News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

(IANnews.id) "
(IANNnews) Sydney - Hari ini, warga Australia berbondong-bondong mendatangi ribuan tempat pemungutan suara (TPS) yang berada di delapan negara bagian dalam Pemilu Umum Federal hari ini. TPS mulai dibuka pukul delapan waktu setempat.
Menurut data dari Komisi Pemilu Australia (AEC), ada 14,7 juta pemilih yang telah terdaftar dan dapat menggunakan hak suara.
Kantor berita BBC, Jumat 6 September 2013 melansir kedua calon terkuat Perdana Menteri, Tony Abbott dan Kevin Rudd, memaksimalkan hari terakhir mereka berkampanye pada Jumat kemarin, 6 September 2013.
Rudd diketahui berkampanye di Tepi Pantai pusat negara bagian New South Wales, sedangkan Abbott berbicara di pabrik gitar di Melbourne. Rudd menekankan program Partai Buruh yang ingin memperbaiki kelesuan ekonomi Australia.
""Prioritas kami adalah menciptakan lebih banyak lagi lapangan pekerjaan, layanan kesehatan dan internet serta tetap mendukung untuk menekan tingginya biaya hidup,"" papar Rudd.
Ekonomi memang menjadi salah satu isu krusial bagi kedua calon Perdana Menteri ini. Ekonomi sedang terganggu menyusul surutnya pemasukan dari lahan tambang, melambatnya permintaan batu bara dari China dan kian merosotnya harga komoditas barang Australia.
Abbott juga menjanjikan perbaikan ekonomi. Abbott merupakan pemimpin Partai Liberal dan kelompok oposisi di Australia. Kelompok oposisi didukung oleh tujuh partai politik lain.
Salah satu janjinya adalah menolak kebijakan populer soal pemberlakuan pajak karbon. Kebijakan itu menyebabkan Australia terlempar dalam pengesahan kesepakatan perubahan iklim selama tiga tahun terakhir.
""Satu-satunya cara untuk membuat suatu perubahan yakni dengan memilih pemerintahan yang baru,"" tegas Abbott dalam sebuah kampanye.
Isu pencari suaka, juga menjadi permasalahan yang menjadi perhatian keduanya. Kedua pihak telah mengumumkan bahwa jika menang mereka akan memberlakukan kebijakan yang keras untuk mencegah tingginya angka pencari suaka datang ke Australia.
Sebelumnya, Rudd sudah mencuri titik awal dengan mengusir para pencari suaka ke Papua Nugini. Di sana para pencari suaka akan diproses untuk menentukan apakah benar mereka datang sebagai pengungsi.
Apabila terbukti, maka para pencari suaka akan menetap di sebuah fasilitas di sana. Mereka diberi pilihan untuk kembali ke negara asal atau menetap di Papua Nugini.
Sementara Abbott mengatakan dia akan menunjuk komandan militer untuk memimpin operasi menanggulangi aksi penyelundupan manusia. Selain itu para pencari suaka yang dikabulkan statusnya sebagai pengungsi akan diberikan visa untuk tinggal sementara di Australia.
Visa tersebut, kata Abbott dapat diperbarui. Namun di mata para analis, para pemilih akan menolak kebijakan soal pajak karbon dan tambang serta jaringan broadband berbasis kabel optik.
Para analis juga menyampaikan bahwa pemilih akan lebih mendukung kebijakan pembentukan pemerintah yang lebih kecil, keputusan yang lebih memfokuskan kepada isu-isu domestik dan mengurangi hutang. "
Menurut data dari Komisi Pemilu Australia (AEC), ada 14,7 juta pemilih yang telah terdaftar dan dapat menggunakan hak suara.
Kantor berita BBC, Jumat 6 September 2013 melansir kedua calon terkuat Perdana Menteri, Tony Abbott dan Kevin Rudd, memaksimalkan hari terakhir mereka berkampanye pada Jumat kemarin, 6 September 2013.
Rudd diketahui berkampanye di Tepi Pantai pusat negara bagian New South Wales, sedangkan Abbott berbicara di pabrik gitar di Melbourne. Rudd menekankan program Partai Buruh yang ingin memperbaiki kelesuan ekonomi Australia.
""Prioritas kami adalah menciptakan lebih banyak lagi lapangan pekerjaan, layanan kesehatan dan internet serta tetap mendukung untuk menekan tingginya biaya hidup,"" papar Rudd.
Ekonomi memang menjadi salah satu isu krusial bagi kedua calon Perdana Menteri ini. Ekonomi sedang terganggu menyusul surutnya pemasukan dari lahan tambang, melambatnya permintaan batu bara dari China dan kian merosotnya harga komoditas barang Australia.
Abbott juga menjanjikan perbaikan ekonomi. Abbott merupakan pemimpin Partai Liberal dan kelompok oposisi di Australia. Kelompok oposisi didukung oleh tujuh partai politik lain.
Salah satu janjinya adalah menolak kebijakan populer soal pemberlakuan pajak karbon. Kebijakan itu menyebabkan Australia terlempar dalam pengesahan kesepakatan perubahan iklim selama tiga tahun terakhir.
""Satu-satunya cara untuk membuat suatu perubahan yakni dengan memilih pemerintahan yang baru,"" tegas Abbott dalam sebuah kampanye.
Isu pencari suaka, juga menjadi permasalahan yang menjadi perhatian keduanya. Kedua pihak telah mengumumkan bahwa jika menang mereka akan memberlakukan kebijakan yang keras untuk mencegah tingginya angka pencari suaka datang ke Australia.
Sebelumnya, Rudd sudah mencuri titik awal dengan mengusir para pencari suaka ke Papua Nugini. Di sana para pencari suaka akan diproses untuk menentukan apakah benar mereka datang sebagai pengungsi.
Apabila terbukti, maka para pencari suaka akan menetap di sebuah fasilitas di sana. Mereka diberi pilihan untuk kembali ke negara asal atau menetap di Papua Nugini.
Sementara Abbott mengatakan dia akan menunjuk komandan militer untuk memimpin operasi menanggulangi aksi penyelundupan manusia. Selain itu para pencari suaka yang dikabulkan statusnya sebagai pengungsi akan diberikan visa untuk tinggal sementara di Australia.
Visa tersebut, kata Abbott dapat diperbarui. Namun di mata para analis, para pemilih akan menolak kebijakan soal pajak karbon dan tambang serta jaringan broadband berbasis kabel optik.
Para analis juga menyampaikan bahwa pemilih akan lebih mendukung kebijakan pembentukan pemerintah yang lebih kecil, keputusan yang lebih memfokuskan kepada isu-isu domestik dan mengurangi hutang. "
- 1Kasus Covid-19 Pertama, Masyarakat Jangan Panik
- 2Langit Uni Eropa Haram Diterbangi Boeing 737 Max 8
- 3Emas turun setelah ketegangan AS-Korut berkurang
- 4Satu anak panda mati di kebun binatang nasional di washington:
- 5UNICEF: 1,8 juta anak kekurangan gizi di Yaman
- 6Pengadilan perintahkan Belanda percepat penurunan emisi





