News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Tak lama lagi, Google Glass akan dipasarkan secara massal. Seiring dengan gebyar kacamata pintar itu, perusahaan aplikasi khusus dewasa menyatakan siap menghadirkan konten porno di Google Glass.
Dilansir ZDnet, Rabu 29 Mei 2013, aplikasi porno itu dibesut oleh MiKandi, distributor dan pencipta aplikasi dewasa Android. MiKandi mengkonfirmasi bahwa aplikasi itu sudah bisa dinikmati pengguna mulai pekan ini.
""Google Glass Porn telah siap, dan meski minat studio menggebu-gebu, tampaknya tidak ada yang melakukan sesuatu untuk kacamata pintar itu,"" ujar Pendiri MiKandi, McEwen.
Sejauh ini, tambah dia, Mikandi bukan satu-satunya produsen aplikasi dewasa yang memasok perangkat wearable itu. ""Sejauh yang saya tahu, kami salah satu dari sedikit saja,"" ungkap McEwen.
Lebih lanjut, dia menjelaskan mereka memasok aplikasi dewasa itu untuk tujuan inovasi produk. ""Kami berekseperimen dengan fitur Google Glass. Dari penggunaan awal perangkat, foto dan video rekam itu lebih dahsyat dari yang kami harapkan,"" katanya.
Menurutnya, langkah ini sangat beralasan buat mereka. Google Glass sempurna untuk kebutuhan pengambilan video POV (Point of View). Selebihnya, pengguna dapat dengan leluasa menerima dan mengirim data, serta mendapatkan pengalaman interaksi yang berbeda.
Penggabungan Google Glass dan konten dewasa diprediksi bisa mengubah wajah industri konten porno ke depan.
Gaet pengembang ""nakal""
MiKandi tumbuh dengan cepat sebagai penyedia terkenal aplikasi Android dewasa saat Apple membuang lebih dari 5.000 aplikasi sebelumnya yang dilabeli sebagai aplikasi ""nakal.""
Momentum itu dimanfaatkan MiKandi. Perusahaan ini langsung bereaksi terhadap kebijakan Apple itu. MiKandi malah membuka kesempatan bagi para pengembang aplikasi porno dan mem-post tawaran itu dalam blog resmi mereka.
""Kami berharap dapat bekerja sama dengan pengembang-pengembang yang telah didepak Apple dalam beberapa pekan terakhir. Jangan khawatir para pengembang, MiKandi mendukung Anda dan aplikasi seksi Anda,"" demikian pernyataan resmi MiKandi.
MiKandi juga menegaskan, pembuatan aplikasi tersebut bukan hanya coba-coba semata. Dinyatakan, MiKandi fokus untuk menawarkan pengalaman terbaik dalam dunia hiburan dewasa. ""Jadi, penting bagi kami untuk tetap mendorong industri ini,"" begitu dinyatakan MiKandi.
"
Dilansir ZDnet, Rabu 29 Mei 2013, aplikasi porno itu dibesut oleh MiKandi, distributor dan pencipta aplikasi dewasa Android. MiKandi mengkonfirmasi bahwa aplikasi itu sudah bisa dinikmati pengguna mulai pekan ini.
""Google Glass Porn telah siap, dan meski minat studio menggebu-gebu, tampaknya tidak ada yang melakukan sesuatu untuk kacamata pintar itu,"" ujar Pendiri MiKandi, McEwen.
Sejauh ini, tambah dia, Mikandi bukan satu-satunya produsen aplikasi dewasa yang memasok perangkat wearable itu. ""Sejauh yang saya tahu, kami salah satu dari sedikit saja,"" ungkap McEwen.
Lebih lanjut, dia menjelaskan mereka memasok aplikasi dewasa itu untuk tujuan inovasi produk. ""Kami berekseperimen dengan fitur Google Glass. Dari penggunaan awal perangkat, foto dan video rekam itu lebih dahsyat dari yang kami harapkan,"" katanya.
Menurutnya, langkah ini sangat beralasan buat mereka. Google Glass sempurna untuk kebutuhan pengambilan video POV (Point of View). Selebihnya, pengguna dapat dengan leluasa menerima dan mengirim data, serta mendapatkan pengalaman interaksi yang berbeda.
Penggabungan Google Glass dan konten dewasa diprediksi bisa mengubah wajah industri konten porno ke depan.
Gaet pengembang ""nakal""
MiKandi tumbuh dengan cepat sebagai penyedia terkenal aplikasi Android dewasa saat Apple membuang lebih dari 5.000 aplikasi sebelumnya yang dilabeli sebagai aplikasi ""nakal.""
Momentum itu dimanfaatkan MiKandi. Perusahaan ini langsung bereaksi terhadap kebijakan Apple itu. MiKandi malah membuka kesempatan bagi para pengembang aplikasi porno dan mem-post tawaran itu dalam blog resmi mereka.
""Kami berharap dapat bekerja sama dengan pengembang-pengembang yang telah didepak Apple dalam beberapa pekan terakhir. Jangan khawatir para pengembang, MiKandi mendukung Anda dan aplikasi seksi Anda,"" demikian pernyataan resmi MiKandi.
MiKandi juga menegaskan, pembuatan aplikasi tersebut bukan hanya coba-coba semata. Dinyatakan, MiKandi fokus untuk menawarkan pengalaman terbaik dalam dunia hiburan dewasa. ""Jadi, penting bagi kami untuk tetap mendorong industri ini,"" begitu dinyatakan MiKandi.
"
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





