melihat apa yang mereka yakini sebagai peristiwa terbentuknya sebuah planet. Protoplanet yang ditemukan itu seukuran Jupiter, bahkan mungkin dua hingga tiga kali lebih besar.
Protoplanet itu berada di sekitar 335 tahun cahaya Bumi, yang berada di dalam Galaksi Bima Sakti. Posisinya tidak terlalu jauh dari kosmik, sementara Bima Sakti berjarak sekitar 100.000 tahun cahaya.
""Jika temuan ini benar, maka untuk pertama kalinya kami melihat sebuah planet terbentuk,"" kata Sascha Quanz, kepala penelitian, yang juga seorang astronom dari University ETH Zurich di Swiss, The Wall Street Journal melansir, 5 Maret 2013.
Seperti diketahui, ada dua teori dasar terbentuknya planet. Pertama, butiran debu kecil berputar-putar dan saling berbenturan di sekitar bintang induknya, lalu butiran itu menjadi besar dan lebih besar lagi, kemudian setelah berada di bawah gaya gravitasi, obyek tersebut menjadi padat.
Setelah ratusan ribu tahun, obyek itu terakumulasi dan cukup untuk menjadi sebuah planet. Ini adalah teori yang paling mungkin dari terbentuknya planet di sistem tata surya.
Teori kedua menjelaskan, bahwa ada suatu materi yang mengelilingi sebuah bintang muda, kemudian tertarik oleh gravitasi bintang muda, dan perlahan-lahan bertambah massanya. Secara sederhana, berkumpulnya materi-materi pada suatu tempat, kelak menciptakan sebuah planet dalam waktu beberapa ribu tahun.
Jika apa yang diamati oleh para peneliti adalah benar planet, maka temuan ini menjadi observasi astronomi pertama yang menyaksikan terbentuknya planet.
Protoplanet ini ditemukan peneliti dengan teleskop inframerah resolusi tinggi yang terletak di Gurun Atamaca, Chili. Awalnya, teleskop canggih itu menangkap citra bintang muda yang diberi nama HD 100.546, dan diperkirakan berukuran 2,5 kali matahari.
Perhatian para astronom pun tersedot ke bintang muda itu karena ada sosok yang terlihat datar di sekitarnya. ""Ini indikasi yang baik. Mungkin ada sesuatu yang tersembunyi dan terbentuk dari sosok yang tampak datar itu,"" ujar Quanz.
Belakangan diketahui obyek itu bukanlah bintang muda, melainkan sebuah protoplanet, yang memerlukan puluhan ribu tahun untuk menjadi besar dan padat.
Saat ini, para peneliti masih terus mempelajari dan mengumpulkan bukti-bukti bagaimana protoplanet itu berevolusi.
""Kami masih mencari tahu sifat kimia dari sosok datar itu, yang membantu pembentukan obyek tersebut,"" kata Quanz.
Para peneliti telah mempublikasikan hasil temuannya di Astrophysical Journal Letters. "
Protoplanet itu berada di sekitar 335 tahun cahaya Bumi, yang berada di dalam Galaksi Bima Sakti. Posisinya tidak terlalu jauh dari kosmik, sementara Bima Sakti berjarak sekitar 100.000 tahun cahaya.
""Jika temuan ini benar, maka untuk pertama kalinya kami melihat sebuah planet terbentuk,"" kata Sascha Quanz, kepala penelitian, yang juga seorang astronom dari University ETH Zurich di Swiss, The Wall Street Journal melansir, 5 Maret 2013.
Seperti diketahui, ada dua teori dasar terbentuknya planet. Pertama, butiran debu kecil berputar-putar dan saling berbenturan di sekitar bintang induknya, lalu butiran itu menjadi besar dan lebih besar lagi, kemudian setelah berada di bawah gaya gravitasi, obyek tersebut menjadi padat.
Setelah ratusan ribu tahun, obyek itu terakumulasi dan cukup untuk menjadi sebuah planet. Ini adalah teori yang paling mungkin dari terbentuknya planet di sistem tata surya.
Teori kedua menjelaskan, bahwa ada suatu materi yang mengelilingi sebuah bintang muda, kemudian tertarik oleh gravitasi bintang muda, dan perlahan-lahan bertambah massanya. Secara sederhana, berkumpulnya materi-materi pada suatu tempat, kelak menciptakan sebuah planet dalam waktu beberapa ribu tahun.
Jika apa yang diamati oleh para peneliti adalah benar planet, maka temuan ini menjadi observasi astronomi pertama yang menyaksikan terbentuknya planet.
Protoplanet ini ditemukan peneliti dengan teleskop inframerah resolusi tinggi yang terletak di Gurun Atamaca, Chili. Awalnya, teleskop canggih itu menangkap citra bintang muda yang diberi nama HD 100.546, dan diperkirakan berukuran 2,5 kali matahari.
Perhatian para astronom pun tersedot ke bintang muda itu karena ada sosok yang terlihat datar di sekitarnya. ""Ini indikasi yang baik. Mungkin ada sesuatu yang tersembunyi dan terbentuk dari sosok yang tampak datar itu,"" ujar Quanz.
Belakangan diketahui obyek itu bukanlah bintang muda, melainkan sebuah protoplanet, yang memerlukan puluhan ribu tahun untuk menjadi besar dan padat.
Saat ini, para peneliti masih terus mempelajari dan mengumpulkan bukti-bukti bagaimana protoplanet itu berevolusi.
""Kami masih mencari tahu sifat kimia dari sosok datar itu, yang membantu pembentukan obyek tersebut,"" kata Quanz.
Para peneliti telah mempublikasikan hasil temuannya di Astrophysical Journal Letters. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





