News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Pembuluh darah pada balita rentan akan potensi kerusakan jika terjadi kesalahan penyuntikan. Untuk itu, perlu adanya sebuah alat yang mampu mendeteksi pembuluh darah balita untuk meminimalisir kesalahan tersebut.
Ade Pajar Pirdianto, Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), mengembangkan teknologi pembuluh darah balita yang digunakan untuk membantu tim medis, baik di rumah sakit maupun puskesmas, dalam melakukan penyuntikan pada balita.
""Terkadang tim medis juga mengalami kesulitan untuk melihat di mana letak pembuluh darah pada bayi, dengan adanya alat yang dirancang dengan sinar, yang bisa menembus pembuluh darah ini cocok untuk membantu pekerjaan para medis,"" katanya di Kampus Terpadu UMY, 15 Mei 2013.
Ade menjelaskan, bahwa alat ini merupakan lanjutan dari alat pendeteksi pembuluh darah balita yang sebelumnya sudah pernah diciptakan oleh alumni Teknik Elektro UMY Fajar Harianto.
""Kita mengembangkannya menjadi lebih baik dan lebih efisien. Pada alat sebelumnya hanya digunakan untuk bayi usia kurang dari tiga bulan, sekarang kami mengembangkannya sampai usia dua tahun,"" katanya.
![]()
Sinar LED
Muholidin, mahasiswa Fakultas Teknik Elektro yang turut mengembangkan alat pendeteksi pembuluh darah balita mengatakan, cara kerja alat ini pun sangat mudah, hanya meletakkan tangan bayi di atas alat ini maka pembuluh darah bayi tersebut akan terlihat.
""Hal ini dikarenakan kami menggunakan sinar LED 4 pin yang memiliki kekuatan bias cahaya melebihi sinar LED lainnya, sehingga pembuluh darah bisa terlihat jelas,"" ucapnya
Alat ini juga sangat efisien, lanjut mahasiswa angkatan 2011 itu, bisa dilihat dari bentuknya yang sangat ringan dan mudah untuk dibawa.
""Alat seperti ini ada di rumah sakit besar, tapi bentuk alatnya tidak seminimalis alat kami,"" katanya.
Alat yang sebelumnya sudah diuji pada balita usia dua tahun ini berhasil lolos babak kualifikasi dari LCEN bidang biomedik.
""Kami sangat bangga karena alat kami akan bersaing dengan penemuan lain dari seluruh universitas di Indonesia nantinya, kami berharap bisa menjadi yang terbaik, dan juga alat pendeteksi pembuluh darah balita ini bisa dimanfaatkan di dunia kesehatan secara luas,"" ujarnya. "
Ade Pajar Pirdianto, Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), mengembangkan teknologi pembuluh darah balita yang digunakan untuk membantu tim medis, baik di rumah sakit maupun puskesmas, dalam melakukan penyuntikan pada balita.
""Terkadang tim medis juga mengalami kesulitan untuk melihat di mana letak pembuluh darah pada bayi, dengan adanya alat yang dirancang dengan sinar, yang bisa menembus pembuluh darah ini cocok untuk membantu pekerjaan para medis,"" katanya di Kampus Terpadu UMY, 15 Mei 2013.
Ade menjelaskan, bahwa alat ini merupakan lanjutan dari alat pendeteksi pembuluh darah balita yang sebelumnya sudah pernah diciptakan oleh alumni Teknik Elektro UMY Fajar Harianto.
""Kita mengembangkannya menjadi lebih baik dan lebih efisien. Pada alat sebelumnya hanya digunakan untuk bayi usia kurang dari tiga bulan, sekarang kami mengembangkannya sampai usia dua tahun,"" katanya.
Sinar LED
Muholidin, mahasiswa Fakultas Teknik Elektro yang turut mengembangkan alat pendeteksi pembuluh darah balita mengatakan, cara kerja alat ini pun sangat mudah, hanya meletakkan tangan bayi di atas alat ini maka pembuluh darah bayi tersebut akan terlihat.
""Hal ini dikarenakan kami menggunakan sinar LED 4 pin yang memiliki kekuatan bias cahaya melebihi sinar LED lainnya, sehingga pembuluh darah bisa terlihat jelas,"" ucapnya
Alat ini juga sangat efisien, lanjut mahasiswa angkatan 2011 itu, bisa dilihat dari bentuknya yang sangat ringan dan mudah untuk dibawa.
""Alat seperti ini ada di rumah sakit besar, tapi bentuk alatnya tidak seminimalis alat kami,"" katanya.
Alat yang sebelumnya sudah diuji pada balita usia dua tahun ini berhasil lolos babak kualifikasi dari LCEN bidang biomedik.
""Kami sangat bangga karena alat kami akan bersaing dengan penemuan lain dari seluruh universitas di Indonesia nantinya, kami berharap bisa menjadi yang terbaik, dan juga alat pendeteksi pembuluh darah balita ini bisa dimanfaatkan di dunia kesehatan secara luas,"" ujarnya. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





