News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengalami tekanan dari berbagai pihak di KTT G20 untuk membatalkan niatnya menyerang Suriah. Ketegangan antara pemimpin AS dan Rusia soal isu ini semakin terlihat saat keduanya bertemu.
Seperti diberitakan Reuters, Kamis 6 September 2013, dalam pertemuan G20 di St. Petersburg, Rusia, Presiden Rusia Vladimir Putin, menyambut Obama dengan senyuman tipis dan jabat tangan sekenanya. Tidak ada pemandangan saling menepuk lengan atau berpelukan seperti halnya para kepala negara di ajang seperti ini.
Gestur yang sama terlihat dalam pertemuan makan malam, semakin menyiratkan celah yang dalam antara kedua kepala negara. KTT yang seyogyanya membicarakan masalah ekonomi negara-negara berkembang, melebar isunya hingga ke konflik Suriah.
Dalam putaran pertama pertemuan, Putin, China, Uni Eropa, dan negara BRICS, ditambah komentar Paus Francis dalam suratnya, memperingatkan akan bahayanya intervensi militer di Suriah tanpa persetujuan Dewan Keamanan PBB.
""Aksi militer akan memberikan dampak negatif terhadap ekonomi global, terutama harga minyak, akan menyebabkan peningkatan tajam harga minyak,"" kata Wakil Menteri Keuangan China, Zhu Guangyao.
Dalam makan malam para pemimpin G20, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyampaikan pendapat yang sama. Menurutnya, setiap aksi militer haruslah mendapatkan persetujuan dan dukungan dari Dewan Keamanan.
""Mari kita camkan, setiap hari yang terlewat adalah hari di mana banyak warga sipil tak berdosa tewas. Tidak ada solusi militer,"" ujar Ban, seperti dikutipkan oleh stafnya.
Isu Suriah membelah negara anggota G20 menjadi beberapa kubu. Menurut sumber diplomat Inggris, pendukung langkah Obama adalah Inggris, Prancis, Turki dan Kanada. Negara lain sisanya tidak diketahui sikapnya.
George Osborne, salah satu delegasi Inggris mengatakan bahwa delegasi Turki membela Obama dengan memberikan argumen yang kuat soal bagaimana dunia harus merespon penggunaan senjata kimia.
Pemerintahan Obama sekali lagi menegaskan sikapnya dalam masalah ini. Di New York, Duta Besar AS untuk PBB Samantha Power mengatakan bahwa pemerintah Washington sudah angkat tangan dalam mencari solusi Suriah di Dewan Keamanan. Menurutnya, Rusia telah memberangus resolusi dengan terus memberikan veto.
Sementara itu, Obama di tengah-tengah KTT G20 juga sibuk melobi Kongres untuk mendukung serangan ke Suriah dalam voting pekan depan. Akibatnya, Obama telat hampir satu jam dalam acara makan malam. Karena menurut stafnya, dia sedang gencar menelepon anggota Kongres di AS.
Obama juga membatalkan kunjungannya ke California Senin pekan depan demi lobi-lobi. Obama masih harus bekerja keras. Pasalnya menurut survey oleh BBC dan ABC News, lebih dari sepertiga anggota Kongres belum memutuskan untuk mendukung atau menolak rencana Obama. Sebagian besar mereka cenderung menolak agresi militer."
Seperti diberitakan Reuters, Kamis 6 September 2013, dalam pertemuan G20 di St. Petersburg, Rusia, Presiden Rusia Vladimir Putin, menyambut Obama dengan senyuman tipis dan jabat tangan sekenanya. Tidak ada pemandangan saling menepuk lengan atau berpelukan seperti halnya para kepala negara di ajang seperti ini.
Gestur yang sama terlihat dalam pertemuan makan malam, semakin menyiratkan celah yang dalam antara kedua kepala negara. KTT yang seyogyanya membicarakan masalah ekonomi negara-negara berkembang, melebar isunya hingga ke konflik Suriah.
Dalam putaran pertama pertemuan, Putin, China, Uni Eropa, dan negara BRICS, ditambah komentar Paus Francis dalam suratnya, memperingatkan akan bahayanya intervensi militer di Suriah tanpa persetujuan Dewan Keamanan PBB.
""Aksi militer akan memberikan dampak negatif terhadap ekonomi global, terutama harga minyak, akan menyebabkan peningkatan tajam harga minyak,"" kata Wakil Menteri Keuangan China, Zhu Guangyao.
Dalam makan malam para pemimpin G20, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyampaikan pendapat yang sama. Menurutnya, setiap aksi militer haruslah mendapatkan persetujuan dan dukungan dari Dewan Keamanan.
""Mari kita camkan, setiap hari yang terlewat adalah hari di mana banyak warga sipil tak berdosa tewas. Tidak ada solusi militer,"" ujar Ban, seperti dikutipkan oleh stafnya.
Isu Suriah membelah negara anggota G20 menjadi beberapa kubu. Menurut sumber diplomat Inggris, pendukung langkah Obama adalah Inggris, Prancis, Turki dan Kanada. Negara lain sisanya tidak diketahui sikapnya.
George Osborne, salah satu delegasi Inggris mengatakan bahwa delegasi Turki membela Obama dengan memberikan argumen yang kuat soal bagaimana dunia harus merespon penggunaan senjata kimia.
Pemerintahan Obama sekali lagi menegaskan sikapnya dalam masalah ini. Di New York, Duta Besar AS untuk PBB Samantha Power mengatakan bahwa pemerintah Washington sudah angkat tangan dalam mencari solusi Suriah di Dewan Keamanan. Menurutnya, Rusia telah memberangus resolusi dengan terus memberikan veto.
Sementara itu, Obama di tengah-tengah KTT G20 juga sibuk melobi Kongres untuk mendukung serangan ke Suriah dalam voting pekan depan. Akibatnya, Obama telat hampir satu jam dalam acara makan malam. Karena menurut stafnya, dia sedang gencar menelepon anggota Kongres di AS.
Obama juga membatalkan kunjungannya ke California Senin pekan depan demi lobi-lobi. Obama masih harus bekerja keras. Pasalnya menurut survey oleh BBC dan ABC News, lebih dari sepertiga anggota Kongres belum memutuskan untuk mendukung atau menolak rencana Obama. Sebagian besar mereka cenderung menolak agresi militer."
- 1Kasus Covid-19 Pertama, Masyarakat Jangan Panik
- 2Langit Uni Eropa Haram Diterbangi Boeing 737 Max 8
- 3Emas turun setelah ketegangan AS-Korut berkurang
- 4Satu anak panda mati di kebun binatang nasional di washington:
- 5UNICEF: 1,8 juta anak kekurangan gizi di Yaman
- 6Pengadilan perintahkan Belanda percepat penurunan emisi





