News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Kepala NASA Charles Bolden mengungkapkan, bahwa salah satu cara ampuh untuk menangkal datangnya asteroid besar ke Bumi adalah dengan cara berdoa.
Pernyataan itu terlontar dari mulut Bolden kala berbicara di depan anggota parlemen Amerika Serikat di sebuah acara Sidang Komite Sains.
Saran itu menggambarkan kepasrahan ketika ada asteroid menuju ke Bumi. Memang. Sampai saat ini belum ada cara yang benar-benar jitu untuk menangkal serangan asteroid ke Bumi.
Seperti pada bulan Februari lalu, sebuah asteroid yang diperkirakan berdiameter 45 meter menghantam kawasan Chelyabinsk, Rusia. Hantamannya menghancurkan ribuan bangunan rusak dan 1.500 orang terluka.
Sementara, beberapa hari sebelumnya, sebuah asteroid berukuran lebih besar melintas di dekat Bumi dengan jarak 17.200 mil dari permukaan. Akibatnya, beberapa jaringan satelit TV dan telekomunikasi sempat mengalami gangguan.
""Peristiwa-peristiwa itu menunjukkan bahwa pada sistem Tata Surya terdapat banyak benda langit yang berpotensi membahayakan kesinambungan makhluk Bumi,"" kata Eddie Bernice Johnson, perwakilan Partai Demokrat dari Texas, dilansir Reuters, 21 Maret 2013.
Sementara menurut Lamar Smith, perwakilan Partai Republik dari Texas, manusia masih sangat beruntung lolos dari ancaman asteroid pada bulan lalu. ""Kita hanya mendapat kepanikan saja dan bukan bencana nyata,"" ungkap dia.
Sampai saat ini, NASA telah menemukan sekitar 95 persen obyek-obyek yang terbang di dekat Bumi. Ada yang berukuran 900 meter, bahkan berdiameter lebih besar.
""Bayangkan, jika ada sebuah asteroid berukuran satu kilometer menghantam Bumi. Sudah dipastikan itu akan mengakhiri peradaban di Bumi,"" kata John Holdren, staf ahli Presiden Amerika Serikat Bidang Sains dan Teknologi.
Saat ini, lanjut dia, NASA telah meningkatkan upaya pemantauan benda-benda langit dengan membangun mitra dengan institusi internasional. ""Itu dilakukan untuk menciptakan teknologi yang dapat menangkal serangan asteroid ke bumi,"" kata Holdren.
Contoh dari serangan asteroid yang berakibat fatal di bumi adalah pada 66 juta tahun lalu, di mana sebuah asteroid berukuran sangat besar menghantam sebuah wilayah di Meksiko. Konon, serangan itulah yang menjadi penyebab punahnya dinosaurus, tanaman, dan hewan-hewan purba di Bumi.
Jadi, saran NASA cukup beralasan. Tidak ada salahnya Anda berdoa untuk menghindari asteroid datang dan benar-benar mampir ke Bumi."
Pernyataan itu terlontar dari mulut Bolden kala berbicara di depan anggota parlemen Amerika Serikat di sebuah acara Sidang Komite Sains.
Saran itu menggambarkan kepasrahan ketika ada asteroid menuju ke Bumi. Memang. Sampai saat ini belum ada cara yang benar-benar jitu untuk menangkal serangan asteroid ke Bumi.
Seperti pada bulan Februari lalu, sebuah asteroid yang diperkirakan berdiameter 45 meter menghantam kawasan Chelyabinsk, Rusia. Hantamannya menghancurkan ribuan bangunan rusak dan 1.500 orang terluka.
Sementara, beberapa hari sebelumnya, sebuah asteroid berukuran lebih besar melintas di dekat Bumi dengan jarak 17.200 mil dari permukaan. Akibatnya, beberapa jaringan satelit TV dan telekomunikasi sempat mengalami gangguan.
""Peristiwa-peristiwa itu menunjukkan bahwa pada sistem Tata Surya terdapat banyak benda langit yang berpotensi membahayakan kesinambungan makhluk Bumi,"" kata Eddie Bernice Johnson, perwakilan Partai Demokrat dari Texas, dilansir Reuters, 21 Maret 2013.
Sementara menurut Lamar Smith, perwakilan Partai Republik dari Texas, manusia masih sangat beruntung lolos dari ancaman asteroid pada bulan lalu. ""Kita hanya mendapat kepanikan saja dan bukan bencana nyata,"" ungkap dia.
Sampai saat ini, NASA telah menemukan sekitar 95 persen obyek-obyek yang terbang di dekat Bumi. Ada yang berukuran 900 meter, bahkan berdiameter lebih besar.
""Bayangkan, jika ada sebuah asteroid berukuran satu kilometer menghantam Bumi. Sudah dipastikan itu akan mengakhiri peradaban di Bumi,"" kata John Holdren, staf ahli Presiden Amerika Serikat Bidang Sains dan Teknologi.
Saat ini, lanjut dia, NASA telah meningkatkan upaya pemantauan benda-benda langit dengan membangun mitra dengan institusi internasional. ""Itu dilakukan untuk menciptakan teknologi yang dapat menangkal serangan asteroid ke bumi,"" kata Holdren.
Contoh dari serangan asteroid yang berakibat fatal di bumi adalah pada 66 juta tahun lalu, di mana sebuah asteroid berukuran sangat besar menghantam sebuah wilayah di Meksiko. Konon, serangan itulah yang menjadi penyebab punahnya dinosaurus, tanaman, dan hewan-hewan purba di Bumi.
Jadi, saran NASA cukup beralasan. Tidak ada salahnya Anda berdoa untuk menghindari asteroid datang dan benar-benar mampir ke Bumi."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





