News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Indonesia cukup populer dikenal sebagai habitat dari hewan langka komodo. Minggu kemarin, telah lahir tujuh komodo di Kebun Binatang Surabaya, Jawa Timur.
Telur-telur yang menetas merupakan bagian dari skema inkubasi buatan yang bertujuan menjaga entitas komodo dari kepunahan. Selain itu, skema ini dinilai aman karena mengurangi risiko ancaman bahaya alam liar.
Anak-anak komodo itu lahir dengan berat masing-masing sekitar lima ons. Diperkirakan, saat sudah dewasa hewan ini bisa memiliki panjang sampai 10 meter dan berat mencapai 150 kilogram.
Habitat asli dari Sang Naga ada di Pulau Komodo, yang terletak di Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Dari laporan terakhir, saat ini tersisa 4.000-5.000 ekor komodo yang bertahan hidup.
Dilansir NPR, 18 Maret 2013, komodo adalah binatang pemakan apa pun termasuk bangkai. Hewan-hewan seperti rusa, babi, kadal kecil, kerbau, bahkan manusia bisa menjadi santapannya sehari-hari.
Biasanya ketika mangsa sudah dalam cengkraman, kaki komodo yang kuat serta cakarnya yang bergerigi akan mencabik-cabik perut mangsanya untuk menikmati isi perutnya.
Hewan ini juga memiliki senjata rahasia, yaitu air liur. Ya, air liurnya sangat berbisa lantaran mengandung 50 bakteri. Jika mangsa sudah terkena air liur komodo, dalam waktu 24 jam hewan itu akan lumpuh kemudian mati.
Selain itu, komodo juga memiliki indera penciuman yang tajam. Hewan ini bisa melacak keberadaan bangkai dalam jarak puluhan meter.
Laman Reptile Expert mengatakan, sangat sulit menciptakan pasangan bagi komodo. Hewan ini sangat ""pilih-pilih."" Bahkan, jika kebun binatang menyatukan sepasang komodo dalam satu kandang, tidak ada jaminan kedua komodo itu akan melakukan proses kawin.
Sebab itu, Kebun Binatang Surabaya melakukan pengembangbiakan buatan untuk komodo. Ini menjadi siasat jitu karena komodo adalah binatang yang sangat sulit dijodohkan.
Namun, ada juga beberapa bukti mencengangkan kalau komodo betina mengalami mukjizat Partenogenesis, atau kelahiran perawan tanpa proses kawin. Ini adalah bentuk reproduksi aseksual di mana pertumbuhan embrio terjadi tanpa pembuahan. "
Telur-telur yang menetas merupakan bagian dari skema inkubasi buatan yang bertujuan menjaga entitas komodo dari kepunahan. Selain itu, skema ini dinilai aman karena mengurangi risiko ancaman bahaya alam liar.
Anak-anak komodo itu lahir dengan berat masing-masing sekitar lima ons. Diperkirakan, saat sudah dewasa hewan ini bisa memiliki panjang sampai 10 meter dan berat mencapai 150 kilogram.
Habitat asli dari Sang Naga ada di Pulau Komodo, yang terletak di Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Dari laporan terakhir, saat ini tersisa 4.000-5.000 ekor komodo yang bertahan hidup.
Dilansir NPR, 18 Maret 2013, komodo adalah binatang pemakan apa pun termasuk bangkai. Hewan-hewan seperti rusa, babi, kadal kecil, kerbau, bahkan manusia bisa menjadi santapannya sehari-hari.
Biasanya ketika mangsa sudah dalam cengkraman, kaki komodo yang kuat serta cakarnya yang bergerigi akan mencabik-cabik perut mangsanya untuk menikmati isi perutnya.
Hewan ini juga memiliki senjata rahasia, yaitu air liur. Ya, air liurnya sangat berbisa lantaran mengandung 50 bakteri. Jika mangsa sudah terkena air liur komodo, dalam waktu 24 jam hewan itu akan lumpuh kemudian mati.
Selain itu, komodo juga memiliki indera penciuman yang tajam. Hewan ini bisa melacak keberadaan bangkai dalam jarak puluhan meter.
Laman Reptile Expert mengatakan, sangat sulit menciptakan pasangan bagi komodo. Hewan ini sangat ""pilih-pilih."" Bahkan, jika kebun binatang menyatukan sepasang komodo dalam satu kandang, tidak ada jaminan kedua komodo itu akan melakukan proses kawin.
Sebab itu, Kebun Binatang Surabaya melakukan pengembangbiakan buatan untuk komodo. Ini menjadi siasat jitu karena komodo adalah binatang yang sangat sulit dijodohkan.
Namun, ada juga beberapa bukti mencengangkan kalau komodo betina mengalami mukjizat Partenogenesis, atau kelahiran perawan tanpa proses kawin. Ini adalah bentuk reproduksi aseksual di mana pertumbuhan embrio terjadi tanpa pembuahan. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





