News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Sebuah studi baru menemukan bahwa manusia purba memilih rumput menjadi santapan makan malamnya. Melansir NPR, 5 Juni 2013, temuan baru itu didapat tim peneliti dari University of Utah, Amerika Serikat, setelah bertahun-bertahun meneliti fosil gigi manusia purba Australopithecus.
""Kami menemukan isotop karbon dengan kadar tertentu yang tersimpan di gigi manusia purba itu,"" kata Thure Cerling, ahli geokimia dari University of Utah, AS.
Dia menambahkan, temuan dari gigi itu mengungkapkan bahwa 3,5 juta tahun lampau, manusia purba melakukan perubahan perilaku makannya. ""Manusia purba telah beralih memakan daun dan rumput,"" ungkapnya.
Temuan terbaru ini sangat bertentangan dengan penelitian sebelumnya, yang menyatakan manusia purba sangat suka memakan daging. Temuan baru ini pun menuai perdebatan di kalangan ahli antropologi.
Cerling pun mengakui, isotop karbon yang ditemukan pada manusia purba Australopithecus, bisa saja didapatkan setelah memakan kijang yang sudah terlebih dahulu memakan daun dan rumput.
""Tapi, temuan ini tetap menarik. Perubahan pola makan ini telah memberi pengaruh kuat dalam evolusi manusia,"" ujar Cerling. ""Perubahan pola makan erat kaitannya dengan evolusi ukuran otak dan kecerdasan manusia purba."""
""Kami menemukan isotop karbon dengan kadar tertentu yang tersimpan di gigi manusia purba itu,"" kata Thure Cerling, ahli geokimia dari University of Utah, AS.
Dia menambahkan, temuan dari gigi itu mengungkapkan bahwa 3,5 juta tahun lampau, manusia purba melakukan perubahan perilaku makannya. ""Manusia purba telah beralih memakan daun dan rumput,"" ungkapnya.
Temuan terbaru ini sangat bertentangan dengan penelitian sebelumnya, yang menyatakan manusia purba sangat suka memakan daging. Temuan baru ini pun menuai perdebatan di kalangan ahli antropologi.
Cerling pun mengakui, isotop karbon yang ditemukan pada manusia purba Australopithecus, bisa saja didapatkan setelah memakan kijang yang sudah terlebih dahulu memakan daun dan rumput.
""Tapi, temuan ini tetap menarik. Perubahan pola makan ini telah memberi pengaruh kuat dalam evolusi manusia,"" ujar Cerling. ""Perubahan pola makan erat kaitannya dengan evolusi ukuran otak dan kecerdasan manusia purba."""
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





