News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Bukit Barisan merupakan tulang punggung Pulau Sumatera. Di sepanjang lebih dari 1.600 kilometer pegunungan ini, terdapat puluhan cagar alam dan tiga taman nasional yang masuk dalam Warisan Dunia UNESCO sejak 2004.
Tiga taman nasional itu adalah Taman Nasional Gunung Leuser di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara, Taman Nasional Kerinci Seblat di Provinsi Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan, dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan di Provinsi Bengkulu dan Lampung. Ketiganya tergabung dalam Warisan Hutan Hujan Sumatera UNESCO dengan total luas lebih dari 2,5 juta hektare.
Dalam proposal yang diajukan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Jusuf Kalla di tahun 2003, disebutkan bahwa Hutan Hujan Sumatera ini rumah bagi 10 ribu spesies tanaman, termasuk 17 tanaman endemik; lebih dari 200 mamalia; 580 spesies burung di mana 21 di antaranya endemik.
Dari sejumlah spesies mamalia itu, terdapat Orangutan Sumatera yang endemik. Namun sejak 2011, UNESCO menyatakan status Warisan Hutan Hujan Sumatera ini dalam bahaya kepunahan.
Ketiga situs ini memiliki sejumlah hewan endemik terancam punah seperti Harimau Sumatera, Badak Sumatera, Gajah Sumatera, Orangutan Sumatera, dan kelinci hutan Sumatera. Keanekaragaman fauna di Sumatera tinggi yakni 201 spesies, bandingkan dengan Kalimantan yang 222 spesies namun dengan luas wilayah nyaris dua kali Sumatera.
Tiga taman nasional itu adalah Taman Nasional Gunung Leuser di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara, Taman Nasional Kerinci Seblat di Provinsi Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan, dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan di Provinsi Bengkulu dan Lampung. Ketiganya tergabung dalam Warisan Hutan Hujan Sumatera UNESCO dengan total luas lebih dari 2,5 juta hektare.
Dalam proposal yang diajukan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Jusuf Kalla di tahun 2003, disebutkan bahwa Hutan Hujan Sumatera ini rumah bagi 10 ribu spesies tanaman, termasuk 17 tanaman endemik; lebih dari 200 mamalia; 580 spesies burung di mana 21 di antaranya endemik.
Dari sejumlah spesies mamalia itu, terdapat Orangutan Sumatera yang endemik. Namun sejak 2011, UNESCO menyatakan status Warisan Hutan Hujan Sumatera ini dalam bahaya kepunahan.
Ketiga situs ini memiliki sejumlah hewan endemik terancam punah seperti Harimau Sumatera, Badak Sumatera, Gajah Sumatera, Orangutan Sumatera, dan kelinci hutan Sumatera. Keanekaragaman fauna di Sumatera tinggi yakni 201 spesies, bandingkan dengan Kalimantan yang 222 spesies namun dengan luas wilayah nyaris dua kali Sumatera.
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





