News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Yogyakarta - Lagi-lagi anak bangsa unjuk gigi. Kali ini, mahasiswa D3 Teknik Elektronika dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengambil bagian dengan membuat robot pemantau yang dirakit dari ponsel pintar.
""Ide membuat robot ini adalah karena banyak teror bom di Indonesia. Robot pemantau ini bisa dimanfaatkan untuk memata-matai aktivitas dari jarak jauh tanpa diketahui target,"" ujar Wahyu Privantoro, perakit mobil robot pemantau, pada TV One, 24 Februari 2013.
Mobil robot pemantau dikontrol dengan menggunakan laptop. Konektivitasnya sendiri mengandalkan Bluetooth atau Wi-Fi. Dengan Bluetooth, jarak yang bisa dijangkau mencapai delapan meter. Sedangkan Wi-Fi bisa menjangkau lebih jauh, sekitar 20 meter.
""Cara kerjanya sederhana. Video pemantauan bisa dilihat dari browser Mozilla Firefox. Pada bagian URL, cukup masukkan IP (Internet Protocol) smartphone yang menjadi robot. Sudah, langsung jalan,"" jelas Wahyu.
Untuk keamanan jaringan, dia menuturkan, konektivitas Bluetooth dan Wi-Fi dipakaikan kata kunci, sehingga tidak sembarangan orang bisa mengambil alih kontrol robot.
Pengerjaan mobil robot pemantau ini memakan waktu 4-5 bulan. Total dana yang dihabiskan kurang lebih Rp1,5 juta.
""Untuk sementara, desainnya seperti ini dulu. Pas-pasan karena ini untuk projek tugas akhir,"" aku Wahyu. ""Saya akui masih banyak kekurangan, seperti casing. Nanti saya akan coba membuat pelindung supaya lebih tertutup dan aman,"" pungkasnya. "
""Ide membuat robot ini adalah karena banyak teror bom di Indonesia. Robot pemantau ini bisa dimanfaatkan untuk memata-matai aktivitas dari jarak jauh tanpa diketahui target,"" ujar Wahyu Privantoro, perakit mobil robot pemantau, pada TV One, 24 Februari 2013.
Mobil robot pemantau dikontrol dengan menggunakan laptop. Konektivitasnya sendiri mengandalkan Bluetooth atau Wi-Fi. Dengan Bluetooth, jarak yang bisa dijangkau mencapai delapan meter. Sedangkan Wi-Fi bisa menjangkau lebih jauh, sekitar 20 meter.
""Cara kerjanya sederhana. Video pemantauan bisa dilihat dari browser Mozilla Firefox. Pada bagian URL, cukup masukkan IP (Internet Protocol) smartphone yang menjadi robot. Sudah, langsung jalan,"" jelas Wahyu.
Untuk keamanan jaringan, dia menuturkan, konektivitas Bluetooth dan Wi-Fi dipakaikan kata kunci, sehingga tidak sembarangan orang bisa mengambil alih kontrol robot.
Pengerjaan mobil robot pemantau ini memakan waktu 4-5 bulan. Total dana yang dihabiskan kurang lebih Rp1,5 juta.
""Untuk sementara, desainnya seperti ini dulu. Pas-pasan karena ini untuk projek tugas akhir,"" aku Wahyu. ""Saya akui masih banyak kekurangan, seperti casing. Nanti saya akan coba membuat pelindung supaya lebih tertutup dan aman,"" pungkasnya.
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





