News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Hari ini, Jumat 1 Maret 2013, ada fenomena alam yang hanya terjadi dua kali dalam setahun, yakni hari tanpa bayangan. Pada hari ini pukul 11.49 WIB, matahari melintas tepat di atas kepala, sehingga seakan semua benda atau materi tidak memiliki bayangan.
“Pada pukul 11.49 WIB itu, bayangan tepat berada di bawah kita, sehingga seolah-olah kita tidak punya bayangan atau bayangan kita hilang,” kata AR Sugeng Riyadi, pengasuh Kelompok Astronomi Assalaam, Pondok Pesantren Assalaam, di Surakarta, Jawa Tengah.
Untuk memperingati hari tanpa bayangan tersebut, sebanyak 1.000 roket air dilepaskan ke udara di komplek Ponpes Assalaam, Surakarta. Acara peluncuran roket air ini dilakukan oleh para santri Ponpes Assalaam untuk menyosialisasikan fenomena alam “hari tanpa bayangan” kepada siswa dan masyarakat.
Sugeng mengatakan, hari tanpa bayangan terjadi dua kali dalam setahun, yaitu tanggal 1 Maret pada pukul 11.49 WIB dan tanggal 13 Oktober pukul 11.21 WIB. “Fenomena seperti ini sangat penting, tetapi masyarakat banyak yang belum tahu,” kata dia.
Kenapa fenomena itu disebut penting? Karena hari tanpa bayangan juga menjadi penanda waktu salat zuhur. “Ini menjadi parameter untuk menentukan waktu salat zuhur. Semua waktu salat akan diketahui jika penentuan waktu zuhur sudah diketahui,” ujar Sugeng.
"
“Pada pukul 11.49 WIB itu, bayangan tepat berada di bawah kita, sehingga seolah-olah kita tidak punya bayangan atau bayangan kita hilang,” kata AR Sugeng Riyadi, pengasuh Kelompok Astronomi Assalaam, Pondok Pesantren Assalaam, di Surakarta, Jawa Tengah.
Untuk memperingati hari tanpa bayangan tersebut, sebanyak 1.000 roket air dilepaskan ke udara di komplek Ponpes Assalaam, Surakarta. Acara peluncuran roket air ini dilakukan oleh para santri Ponpes Assalaam untuk menyosialisasikan fenomena alam “hari tanpa bayangan” kepada siswa dan masyarakat.
Sugeng mengatakan, hari tanpa bayangan terjadi dua kali dalam setahun, yaitu tanggal 1 Maret pada pukul 11.49 WIB dan tanggal 13 Oktober pukul 11.21 WIB. “Fenomena seperti ini sangat penting, tetapi masyarakat banyak yang belum tahu,” kata dia.
Kenapa fenomena itu disebut penting? Karena hari tanpa bayangan juga menjadi penanda waktu salat zuhur. “Ini menjadi parameter untuk menentukan waktu salat zuhur. Semua waktu salat akan diketahui jika penentuan waktu zuhur sudah diketahui,” ujar Sugeng.
"
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





