News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Tim peneliti di Amerika Serikat mengungkapkan simpanse akan bereaksi emosional ketika tidak mendapatkan apa yang diinginkan. Tindakan mahluk itu sangat mirip dengan manusia.
Alexandra Rosati, pemimpin penelitian dari Yale University,AS, menciptakan dua permainan untuk mengetahui perilaku-perilaku simpanse. Permainan itu mengharuskan simpanse dan bonobo, spesies simpanse, mengambil keputusan untuk memilih makanan yang sedikit tapi langsung diberikan atau memilih makanan dalam jumlah besar tapi harus menunggu.
Hasilnya, para peneliti menemukan banyak simpanse dan bonobo yang menjadi sangat emosional ketika harus menunggu makanan datang.
""Perilaku mereka berteriak-teriak, menggaruk-garuk kepalanya, dan memukul-mukul jeruji besi kandang. Beberapa reaksi terlihat mirip dengan anak-anak,"" kata Rosati, seperti dikutip stasiun berita BBC.
Dia menjelaskan, pengambilan keputusan menjadi salah satu penyebab emosi yang keluar. Simpanse itu merasa frustasi dan menyesal karena salah memilih keputusan. Perilaku sangat mirip dengan manusia.
Selain itu, para peneliti juga menemukan perbedaan cara simpanse dan banobo merespon permainan. Simpanse lebih bersedia mengambil risiko dan lebih sabar dari banono. ""Perbedaan-perbedaan ini mungkin yang menjadi penyebab perbedaan spesies kera dalam mencari makanan di alam liar,"" ujar Rosati.
Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengambilan keputusan pada simpanse dan banobo melibatkan suasana hati dan motivasi.
Untuk mengetahui lebih detail, penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal ilmiah Plos One dengan judul ""Chimpanzees and Bonobos Exhibit Emotional Responses to Decision Outcomes."""
Alexandra Rosati, pemimpin penelitian dari Yale University,AS, menciptakan dua permainan untuk mengetahui perilaku-perilaku simpanse. Permainan itu mengharuskan simpanse dan bonobo, spesies simpanse, mengambil keputusan untuk memilih makanan yang sedikit tapi langsung diberikan atau memilih makanan dalam jumlah besar tapi harus menunggu.
Hasilnya, para peneliti menemukan banyak simpanse dan bonobo yang menjadi sangat emosional ketika harus menunggu makanan datang.
""Perilaku mereka berteriak-teriak, menggaruk-garuk kepalanya, dan memukul-mukul jeruji besi kandang. Beberapa reaksi terlihat mirip dengan anak-anak,"" kata Rosati, seperti dikutip stasiun berita BBC.
Dia menjelaskan, pengambilan keputusan menjadi salah satu penyebab emosi yang keluar. Simpanse itu merasa frustasi dan menyesal karena salah memilih keputusan. Perilaku sangat mirip dengan manusia.
Selain itu, para peneliti juga menemukan perbedaan cara simpanse dan banobo merespon permainan. Simpanse lebih bersedia mengambil risiko dan lebih sabar dari banono. ""Perbedaan-perbedaan ini mungkin yang menjadi penyebab perbedaan spesies kera dalam mencari makanan di alam liar,"" ujar Rosati.
Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengambilan keputusan pada simpanse dan banobo melibatkan suasana hati dan motivasi.
Untuk mengetahui lebih detail, penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal ilmiah Plos One dengan judul ""Chimpanzees and Bonobos Exhibit Emotional Responses to Decision Outcomes."""
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





