News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Peristiwa mengerikan dilaporkan terjadi di Kebun Binatang Qianling, barat daya China. Seekor monyet di tempat wisata itu diketahui merobek testikel atau buah zakar bayi delapan bulan, dibawa kabur lalu dimakan.
Laman Dailymail, Jumat 6 September 2013 melansir sebuah video yang diperoleh dari stasiun televisi China, CCTV, menggambarkan ibu dari bayi yang belum diketahui identitasnya itu sedang berada di RS bersama putranya.
Dia terlihat sedih dan mencoba menenangkan sang anak yang baru saja kehilangan salah satu organ vitalnya.
Peristiwa itu bermula, ketika sang ibu sedang mengganti popok bayinya itu. Tiba-tiba seekor monyet menyerang bayinya, lalu merobek testikel.
Jatuh ke permukaan tanah, organ tersebut sempat dipungut oleh seorang pria tua yang juga sedang berkunjung ke kebun binatang itu. Tidak sempat dikembalikan kepada sang ibu, monyet lainnya tiba-tiba merebut testikel tersebut dan langsung dibawa kabur.
Belum sempat dikejar, si monyet sudah melahap organ vital manusia yang dikira makanan. Sang ibu kemudian langsung melarikan bayinya ke RS terdekat untuk menerima perawatan medis.
Beruntung, menurut dokter peristiwa tersebut tidak akan mengancam keselamatan sang bayi kendati mereka khawatir akan kemampuan reproduksinya. Dokter mengira telah terjadi kerusakan organ reproduksi yang sulit diobati pasca sang bayi mengalami peristiwa memilukan itu.
Satwa monyet di Kebun Binatang Qianling memang tidak dikurung di dalam kandang. Mereka dibiarkan berkeliaran bebas dan berinteraksi langsung dengan pengunjung.
Namun jumlahnya dalam beberapa tahun terakhir dilaporkan membengkak. Dari yang awalnya hanya berjumlah 70 monyet kemudian meningkat menjadi 500 satwa.
Akibatnya, situasi kadang sulit dikendalikan oleh penjaga kebun binatang sendiri. Peristiwa kecelakaan kerap terjadi di sana, kendati penjaga kebun binatang memberi mereka makan tiga kali dalam sehari.
Pengunjung juga sudah dilarang memberi makanan kepada satwa monyet di sana. Namun mereka sering bandel, sementara pengelola kebun binatang tidak bertindak tegas terhadap pengunjung."
Laman Dailymail, Jumat 6 September 2013 melansir sebuah video yang diperoleh dari stasiun televisi China, CCTV, menggambarkan ibu dari bayi yang belum diketahui identitasnya itu sedang berada di RS bersama putranya.
Dia terlihat sedih dan mencoba menenangkan sang anak yang baru saja kehilangan salah satu organ vitalnya.
Peristiwa itu bermula, ketika sang ibu sedang mengganti popok bayinya itu. Tiba-tiba seekor monyet menyerang bayinya, lalu merobek testikel.
Jatuh ke permukaan tanah, organ tersebut sempat dipungut oleh seorang pria tua yang juga sedang berkunjung ke kebun binatang itu. Tidak sempat dikembalikan kepada sang ibu, monyet lainnya tiba-tiba merebut testikel tersebut dan langsung dibawa kabur.
Belum sempat dikejar, si monyet sudah melahap organ vital manusia yang dikira makanan. Sang ibu kemudian langsung melarikan bayinya ke RS terdekat untuk menerima perawatan medis.
Beruntung, menurut dokter peristiwa tersebut tidak akan mengancam keselamatan sang bayi kendati mereka khawatir akan kemampuan reproduksinya. Dokter mengira telah terjadi kerusakan organ reproduksi yang sulit diobati pasca sang bayi mengalami peristiwa memilukan itu.
Satwa monyet di Kebun Binatang Qianling memang tidak dikurung di dalam kandang. Mereka dibiarkan berkeliaran bebas dan berinteraksi langsung dengan pengunjung.
Namun jumlahnya dalam beberapa tahun terakhir dilaporkan membengkak. Dari yang awalnya hanya berjumlah 70 monyet kemudian meningkat menjadi 500 satwa.
Akibatnya, situasi kadang sulit dikendalikan oleh penjaga kebun binatang sendiri. Peristiwa kecelakaan kerap terjadi di sana, kendati penjaga kebun binatang memberi mereka makan tiga kali dalam sehari.
Pengunjung juga sudah dilarang memberi makanan kepada satwa monyet di sana. Namun mereka sering bandel, sementara pengelola kebun binatang tidak bertindak tegas terhadap pengunjung."
- 1Kasus Covid-19 Pertama, Masyarakat Jangan Panik
- 2Langit Uni Eropa Haram Diterbangi Boeing 737 Max 8
- 3Emas turun setelah ketegangan AS-Korut berkurang
- 4Satu anak panda mati di kebun binatang nasional di washington:
- 5UNICEF: 1,8 juta anak kekurangan gizi di Yaman
- 6Pengadilan perintahkan Belanda percepat penurunan emisi





