News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Setelah sebelumnya belasan ribu bangkai babi mengambang di sebuah sungai di China, kali ini giliran bangkai ikan yang mati. Tercatat ada ratusan ton bangkai ikan memenuhi puluhan kilometer bagian sungai Fuhe di Hubei, China.
Diberitakan CNN, Kamis 5 September 2013, peristiwa kali ini adalah satu lagi bukti dari buruknya penanganan limbah di Negeri Tirai Bambu. Kantor berita Xinhua mengabarkan, sekitar 110 ton bangkai ikan itu bak karpet yang terbentang 40 kilometer di sungai tersebut.
Seorang warga yang tinggal di dekat sungai, Li Songqing, mengatakan bahwa bangkai ikan itu bertumpuk sejak Senin pekan ini. ""Semua ikan mati di wilayah ini, tidak peduli besar atau kecil,"" kata Li.
Menurut laporan pejabat lingkungan setempat, ikan-ikan itu mati akibat tingginya tingkat ammonia dalam air. Penyelidikan menunjukkan, peningkatan ammonia terjadi akibat limbah buangan pabrik kimia di Yincheng, luar kota Wuhan.
Dalam pengambilan sampel air, tingkat ammonia mencapai 196 milligram per liter, jauh di atas standar nasional. Menurut WHO, tingkat alami ammonia dalam air tanah normalnya di bawah 0,2 milligram per liter, dan air di permukaan 12 milligram per liter.
Departemen lingkungan Hubei memerintahkan perusahaan yang mengoperasikan pabrik tersebut, Hubei Shuanghuan Science dan Technology Stock Co. untuk menghentikan produksi selama polusi belum diatasi.
Kondisi air di China semakin buruk dalam beberapa tahun terakhir. Dalam laporan Kementerian Perlindungan Lingkungan tahun 2009, polusi air permukaan dianggap sangat serius. Menurut laporan terbaru, sekitar 30 persen sungai yang dipantau dianggap tercemar.
Maret tahun ini, pencemaran di sungai Shanghai terjadi akibat lebih dari 15.000 bangkai babi yang dibuang ke dalam air. Babi-babi itu diduga dibuang pemiliknya setelah mati akibat terkena virus hewan. "
Diberitakan CNN, Kamis 5 September 2013, peristiwa kali ini adalah satu lagi bukti dari buruknya penanganan limbah di Negeri Tirai Bambu. Kantor berita Xinhua mengabarkan, sekitar 110 ton bangkai ikan itu bak karpet yang terbentang 40 kilometer di sungai tersebut.
Seorang warga yang tinggal di dekat sungai, Li Songqing, mengatakan bahwa bangkai ikan itu bertumpuk sejak Senin pekan ini. ""Semua ikan mati di wilayah ini, tidak peduli besar atau kecil,"" kata Li.
Menurut laporan pejabat lingkungan setempat, ikan-ikan itu mati akibat tingginya tingkat ammonia dalam air. Penyelidikan menunjukkan, peningkatan ammonia terjadi akibat limbah buangan pabrik kimia di Yincheng, luar kota Wuhan.
Dalam pengambilan sampel air, tingkat ammonia mencapai 196 milligram per liter, jauh di atas standar nasional. Menurut WHO, tingkat alami ammonia dalam air tanah normalnya di bawah 0,2 milligram per liter, dan air di permukaan 12 milligram per liter.
Departemen lingkungan Hubei memerintahkan perusahaan yang mengoperasikan pabrik tersebut, Hubei Shuanghuan Science dan Technology Stock Co. untuk menghentikan produksi selama polusi belum diatasi.
Kondisi air di China semakin buruk dalam beberapa tahun terakhir. Dalam laporan Kementerian Perlindungan Lingkungan tahun 2009, polusi air permukaan dianggap sangat serius. Menurut laporan terbaru, sekitar 30 persen sungai yang dipantau dianggap tercemar.
Maret tahun ini, pencemaran di sungai Shanghai terjadi akibat lebih dari 15.000 bangkai babi yang dibuang ke dalam air. Babi-babi itu diduga dibuang pemiliknya setelah mati akibat terkena virus hewan. "
- 1Kasus Covid-19 Pertama, Masyarakat Jangan Panik
- 2Langit Uni Eropa Haram Diterbangi Boeing 737 Max 8
- 3Emas turun setelah ketegangan AS-Korut berkurang
- 4Satu anak panda mati di kebun binatang nasional di washington:
- 5UNICEF: 1,8 juta anak kekurangan gizi di Yaman
- 6Pengadilan perintahkan Belanda percepat penurunan emisi





