News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Sebuah ponsel pintar Android kini tak hanya sekadar pelengkap kebutuhan komunikasi dan digital pengguna. Sesuai namanya, ponsel ini secara pintar dapat digunakan untuk mendukung misi luar angkasa.
Adalah HTC Nexus One, yang dilaporkan sukses menjadi otak peluncuran satelit milik Organisasi Riset Ruang Angkasa India (ISRO), STRaND-1 (Surrey Training, Research, and Nanosatellite Demonstrator), ke luar angkasa yang mengorbit Bumi awal pekan ini.
Satelit berukuran mini dengan bobot 8 pon, setara 3,6 kilogram, ini dirancang oleh Surrey Satellite Technology Limited (STTL) yang berbasis di Inggris Raya.
STTL merancang STRaND-1 yang difungsikan untuk mengukur bagaimana kinerja ponsel konsumer di ruang angkasa. Selain itu, ponsel Android ini juga menunjukkan kinerja pendorong denyut plasma pada satelit berukuran mungil ini.
Menurut SSTL, di atas satelit, Nexus One akan menjalankan aplikasi yang akan mengumpulkan data ilmiah, mengambil citra Bumi menggunakan kamera 5 MP pada ponsel pintar, sampai mengendalikan beberapa fungsi satelit. Menakjubkan.
PCWorld melansir, 28 Februari 2013, alat monitor temperatur akan memastikan Nexus One menjalankan sejumlah program secara intensif, menjaga suhu CPU agar tetap hangat, dan menghindari baterai dari kondisi beku.
Dalam misi pentingnya itu, Strand-1 juga akan menjalankan aplikasi yang disebut Scream in Space, guna menguji suara yang dipancarkan dalam ruang angkasa.
SSTL tidak memberitahukan berapa biaya unit satelit ini, tapi dikatakan sedikit lebih mahal dari biaya mobil MPV kelas atas, atau sekelas Toyota Alphard.
Nexus One belum akan mengambil alih satelit Strand-1 dalam beberapa minggu ke depan, sampai para ilmuwan di Bumi memastikan hal-hal lain pada satelit itu berjalan. Sementara menunggu waktu peralihan, satelit mini dikendalikan oleh sistem kontrol ketinggian satelit dan komputer berbasis Linux, CubeSat.
Strand-1 adalah salah satu dari enam muatan komersial yang diluncurkan oleh roket PSLV-C20 milik ISRO. Muatan utama pada misi ini yaitu satelit penelitian oseanografi, SARAL, yang merupakan buah kerja sama Prancis dan India. "
Adalah HTC Nexus One, yang dilaporkan sukses menjadi otak peluncuran satelit milik Organisasi Riset Ruang Angkasa India (ISRO), STRaND-1 (Surrey Training, Research, and Nanosatellite Demonstrator), ke luar angkasa yang mengorbit Bumi awal pekan ini.
Satelit berukuran mini dengan bobot 8 pon, setara 3,6 kilogram, ini dirancang oleh Surrey Satellite Technology Limited (STTL) yang berbasis di Inggris Raya.
STTL merancang STRaND-1 yang difungsikan untuk mengukur bagaimana kinerja ponsel konsumer di ruang angkasa. Selain itu, ponsel Android ini juga menunjukkan kinerja pendorong denyut plasma pada satelit berukuran mungil ini.
Menurut SSTL, di atas satelit, Nexus One akan menjalankan aplikasi yang akan mengumpulkan data ilmiah, mengambil citra Bumi menggunakan kamera 5 MP pada ponsel pintar, sampai mengendalikan beberapa fungsi satelit. Menakjubkan.
PCWorld melansir, 28 Februari 2013, alat monitor temperatur akan memastikan Nexus One menjalankan sejumlah program secara intensif, menjaga suhu CPU agar tetap hangat, dan menghindari baterai dari kondisi beku.
Dalam misi pentingnya itu, Strand-1 juga akan menjalankan aplikasi yang disebut Scream in Space, guna menguji suara yang dipancarkan dalam ruang angkasa.
SSTL tidak memberitahukan berapa biaya unit satelit ini, tapi dikatakan sedikit lebih mahal dari biaya mobil MPV kelas atas, atau sekelas Toyota Alphard.
Nexus One belum akan mengambil alih satelit Strand-1 dalam beberapa minggu ke depan, sampai para ilmuwan di Bumi memastikan hal-hal lain pada satelit itu berjalan. Sementara menunggu waktu peralihan, satelit mini dikendalikan oleh sistem kontrol ketinggian satelit dan komputer berbasis Linux, CubeSat.
Strand-1 adalah salah satu dari enam muatan komersial yang diluncurkan oleh roket PSLV-C20 milik ISRO. Muatan utama pada misi ini yaitu satelit penelitian oseanografi, SARAL, yang merupakan buah kerja sama Prancis dan India. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





