News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu, dua planet dengan ukuran yang sama dan letak yang relatif dekat dengan bumi mulai terbentuk di sistem Tata Surya. Dua planet itu adalah Bumi dan Venus.
Tapi, karakteristik Venus selalu menjadi misteri bagi para ilmuwan. Planet kembaran bumi sama sekali tidak memiliki air dan cuacanya yang sangat panas. Sangat tidak cocok untuk kehidupan.
Karakteristik Venus yang berbeda jauh dengan bumi itu yang selalu membingungkan para peneliti. Sangat misterius. Penelitian ini mengungkapkan, posisi Venus yang dekat dengan matahari menjadi alasan kuat planet itu memiliki hawa yang panas.
Melansir Science Recorder, Kamis, 30 Mei 2013, tim peneliti dari University of Tokyo, Jepang, telah membuat temuan terbaru yang menjelaskan keadaan Venus yang panas seperti 'neraka'.
Mereka membuat model awal Bumi dan Venus terbentuk, untuk menjelaskan kenapa satu planet sangat cocok untuk kehidupan, sementara planet yang satunya sangat tidak mungkin untuk ditinggali. ""Penelitian ini menyimpulkan, kedua planet pada awalnya mempunyai banyak kandungan air. Tapi, bumi telah didinginkan pada tingkat yang lebih cepat dari pada Venus,"" kata Keiko Hamno, pemimpin penelitian.
Hamno menjelaskan, saat planet-planet mulai dingin, maka air yang ada di dalam mineral akan keluar dan memancarkan uap. Kedua planet pun mengalami gas efek rumah kaca dari uap air yang terperangkap di atmosfer.
""Tapi, sekali lagi, bumi memiliki tingkat pendinginan yang lebih cepat, sehingga mampu menyingkirkan hawa panas yang terperangkap di atmosfer. Hasilnya uap air terkondensasi dan merubahnya menjadi lautan,"" ujar Hamno.
Sementara posisi Venus yang lebih dekat dengan matahari membuatnya tidak mampu mendinginkan suhu dengan cepat. Akibatnya uap air terperangkap di atmosfer lebih lama dan menimbulkan radiasi ultraviolet. ""Penguapan air merupakan tahap awal dalam pembentukan air laut dan lempeng tektonik yang mendukung sebuah kehidupan,"" kata Hamno."
Tapi, karakteristik Venus selalu menjadi misteri bagi para ilmuwan. Planet kembaran bumi sama sekali tidak memiliki air dan cuacanya yang sangat panas. Sangat tidak cocok untuk kehidupan.
Karakteristik Venus yang berbeda jauh dengan bumi itu yang selalu membingungkan para peneliti. Sangat misterius. Penelitian ini mengungkapkan, posisi Venus yang dekat dengan matahari menjadi alasan kuat planet itu memiliki hawa yang panas.
Melansir Science Recorder, Kamis, 30 Mei 2013, tim peneliti dari University of Tokyo, Jepang, telah membuat temuan terbaru yang menjelaskan keadaan Venus yang panas seperti 'neraka'.
Mereka membuat model awal Bumi dan Venus terbentuk, untuk menjelaskan kenapa satu planet sangat cocok untuk kehidupan, sementara planet yang satunya sangat tidak mungkin untuk ditinggali. ""Penelitian ini menyimpulkan, kedua planet pada awalnya mempunyai banyak kandungan air. Tapi, bumi telah didinginkan pada tingkat yang lebih cepat dari pada Venus,"" kata Keiko Hamno, pemimpin penelitian.
Hamno menjelaskan, saat planet-planet mulai dingin, maka air yang ada di dalam mineral akan keluar dan memancarkan uap. Kedua planet pun mengalami gas efek rumah kaca dari uap air yang terperangkap di atmosfer.
""Tapi, sekali lagi, bumi memiliki tingkat pendinginan yang lebih cepat, sehingga mampu menyingkirkan hawa panas yang terperangkap di atmosfer. Hasilnya uap air terkondensasi dan merubahnya menjadi lautan,"" ujar Hamno.
Sementara posisi Venus yang lebih dekat dengan matahari membuatnya tidak mampu mendinginkan suhu dengan cepat. Akibatnya uap air terperangkap di atmosfer lebih lama dan menimbulkan radiasi ultraviolet. ""Penguapan air merupakan tahap awal dalam pembentukan air laut dan lempeng tektonik yang mendukung sebuah kehidupan,"" kata Hamno."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





