News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Bagi Anda pengguna perangkat iOS perlu hati-hati. Tim peneliti dari Georgia Institute of Technology telah mengumpulkan prototipe pengisi daya atau charger yang mampu menginstal malware (peranti lunak berbahaya) ke iPhone.
Dilansir Forbes, 5 Juni 2013, penelitian itu lahir dari gagasan menciptakan perangkat biasa yang dapat meretas ponsel. Meski penelitian belum dipaparkan secara rinci, temuan itu sangat mengkhawatirkan.
""Kendati mekanisme pertahanan di iOS berlapis, kami berhasil menyembunyikan peranti lunak secara acak dalam perangkat Apple yang menjalankan sistem operasi terbaru,"" ujar peneliti itu.
Pengisi daya ""pembunuh"" perangkat iOS itu disebut Mactans. Nama itu merupakan nama lain dari laba-laba Black Widow.
Untuk menjalankan aksinya, Mactans menggunakan komputer kecil di perangkat. Pengisi daya itu dibangun dari papan tunggal komputer atau dikenal BeagleBoard, yang dijual Texas Instruments. Perangkat itu dibanderol US$45, setara Rp441 ribu.
Ukuran Mactans 3 inci persegi, lebih besar dari rata-rata ukuran pengisi daya.
Peneliti juga menambahkan, pengisi daya itu bisa membunuh perangkat iOS dalam waktu singkat, satu menit. Infeksi malware yang dihasilkan sangat susah terlihat.
Pada Febuari lalu, jailberak evasi0n dirilis oleh kelompok peretas iOS. Kelompok ini melihat celah pada kecacatan sistem backup mobile iOS.
Bukan itu saja, peretas juga memanfaatkan empat celah lainnya, termasuk membongkar langkah-langkah keamanan perangkat.
Sebelum Apple memperbaharui perangkat lunak mereka pada Maret lalu, tercatat pengguna iOS yang men-jailbreak tercatat lebih dari 18 juta kali. "
Dilansir Forbes, 5 Juni 2013, penelitian itu lahir dari gagasan menciptakan perangkat biasa yang dapat meretas ponsel. Meski penelitian belum dipaparkan secara rinci, temuan itu sangat mengkhawatirkan.
""Kendati mekanisme pertahanan di iOS berlapis, kami berhasil menyembunyikan peranti lunak secara acak dalam perangkat Apple yang menjalankan sistem operasi terbaru,"" ujar peneliti itu.
Pengisi daya ""pembunuh"" perangkat iOS itu disebut Mactans. Nama itu merupakan nama lain dari laba-laba Black Widow.
Untuk menjalankan aksinya, Mactans menggunakan komputer kecil di perangkat. Pengisi daya itu dibangun dari papan tunggal komputer atau dikenal BeagleBoard, yang dijual Texas Instruments. Perangkat itu dibanderol US$45, setara Rp441 ribu.
Ukuran Mactans 3 inci persegi, lebih besar dari rata-rata ukuran pengisi daya.
Peneliti juga menambahkan, pengisi daya itu bisa membunuh perangkat iOS dalam waktu singkat, satu menit. Infeksi malware yang dihasilkan sangat susah terlihat.
Pada Febuari lalu, jailberak evasi0n dirilis oleh kelompok peretas iOS. Kelompok ini melihat celah pada kecacatan sistem backup mobile iOS.
Bukan itu saja, peretas juga memanfaatkan empat celah lainnya, termasuk membongkar langkah-langkah keamanan perangkat.
Sebelum Apple memperbaharui perangkat lunak mereka pada Maret lalu, tercatat pengguna iOS yang men-jailbreak tercatat lebih dari 18 juta kali. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





