News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Proyek koloni Planet Merah yang diinisiasi perusahaan antariksa swasta asal Belanda, Mars One, dikritik oleh surat kabar harian China. Proyek itu dianggap sebagai proyek hoax dan publikasinya terlalu berlebihan, Space melansir, 24 Mei 2013.
Ironisnya, kata media China ini, 10 ribu orang China turut mengajukan diri pada misi itu.
Keraguan media China itu didasari alamat kantor Mars One yang ternyata terdaftar pada alamat rumah pendiri dan CEO Mars One, Bas Lansdorp, yang berlokasi di kota Amersfoort.
Harian China itu melaporkan, kantor pusat Mars One berdiri di atas tanah yang bukan milik pribadi, alias mengontrak. ""Saat wartawan pergi ke kantor Mars One, mereka tidak melihat tanda-tanda atau logo Mars One,"" sebut laporan harian itu.
Lansdorp dan rekan-rekannya hanya menempati beberapa meja di area kantor yang besar. ""Oleh karena itu, media massa mengasumsikan Mars One mungkin penipuan komersial,"" tambah laporan itu.
Media China juga mengatakan seorang cendikiawan China bahkan menyebut Mars One sebagai publikasi komersil terang-terangan.
Sesuai Jadwal
Sementara pihak Mars One membantah tuduhan maupun sindiran itu. Perusahaan menekankan mereka akan mewujudkan rencana ambisius mengirim empat awak pada 2023 nanti.
""Mars One membuat kemajuan yang bagus atas rencananya. Kami telah dikontrak perusahaan AS untuk memulai pengerjaan Environmental Control and Life Support System and Mars Surface Exploration Spacesuit System, sistem pendukung proyek,"" tegas Aashima Dogra, perwakilan Mars One, merespons tuduhan media China itu.
Perusahaan asal Arizona, AS, yang bekerja sama dengan Mars One pada Maret lalu itu, yakni Paragon Space Development Corp. Paragon juga tengah mengerjakan peluncuran dua astronot untuk melintas di dekat Planet Mars pada Januari 2018.
Lansdorp juga angkat bicara. Soal alamat Mars One yang berada di rumah pribadinya, ia mengatakan masuk akal daripada mendaftarkan alamat perusahaan pada kantor yang disewa. Ia memastikan proyek akan berjalan sesuai jadwal, meski ada kemungkinan ada penundaan.
""Rencana kami itu sangat rumit. Tapi, kami tahu kapan kami memulai. Kami berkomitmen mengirimkan manusia di Mars pada 2023,"" ujar Lansdorp.
Menurut dia, hampir tidak ada teknologi baru yang diperlukan. Dan setiap tahapan terbukti sebelum mempertaruhkan resiko kehidupan berikutnya.
Misi Mars One diperkirakan menghabiskan biaya US$6 miliar setara Rp58,8 triliun. Perusahaan ini juga berencana meluncurkan awak tambahan tiap dua tahun sesudahnya dengan biaya US$4 miliar, atau Rp39,2 triliun. "
Ironisnya, kata media China ini, 10 ribu orang China turut mengajukan diri pada misi itu.
Keraguan media China itu didasari alamat kantor Mars One yang ternyata terdaftar pada alamat rumah pendiri dan CEO Mars One, Bas Lansdorp, yang berlokasi di kota Amersfoort.
Harian China itu melaporkan, kantor pusat Mars One berdiri di atas tanah yang bukan milik pribadi, alias mengontrak. ""Saat wartawan pergi ke kantor Mars One, mereka tidak melihat tanda-tanda atau logo Mars One,"" sebut laporan harian itu.
Lansdorp dan rekan-rekannya hanya menempati beberapa meja di area kantor yang besar. ""Oleh karena itu, media massa mengasumsikan Mars One mungkin penipuan komersial,"" tambah laporan itu.
Media China juga mengatakan seorang cendikiawan China bahkan menyebut Mars One sebagai publikasi komersil terang-terangan.
Sesuai Jadwal
Sementara pihak Mars One membantah tuduhan maupun sindiran itu. Perusahaan menekankan mereka akan mewujudkan rencana ambisius mengirim empat awak pada 2023 nanti.
""Mars One membuat kemajuan yang bagus atas rencananya. Kami telah dikontrak perusahaan AS untuk memulai pengerjaan Environmental Control and Life Support System and Mars Surface Exploration Spacesuit System, sistem pendukung proyek,"" tegas Aashima Dogra, perwakilan Mars One, merespons tuduhan media China itu.
Perusahaan asal Arizona, AS, yang bekerja sama dengan Mars One pada Maret lalu itu, yakni Paragon Space Development Corp. Paragon juga tengah mengerjakan peluncuran dua astronot untuk melintas di dekat Planet Mars pada Januari 2018.
Lansdorp juga angkat bicara. Soal alamat Mars One yang berada di rumah pribadinya, ia mengatakan masuk akal daripada mendaftarkan alamat perusahaan pada kantor yang disewa. Ia memastikan proyek akan berjalan sesuai jadwal, meski ada kemungkinan ada penundaan.
""Rencana kami itu sangat rumit. Tapi, kami tahu kapan kami memulai. Kami berkomitmen mengirimkan manusia di Mars pada 2023,"" ujar Lansdorp.
Menurut dia, hampir tidak ada teknologi baru yang diperlukan. Dan setiap tahapan terbukti sebelum mempertaruhkan resiko kehidupan berikutnya.
Misi Mars One diperkirakan menghabiskan biaya US$6 miliar setara Rp58,8 triliun. Perusahaan ini juga berencana meluncurkan awak tambahan tiap dua tahun sesudahnya dengan biaya US$4 miliar, atau Rp39,2 triliun. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





