News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Fenomena menakjubkan terjadi di langit kota New York, Amerika Serikat. Masyarakat di sana baru-baru ini berkesempatan untuk menyaksikan cahaya pelangi di sekeliling matahari.
Laman Petapixel melaporkan, 16 Mei 2013, seorang fotografer lokal, Richard Silver, berhasil mengambil gambar fenomena langka pelangi halo matahari di langit New York.
Sebelumnya, banyak yang beranggapan bahwa cahaya di sekeliling matahari itu adalah seperti matahari yang mau meledak, karena beberapa hari lalu ada kabar telah terjadi ledakan di matahari.
Namun, isu itu meluap karena fenomena itu merupakan halo matahari, yaitu fenomena optik berupa lingkaran cahaya di sekitar matahari, bulan, dan sumber cahaya lain, seperti lampu-lampu jalan.
![]()
![]()
![]()
![]()
Bagi yang berkecimpung di dunia meteorologi, fenomena itu cukup akrab dengan sebutan matahari halo. Kemunculannya disebabkan oleh adanya kristal es di awan. Matahari membiasakan kristal es pada suhu 22 derajat, sehingga menyebabkan sebuah efek cahaya.
""Ini fenomena yang tidak biasa. Anda tidak akan bisa melihat kejadian ini setiap hari,"" kata salah satu pejabat di National Weather Service, AS.
Menurut laman Wikipedia, halo matahari biasa terjadi pada cuaca yang sangat dingin, sehingga kristal es di awan bisa memantulkan cahaya.
Sebelum ilmu meteorologi dikembangkan, fenomena matahari halo biasa digunakan sebagai sarana untuk prakiraan cuaca. Fenomena optik lain yang disebabkan oleh kristal es di angkasa adalah pelangi. "
Laman Petapixel melaporkan, 16 Mei 2013, seorang fotografer lokal, Richard Silver, berhasil mengambil gambar fenomena langka pelangi halo matahari di langit New York.
Sebelumnya, banyak yang beranggapan bahwa cahaya di sekeliling matahari itu adalah seperti matahari yang mau meledak, karena beberapa hari lalu ada kabar telah terjadi ledakan di matahari.
Namun, isu itu meluap karena fenomena itu merupakan halo matahari, yaitu fenomena optik berupa lingkaran cahaya di sekitar matahari, bulan, dan sumber cahaya lain, seperti lampu-lampu jalan.
""Ini fenomena yang tidak biasa. Anda tidak akan bisa melihat kejadian ini setiap hari,"" kata salah satu pejabat di National Weather Service, AS.
Menurut laman Wikipedia, halo matahari biasa terjadi pada cuaca yang sangat dingin, sehingga kristal es di awan bisa memantulkan cahaya.
Sebelum ilmu meteorologi dikembangkan, fenomena matahari halo biasa digunakan sebagai sarana untuk prakiraan cuaca. Fenomena optik lain yang disebabkan oleh kristal es di angkasa adalah pelangi. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





