News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Galaksi spiral terbesar di jagat maya telah ditemukan secara tak sengaja oleh para astronom.
Awalnya sebuah tim sedang memeriksa data dari satelit Galaxy Evolution Explorer (Galex) untuk wilayah pembentuk bintang di sekitar galaksi yang disebut NGC 6872.
Tapi, kemudian para astronom terkejut saat melihat petak besar sinar ultraviolet dari bintang-bintang muda. Ini menunjukkan bahwa galaksi tersebut sebenarnya cukup besar untuk menampung lima galaksi Bima Sakti di dalamnya.
NGC 6872 merupakan sebuah galaksi berjarak 212 juta tahun cahaya di wilayah perbintangan Pavo. Wilayah Pavo sudah dikenal sebagai salah satu galaksi spiral terbesar.
Tidak jauh dari perbintangan (konstelasi) Pavo terdapat IC 4970, galaksi berbentuk lensa atau lenticular yang tampaknya telah hancur melewati galaksi spiral pada masa astronomikal baru-baru ini.
Rafael Eufrasio, peneliti dari Catholic University of America dan Goddard Space Flight Center NASA beserta koleganya dari University of Sao Paulo Brazil dan European Southern Observatory di Chile tertarik pada sejumlah daerah yang menjauh dari galaksi spiral.
""Saya tidak mencari galaksi spiral terbesar, itu hanya datang sebagai hadiah,"" kata Eufrasio kepada BBC, Jumat 11 Januari 2013.
Galex yang merupakan teleskop ruang angkasa yang dirancang untuk mencari sinar ultraviolet mengisyaratkan bahwa NGC 6872 terbuat jauh lebih besar oleh tubrukan sinar ultraviolet.
Tim ini kemudian melanjutkan untuk menggunakan data dari berbagai teleskop lainnya termasuk Very Large Telescope, Two Micron All-SKy Survey, dan teleskop ruang angkasa Spitzer. Ternyata, membuktikan bintang-bintang dari berbagai usia. Usia bintang semakin tua semakin ke tengah dalam galaksi spiral.
Formasi bintang yang melakukan perjalanan ke lengan, dipicu oleh tabrakan dengan IC 4970. ""Ini sudah dikenal sebagai salah satu yang terbesar selama dua dekade, tapi ini jauh lebih besar dari yang kami duga,"" jelas Eufrasio.
""Galaksi yang bertabrakan dengan NGC 6872 memercikkan bintang seluruh tempat, sekitar 500.000 tahun cahaya jauhnya,"" katanya.
""Ini menunjukkan evolusi galaksi dalam konteks yang lebih luas dari alam semesta, bagaimana galaksi besar kita sebelumnya telah bertambah dari gumpalan kecil di alam semesta awal,"" kata Eufrasio."
Awalnya sebuah tim sedang memeriksa data dari satelit Galaxy Evolution Explorer (Galex) untuk wilayah pembentuk bintang di sekitar galaksi yang disebut NGC 6872.
Tapi, kemudian para astronom terkejut saat melihat petak besar sinar ultraviolet dari bintang-bintang muda. Ini menunjukkan bahwa galaksi tersebut sebenarnya cukup besar untuk menampung lima galaksi Bima Sakti di dalamnya.
NGC 6872 merupakan sebuah galaksi berjarak 212 juta tahun cahaya di wilayah perbintangan Pavo. Wilayah Pavo sudah dikenal sebagai salah satu galaksi spiral terbesar.
Tidak jauh dari perbintangan (konstelasi) Pavo terdapat IC 4970, galaksi berbentuk lensa atau lenticular yang tampaknya telah hancur melewati galaksi spiral pada masa astronomikal baru-baru ini.
Rafael Eufrasio, peneliti dari Catholic University of America dan Goddard Space Flight Center NASA beserta koleganya dari University of Sao Paulo Brazil dan European Southern Observatory di Chile tertarik pada sejumlah daerah yang menjauh dari galaksi spiral.
""Saya tidak mencari galaksi spiral terbesar, itu hanya datang sebagai hadiah,"" kata Eufrasio kepada BBC, Jumat 11 Januari 2013.
Galex yang merupakan teleskop ruang angkasa yang dirancang untuk mencari sinar ultraviolet mengisyaratkan bahwa NGC 6872 terbuat jauh lebih besar oleh tubrukan sinar ultraviolet.
Tim ini kemudian melanjutkan untuk menggunakan data dari berbagai teleskop lainnya termasuk Very Large Telescope, Two Micron All-SKy Survey, dan teleskop ruang angkasa Spitzer. Ternyata, membuktikan bintang-bintang dari berbagai usia. Usia bintang semakin tua semakin ke tengah dalam galaksi spiral.
Formasi bintang yang melakukan perjalanan ke lengan, dipicu oleh tabrakan dengan IC 4970. ""Ini sudah dikenal sebagai salah satu yang terbesar selama dua dekade, tapi ini jauh lebih besar dari yang kami duga,"" jelas Eufrasio.
""Galaksi yang bertabrakan dengan NGC 6872 memercikkan bintang seluruh tempat, sekitar 500.000 tahun cahaya jauhnya,"" katanya.
""Ini menunjukkan evolusi galaksi dalam konteks yang lebih luas dari alam semesta, bagaimana galaksi besar kita sebelumnya telah bertambah dari gumpalan kecil di alam semesta awal,"" kata Eufrasio."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





