News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Tren perangkat mobile yang kian dinamis membuat sejumlah produsen komputer kini mulai berekspansi ke kategori produk di luar notebook. Strategi itulah yang diterapkan sejumlah produsen terkemuka asal Asia, yaitu Asus dan Lenovo, di awal 2013.
Menurut data yang dimiliki Asus, perkembangan tablet akan mengalahkan perkembangan produk PC dekstop. Maka produsen asal Taiwan itu menyiasati perkembangan tersebut dengan mengembangkan varian-varian lain, seperti laptop konvertibel maupun komputer layar sentuh.
""Tablet hanya butuh 3 tahun untuk mencapai pengiriman 100 juta unit per tahun, kalau PC dekstop butuh waktu 25 tahun,"" ujar Rex Lee, Regional Director of South East Asia System Business Group Asus, dalam peluncuran produk Asus Touch di Jakarta, Kamis lalu.
Perkembangan tren tablet, kata Lee juga mengalahkan LTC/TV yang butuh waktu 9 tahun serta ponsel fitur yang perlu 15 tahun untuk mencapai angka 100 juta unit per tahun.
Menurut Lee, Asus, ke depan tidak hanya bermain di pasar notebook saja. Pasalnya, mengutip data IDC per September 2012, perkembangan perangkat mobile mengarah pada perangkat 3 in 1 atau 2 in 1. Maksudnya yaitu ke depan tren diprediksi berupa perangkat konvertibel.
Perkembangan pasar produk mobile menurut data IDC akan melampaui perangkat tradisional. Data IDC September 2012 memprediksi perkembangan pasar mobile PC tahun 2015 diperkirakan menjadi 289 juta unit, untuk tablet diperkirakan menjadi 223 juta unit pada 2015 dan smartphone menjadi 1,13 milliar pada 2015.
""Untuk itu kami tidak hanya melihat pasar notebook, kami melihat pasar tablet dan smartphone,"" tambahnya.
Merespon kemungkinan tren tersebut, Asus sudah siap mengeluarkan produk smartphone dan tablet andalan.
""Kami segera hadirkan tablet Nexus 7 dan smartphone Padfone 2,"" kata Juliana Chen Manager of Product Management and Marketing Asus Indonesia di tempat yang sama. Kedua produk tersebut masing-masing akan hadir pada Januari dan Febuari tahun ini.
Era PC Plus
Produsen perangkat elektronik asal China, Lenovo, juga merespon perubahan tren dengan mengeluarkan produk konvertibel, yaitu perangkat yang tidak hanya menawarkan fungsi komputasi dasar saja. Sama halnya dengan Asus, perangkat konvertibel Lenovo memungkinkan perangkat berfungsi dari notebook menjadi tablet.
Lenovo menyebut era konvertibel ini dengan sebutan PC plus, yaitu suatu era PC dengan fitur tambahan yang mengusung fleksibilitas perangkat.
""Kita tidak hidup di dunia post-PC, kita sedang memasuki era PC-plus,"" kata Yang di Las vegas seperti dilansir Cnet, 11 Januari 2013.
Pada pameran Consumer Electronics Show (CES) 2013 2013, Lenovo memperkenalkan ultrabook convertible, Lenovo Yoga. Produsen asal China ini juga punya produk lain pada lini yang sama, ultrabook convertible Twist.
Pada Rabu lalu, Lenovo memperkenalkan produk ultrabook multi mode, IdeaPad Yoga 13 di Indonesia. Perangkat konvertibel berbasis Windows 8 ini dapat berfungsi sebagai laptop, tablet, stand, dan tent.
Seperti dilansir dari laman Cnet, Lenovo juga sedang mempersiapkan smartphone berbasis Windows Phone 8 yang kemungkinan akan dirilis pada April ini. Perusahaan ini bukan pertama kali mengeluarkan smartphone. Sepanjang 2012 Lenovo sudah meluncurkan beberapa lini smartphone. Terakhir, produsen ini menghadirkan smartphone di pameran CES 2013 di Las Vegas. Salah satunya smartphone Android andalan K900.
Produsen lain juga tak tinggal diam. Acer sudah melebarkan bisnis ke pasar smartphone sejak 2011 lalu. Meski pangsa pasar masih kecil, perusahaan ini terus merilis smartphone.
Setelah meluncurkan tablet Android Jelly Bean pertama, Iconia Tab A110 pada 2012 lalu, Acer siap merilis smartphone Android Jelly Bean, V360 pada tahun ini."
Menurut data yang dimiliki Asus, perkembangan tablet akan mengalahkan perkembangan produk PC dekstop. Maka produsen asal Taiwan itu menyiasati perkembangan tersebut dengan mengembangkan varian-varian lain, seperti laptop konvertibel maupun komputer layar sentuh.
""Tablet hanya butuh 3 tahun untuk mencapai pengiriman 100 juta unit per tahun, kalau PC dekstop butuh waktu 25 tahun,"" ujar Rex Lee, Regional Director of South East Asia System Business Group Asus, dalam peluncuran produk Asus Touch di Jakarta, Kamis lalu.
Perkembangan tren tablet, kata Lee juga mengalahkan LTC/TV yang butuh waktu 9 tahun serta ponsel fitur yang perlu 15 tahun untuk mencapai angka 100 juta unit per tahun.
Menurut Lee, Asus, ke depan tidak hanya bermain di pasar notebook saja. Pasalnya, mengutip data IDC per September 2012, perkembangan perangkat mobile mengarah pada perangkat 3 in 1 atau 2 in 1. Maksudnya yaitu ke depan tren diprediksi berupa perangkat konvertibel.
Perkembangan pasar produk mobile menurut data IDC akan melampaui perangkat tradisional. Data IDC September 2012 memprediksi perkembangan pasar mobile PC tahun 2015 diperkirakan menjadi 289 juta unit, untuk tablet diperkirakan menjadi 223 juta unit pada 2015 dan smartphone menjadi 1,13 milliar pada 2015.
""Untuk itu kami tidak hanya melihat pasar notebook, kami melihat pasar tablet dan smartphone,"" tambahnya.
Merespon kemungkinan tren tersebut, Asus sudah siap mengeluarkan produk smartphone dan tablet andalan.
""Kami segera hadirkan tablet Nexus 7 dan smartphone Padfone 2,"" kata Juliana Chen Manager of Product Management and Marketing Asus Indonesia di tempat yang sama. Kedua produk tersebut masing-masing akan hadir pada Januari dan Febuari tahun ini.
Era PC Plus
Produsen perangkat elektronik asal China, Lenovo, juga merespon perubahan tren dengan mengeluarkan produk konvertibel, yaitu perangkat yang tidak hanya menawarkan fungsi komputasi dasar saja. Sama halnya dengan Asus, perangkat konvertibel Lenovo memungkinkan perangkat berfungsi dari notebook menjadi tablet.
Lenovo menyebut era konvertibel ini dengan sebutan PC plus, yaitu suatu era PC dengan fitur tambahan yang mengusung fleksibilitas perangkat.
""Kita tidak hidup di dunia post-PC, kita sedang memasuki era PC-plus,"" kata Yang di Las vegas seperti dilansir Cnet, 11 Januari 2013.
Pada pameran Consumer Electronics Show (CES) 2013 2013, Lenovo memperkenalkan ultrabook convertible, Lenovo Yoga. Produsen asal China ini juga punya produk lain pada lini yang sama, ultrabook convertible Twist.
Pada Rabu lalu, Lenovo memperkenalkan produk ultrabook multi mode, IdeaPad Yoga 13 di Indonesia. Perangkat konvertibel berbasis Windows 8 ini dapat berfungsi sebagai laptop, tablet, stand, dan tent.
Seperti dilansir dari laman Cnet, Lenovo juga sedang mempersiapkan smartphone berbasis Windows Phone 8 yang kemungkinan akan dirilis pada April ini. Perusahaan ini bukan pertama kali mengeluarkan smartphone. Sepanjang 2012 Lenovo sudah meluncurkan beberapa lini smartphone. Terakhir, produsen ini menghadirkan smartphone di pameran CES 2013 di Las Vegas. Salah satunya smartphone Android andalan K900.
Produsen lain juga tak tinggal diam. Acer sudah melebarkan bisnis ke pasar smartphone sejak 2011 lalu. Meski pangsa pasar masih kecil, perusahaan ini terus merilis smartphone.
Setelah meluncurkan tablet Android Jelly Bean pertama, Iconia Tab A110 pada 2012 lalu, Acer siap merilis smartphone Android Jelly Bean, V360 pada tahun ini."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





