News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Pernahkah terbayang oleh Anda, seperti apa wajah Bumi dan bulan dari jarak jutaan kilometer? Mungkin pernah. Sekadar dalam mimpi atau sebatas imajinasi. Seperti apa wajahnya, mungkin Anda hanya meraba-raba.
Tapi, baru-baru ini, sebuah pesawat Cassini yang terbang sekitar 898,4 juta mil (setara 1,4 miliar kilometer) dari tempat kita berdiri sekarang ini berhasil mengambil gambar Bumi dan bulan.
Gambar itu telah dibubuhi komposit warna dari gambar mentahnya, yakni dengan gelombang cahaya merah, hijau, dan biru. Bintik-bintik yang berada ditepi adalah bintang-bintang, terlihat seperti latar belakang.
Bintik-bintik lain adalah wujud dari energi besar yang menyebar tak beraturan dan telah diminimalisir atau bahkan dihilangkan dengan komputer.
![]()
Ya, gambar paling terang itu adalah Bumi yang berada sejajar dengan matahari alias gerhana, terjadi pada pukul 22:24 UTC (Corrdinated Universal Time) atau GMT pada 19 Juli 2013 silam.
Posisi kamera pada Cassini memungkinkan untuk mengubah kamera ke arah matahari, di mana Bumi akan terlihat tanpa merusak detektor sensitif pesawat ruang angkasa.
""Kami berharap Anda bisa bergabung dengan kami dengan melambai ke Saturnus dari Bumi, sehingga kita bisa merayakan kesempatan khusus ini,"" kata Linda Spilker,ilmuwan proyek Cassini di Jet Propulsion Laboratory NASA di Pasadena, California.
"
Tapi, baru-baru ini, sebuah pesawat Cassini yang terbang sekitar 898,4 juta mil (setara 1,4 miliar kilometer) dari tempat kita berdiri sekarang ini berhasil mengambil gambar Bumi dan bulan.
Gambar itu telah dibubuhi komposit warna dari gambar mentahnya, yakni dengan gelombang cahaya merah, hijau, dan biru. Bintik-bintik yang berada ditepi adalah bintang-bintang, terlihat seperti latar belakang.
Bintik-bintik lain adalah wujud dari energi besar yang menyebar tak beraturan dan telah diminimalisir atau bahkan dihilangkan dengan komputer.
Ya, gambar paling terang itu adalah Bumi yang berada sejajar dengan matahari alias gerhana, terjadi pada pukul 22:24 UTC (Corrdinated Universal Time) atau GMT pada 19 Juli 2013 silam.
Posisi kamera pada Cassini memungkinkan untuk mengubah kamera ke arah matahari, di mana Bumi akan terlihat tanpa merusak detektor sensitif pesawat ruang angkasa.
""Kami berharap Anda bisa bergabung dengan kami dengan melambai ke Saturnus dari Bumi, sehingga kita bisa merayakan kesempatan khusus ini,"" kata Linda Spilker,ilmuwan proyek Cassini di Jet Propulsion Laboratory NASA di Pasadena, California.
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





