News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Dalam beberapa terakhir, titik api (hotspot) di Sumatera meningkat tajam. Berdasarkan pemantauan satelit pemantau cuaca dan pendeteksi panas bumi (NOAA) 18, jumlah hotspot di wilayah ini pada Sabtu lalu, mencapai 159 titik.
Dikutip dari laman Bernama edisi Minggu 21 Juli 2013, titik panas terbanyak berada di Riau yakni 63 titik. Selain di Riau, titik panas juga terlihat di Aceh dan Sumatera Utara.
Badan Lingkungan Nasional (NEA) mengatakan, Singapura mungkin mengalami kondisi berkabut dalam beberapa hari mendatang. Namun, ini tergantung arah tiupan angin.
""Saat ini, angin bertiup dari arah Tenggara atau Selatan. Asap tidak langsung tertiup ke arah Singapura, saat ini,"" demikian pernyataan NEA.
NEA akan memberikan peringatan bagi publik jika asap datang mendekat.
Badan ini juga mencatat, kualitas udara beberapa wilayah di Semenanjung Malaysia menurun, sejak Sabtu pagi. Indeks udara polusi tertinggi terjadi Minggu pukul 5 di Bukit Rambai dengan indeks mencapai 98.
Sebelumnya, Malaysia dan Singapura, serta ASEAN mendesak agar Indonesia meratifikasi perjanjian di kawasan Asia Tenggara soal pencemaran asap lintas batas negara atau lazim disebut ""Transboundary Haze Pollution Agreement.""
Dari semua anggota ASEAN, hanya Indonesia yang belum juga mengesahkan perjanjian tersebut."
Dikutip dari laman Bernama edisi Minggu 21 Juli 2013, titik panas terbanyak berada di Riau yakni 63 titik. Selain di Riau, titik panas juga terlihat di Aceh dan Sumatera Utara.
Badan Lingkungan Nasional (NEA) mengatakan, Singapura mungkin mengalami kondisi berkabut dalam beberapa hari mendatang. Namun, ini tergantung arah tiupan angin.
""Saat ini, angin bertiup dari arah Tenggara atau Selatan. Asap tidak langsung tertiup ke arah Singapura, saat ini,"" demikian pernyataan NEA.
NEA akan memberikan peringatan bagi publik jika asap datang mendekat.
Badan ini juga mencatat, kualitas udara beberapa wilayah di Semenanjung Malaysia menurun, sejak Sabtu pagi. Indeks udara polusi tertinggi terjadi Minggu pukul 5 di Bukit Rambai dengan indeks mencapai 98.
Sebelumnya, Malaysia dan Singapura, serta ASEAN mendesak agar Indonesia meratifikasi perjanjian di kawasan Asia Tenggara soal pencemaran asap lintas batas negara atau lazim disebut ""Transboundary Haze Pollution Agreement.""
Dari semua anggota ASEAN, hanya Indonesia yang belum juga mengesahkan perjanjian tersebut."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





