News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Keberadaan ponsel pintar sangat mungkin menyumbang kontribusi pendapatan Google. Namun, pengalaman penggunaan ponsel pintar ternyata masih ""mengganggu"" Sergey Brin, pendiri Google.
Berbicara di depan audiens TED Conference, Long Beach-California, kemarin, 27 Februari 2013 waktu setempat, Brin mengatakan ponsel pintar yang ada sekarang masih lemah dan kurang efektif.
""Anda hanya menggeser sebilah kaca yang tidak memiliki fitur spesial,"" ujar Brin. Tak lama, dia pun memamerkan Google Glass.
Brin mengakui, fitur-fitur peranti keras pada prototipe perangkat anyarnya itu masih kalah dibandingkan ponsel pintar yang ada sekarang ini. Tapi, kacamata berteknologi mutakhirnya itu terus melakukan improvisasi, termasuk menyematkan kamera seperti pada ponsel.
""Teknologi pencarian yang ideal itu harusnya muncul sebelum pengguna memintanya. Cita-cita ini sudah saya pikirkan sejak 15 tahun lalu, dan ingin mewujudkannya bersama Google (Glass),"" ujar Brin.
""Ini adalah form factor pertama yang bisa mewujudkan angan-angan itu,"" tandasnya, dilansir Cnet, 28 Februari 2013.
Dalam dua tahun terakhir, Google menggodok sebuah perangkat terobosan, menciptakan bilahan kaca yang lebih nyaman digunakan dan berfitur menarik, lebih dari sekadar ponsel pintar. ""Versi aslinya adalah seperti memakai ponsel yang terikat di kepala,"" ucap Brin.
Pernyataan Brin tersebut merujuk pada proyek Google Glass 'Exporer', di mana Google menggelar kontes umum pada siapapun untuk mencicipi prototipe Google Glass pertama secara cuma-cuma.
Google Glass sendiri akan diluncurkan sekitar akhir tahun ini, dengan harga kurang dari US$1.500, atau setara Rp14,5 juta.
![]()
Pada kesempatan itu, Brin mengaku tidak terlalu nyaman dengan fitur anyar yang ada di ponsel pintar, Google Now. Dengan layanan itu, seseorang perlu melakukan sesuatu untuk mencari informasi yang diinginkan. Ya, di Google Now, pengguna bisa mendapatkan informasi seketika tanpa melakukan pencarian pada tabulasi pencarian.
Di dalam layanan yang bisa ditemukan di ponsel pintar berbasis Android Jelly Bean ini, pengguna bisa memperoleh laporan cuaca, lalu lintas, berita terbaru, sampai peristiwa yang terjadi di dekat pengguna secara real-time.
Namun, Brin berambisi, visinya tentang pencarian ideal tersebut tidak hadir dalam bentuk ponsel pintar. Tetapi, dengan cara apapun yang jauh lebih praktis dan mutakhir. "
Berbicara di depan audiens TED Conference, Long Beach-California, kemarin, 27 Februari 2013 waktu setempat, Brin mengatakan ponsel pintar yang ada sekarang masih lemah dan kurang efektif.
""Anda hanya menggeser sebilah kaca yang tidak memiliki fitur spesial,"" ujar Brin. Tak lama, dia pun memamerkan Google Glass.
Brin mengakui, fitur-fitur peranti keras pada prototipe perangkat anyarnya itu masih kalah dibandingkan ponsel pintar yang ada sekarang ini. Tapi, kacamata berteknologi mutakhirnya itu terus melakukan improvisasi, termasuk menyematkan kamera seperti pada ponsel.
""Teknologi pencarian yang ideal itu harusnya muncul sebelum pengguna memintanya. Cita-cita ini sudah saya pikirkan sejak 15 tahun lalu, dan ingin mewujudkannya bersama Google (Glass),"" ujar Brin.
""Ini adalah form factor pertama yang bisa mewujudkan angan-angan itu,"" tandasnya, dilansir Cnet, 28 Februari 2013.
Dalam dua tahun terakhir, Google menggodok sebuah perangkat terobosan, menciptakan bilahan kaca yang lebih nyaman digunakan dan berfitur menarik, lebih dari sekadar ponsel pintar. ""Versi aslinya adalah seperti memakai ponsel yang terikat di kepala,"" ucap Brin.
Pernyataan Brin tersebut merujuk pada proyek Google Glass 'Exporer', di mana Google menggelar kontes umum pada siapapun untuk mencicipi prototipe Google Glass pertama secara cuma-cuma.
Google Glass sendiri akan diluncurkan sekitar akhir tahun ini, dengan harga kurang dari US$1.500, atau setara Rp14,5 juta.
Pada kesempatan itu, Brin mengaku tidak terlalu nyaman dengan fitur anyar yang ada di ponsel pintar, Google Now. Dengan layanan itu, seseorang perlu melakukan sesuatu untuk mencari informasi yang diinginkan. Ya, di Google Now, pengguna bisa mendapatkan informasi seketika tanpa melakukan pencarian pada tabulasi pencarian.
Di dalam layanan yang bisa ditemukan di ponsel pintar berbasis Android Jelly Bean ini, pengguna bisa memperoleh laporan cuaca, lalu lintas, berita terbaru, sampai peristiwa yang terjadi di dekat pengguna secara real-time.
Namun, Brin berambisi, visinya tentang pencarian ideal tersebut tidak hadir dalam bentuk ponsel pintar. Tetapi, dengan cara apapun yang jauh lebih praktis dan mutakhir. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





