News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Kabar BlackBerry melepaskan layanan andalannya, BlackBerry Messenger (BBM) ke platform Android dan iOS ternyata memberi angin segar kepada vendor perangkat Sony di Indonesia.
""Kalau BBM pindah, itu memberikan peluang bagi kami untuk berkembang lagi,"" ujar Ika Paramita, Marketing Manager Sony Mobile Communications Indonesia, di Jakarta, Kamis 16 Mei 2013.
Menurut Ika, dengan posisi Android di Indonesia saat ini yang merupakan platform terbesar, membuka kesempatan ekspansi Sony semakin berkembang. ""Pasar kami bisa lebih besar,"" tambahnya.
Sejauh ini, Sony masih fokus pada platform Android, belum berpikir merambah ke platform lain seperti Windows Phone.
""Kami terbuka dengan semua platform. Tapi, dalam memilih sistem operasi, kami melihat dari dua hal, yaitu pasar dan konsumen,"" katanya.
Melihat peta persaingan mobile di Indonesia, yang masih dikuasai Nokia dan BlackBerry, menurut Ika, Sony harus mencari ceruk pasar lain yang masih potensial, yaitu Android.
Sony menargetkan menjadi produsen smartphone nomor tiga di Indonesia dengan sistem operasi besutan Google itu. ""Ambisi kami, menjadi produsen smartphone nomor tiga di Indonesia pada April tahun depan,"" ujar Ika optimistis."
""Kalau BBM pindah, itu memberikan peluang bagi kami untuk berkembang lagi,"" ujar Ika Paramita, Marketing Manager Sony Mobile Communications Indonesia, di Jakarta, Kamis 16 Mei 2013.
Menurut Ika, dengan posisi Android di Indonesia saat ini yang merupakan platform terbesar, membuka kesempatan ekspansi Sony semakin berkembang. ""Pasar kami bisa lebih besar,"" tambahnya.
Sejauh ini, Sony masih fokus pada platform Android, belum berpikir merambah ke platform lain seperti Windows Phone.
""Kami terbuka dengan semua platform. Tapi, dalam memilih sistem operasi, kami melihat dari dua hal, yaitu pasar dan konsumen,"" katanya.
Melihat peta persaingan mobile di Indonesia, yang masih dikuasai Nokia dan BlackBerry, menurut Ika, Sony harus mencari ceruk pasar lain yang masih potensial, yaitu Android.
Sony menargetkan menjadi produsen smartphone nomor tiga di Indonesia dengan sistem operasi besutan Google itu. ""Ambisi kami, menjadi produsen smartphone nomor tiga di Indonesia pada April tahun depan,"" ujar Ika optimistis."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





