News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Jakarta
BI Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2014 Jadi 6,4%
Kamis,2013-08-29,16:27:12

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo. | (ANTARA/Rosa Panggabean)
(IANnews.id) (IANNnews) Jakarta - Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2014 berada dikisaran 6,0 hingga 6,4 persen. Sebelumnya, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,4 hingga 6,8 persen.
Gubernur Bank Indonesia Agus MArtowardojo, Rabu 28 Agustus 2013, mengungkapkan bahwa penurunan tersebut adalah respon terhadap situasi global yang sedang terjadi.
"Memang untuk 2014, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional mulai membaik, meskipun risiko pelemahan global masih tetap mendapat perhatian," kata Agus di Gedung DPR RI, Jakarta.
Dari sisi global, lanjut Agus, didasari dengan harapan menguatnya ekonomi dunia yang dimotori membaiknya ekonomi Amerika Serikat dan Jepang. Tentunya, meskipun bisa ke bawah, namun pertumbuhan ekonomi 2014 jauh lebih baik dibanding dengan tahun ini.
"Kami juga memperkirakan harga komoditas dunia kembali meningkat, didorong naiknya pertumbuhan ekonomi global tersebut," tegasnya.
Dengan prospek tersebut, Agus berharap, ekspor nasional kembali meningkat pada tahun depan. Selain itu, perbaikan ekonomi 2014 tersebut juga ditopang peningkatan permintaan domestik, baik konsumsi rumah tangga maupun investasi.
"Perbaikan prospek konsumsi rumah tangga didorong perbaikan daya beli masyarakat, sejalan dengan peningkatan pendapatan dan penurunan inflasi dan dampak positif dari Pemilu 2014," ungkapnya.
Gubernur Bank Indonesia Agus MArtowardojo, Rabu 28 Agustus 2013, mengungkapkan bahwa penurunan tersebut adalah respon terhadap situasi global yang sedang terjadi.
"Memang untuk 2014, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional mulai membaik, meskipun risiko pelemahan global masih tetap mendapat perhatian," kata Agus di Gedung DPR RI, Jakarta.
Dari sisi global, lanjut Agus, didasari dengan harapan menguatnya ekonomi dunia yang dimotori membaiknya ekonomi Amerika Serikat dan Jepang. Tentunya, meskipun bisa ke bawah, namun pertumbuhan ekonomi 2014 jauh lebih baik dibanding dengan tahun ini.
"Kami juga memperkirakan harga komoditas dunia kembali meningkat, didorong naiknya pertumbuhan ekonomi global tersebut," tegasnya.
Dengan prospek tersebut, Agus berharap, ekspor nasional kembali meningkat pada tahun depan. Selain itu, perbaikan ekonomi 2014 tersebut juga ditopang peningkatan permintaan domestik, baik konsumsi rumah tangga maupun investasi.
"Perbaikan prospek konsumsi rumah tangga didorong perbaikan daya beli masyarakat, sejalan dengan peningkatan pendapatan dan penurunan inflasi dan dampak positif dari Pemilu 2014," ungkapnya.
- 1Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur doa bersama jelang UN
- 2Festival "kue bulan" hadir di Jakarta
- 3BI: masyarakat jangan panik berlebihan terhadap pelemahan rupiah
- 4Pemprov DKI suntik modal Jakpro Rp7,7 triliun
- 5PT MRT: mesin bor terowongan tiba di Jakarta
- 6Sys NS sarankan SBY berkiprah di tingkat internasional





