News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) New York - Seorang asisten profesor dan timnya di South Dakota School of Mines & Technology telah menemukan spesies baru dinosaurus jenis herbivora.
Temuan itu didasarkan pada temuan fosil pertama dari gigi seekor crocodyliform -reptil purba yang merupakan cikal bakal buaya-, di mana terdapat jejak dinosaurus herbivora berukuran kecil, atau mungkin bayi.
Dialah Clint Boyd, asisten profesor sekaligus kepala peneliti, yang menemukan bukti definitif pertama sekaligus menyimpulkan bahwa bayi ornithopod -dinosaurus kecil, herbivora, umumnya memiliki dua kaki, hidup di era Mesozoic (250 hingga 65 juta tahun yang lalu)- adalah mangsa dari crocodyliform, buaya purba yang sudah punah.
Awalnya, Boyd dan tim hanya mengamati fosil-fosil crocodylform untuk studi. Namun, tak sengaja mereka menemukan fosil tulang paha milik spesies dinosaurus herbivora kecil yang belum pernah dikenali sebelumnya, dan tentunya belum punya nama.
![]()
Bukti tersebut ditemukan para peneliti di Grand Staircase Escalante National Monument, Utah bagian Selatan. Dan, telah dipublikasi di jurnal akademis PLOS ONE (Public Library of Science ONE) pada 27 Februari 2013.
Sejumlah besar gigitan tulang berukuran kecil milik ornithopod ini ditemukan dalam kelompok-kelompok yang terbesar di empat titik sekitar taman di Utah, tempat yang diyakini para ahli paleontologi dan ahli geologi sebagai habitat crocodyliform, sekaligus lokasi ""pembantaian"" ornithopod sepanjang 1-2 meter.
Buktinya cukup kuat, di mana gigitan crocodyliform pada tulang paha ornithopod masih menancap dan membekas.
Boyd menilai, penemuan ini sangat penting bagi para ilmuwan mengingat sejarah dinosaurus digambarkan sebagai spesies yang dominan di jaman purba.
""Ide tradisional di benak Anda berdasarkan literatur populer yang ada saat ini, adalah ketika bayi dinosaurus kecil keluar dari sarangnya, atau mungkin berada di satu tempat sendiri, mereka biasanya khawatir dengan therepoda -dinosaurus ganas, contohnya T-Rex-. Kini, terbuka sebuah dimensi baru,"" ujar Boyd, dilansir Phys.org, Senin 4 Maret 2013.
""Mereka (kawanan dinosaurus herbivora) juga mendapat ancaman serangan dari sungai, para crocodyliform. Bisa dikatakan, spesies ini diserang dari berbagai sisi,"" jelasnya.
![]()
Jika mengamati fragmen gigi yang menancap pada fosil tulang, para peneliti berkesimpulan, bahwa crocodyliform yang memangsa hanya berukuran kecil, panjangnya tidak lebih dari dua meter. Namun, seekor spesies yang lebih besar, sangat mungkin dari spesies crocodyliform, yang menyantap habis mangsanya. "
Temuan itu didasarkan pada temuan fosil pertama dari gigi seekor crocodyliform -reptil purba yang merupakan cikal bakal buaya-, di mana terdapat jejak dinosaurus herbivora berukuran kecil, atau mungkin bayi.
Dialah Clint Boyd, asisten profesor sekaligus kepala peneliti, yang menemukan bukti definitif pertama sekaligus menyimpulkan bahwa bayi ornithopod -dinosaurus kecil, herbivora, umumnya memiliki dua kaki, hidup di era Mesozoic (250 hingga 65 juta tahun yang lalu)- adalah mangsa dari crocodyliform, buaya purba yang sudah punah.
Awalnya, Boyd dan tim hanya mengamati fosil-fosil crocodylform untuk studi. Namun, tak sengaja mereka menemukan fosil tulang paha milik spesies dinosaurus herbivora kecil yang belum pernah dikenali sebelumnya, dan tentunya belum punya nama.
Bukti tersebut ditemukan para peneliti di Grand Staircase Escalante National Monument, Utah bagian Selatan. Dan, telah dipublikasi di jurnal akademis PLOS ONE (Public Library of Science ONE) pada 27 Februari 2013.
Sejumlah besar gigitan tulang berukuran kecil milik ornithopod ini ditemukan dalam kelompok-kelompok yang terbesar di empat titik sekitar taman di Utah, tempat yang diyakini para ahli paleontologi dan ahli geologi sebagai habitat crocodyliform, sekaligus lokasi ""pembantaian"" ornithopod sepanjang 1-2 meter.
Buktinya cukup kuat, di mana gigitan crocodyliform pada tulang paha ornithopod masih menancap dan membekas.
Boyd menilai, penemuan ini sangat penting bagi para ilmuwan mengingat sejarah dinosaurus digambarkan sebagai spesies yang dominan di jaman purba.
""Ide tradisional di benak Anda berdasarkan literatur populer yang ada saat ini, adalah ketika bayi dinosaurus kecil keluar dari sarangnya, atau mungkin berada di satu tempat sendiri, mereka biasanya khawatir dengan therepoda -dinosaurus ganas, contohnya T-Rex-. Kini, terbuka sebuah dimensi baru,"" ujar Boyd, dilansir Phys.org, Senin 4 Maret 2013.
""Mereka (kawanan dinosaurus herbivora) juga mendapat ancaman serangan dari sungai, para crocodyliform. Bisa dikatakan, spesies ini diserang dari berbagai sisi,"" jelasnya.
Jika mengamati fragmen gigi yang menancap pada fosil tulang, para peneliti berkesimpulan, bahwa crocodyliform yang memangsa hanya berukuran kecil, panjangnya tidak lebih dari dua meter. Namun, seekor spesies yang lebih besar, sangat mungkin dari spesies crocodyliform, yang menyantap habis mangsanya. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





