News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, segera meminta penjelasan Blackberry atas gangguan layanan BlackBerry Messenger (BBM) yang terjadi beberapa hari lalu.
""Nanti kami minta penjelasan dari mereka (BlackBerry). Laporan yang masuk ke kami, alasannya karena server di Singapura down,"" ujar Tifatul di Gedung Bank Indonesia usai acara Laporan Keuangan Inklusif 3 Operator, Rabu 15 Mei 2013.
Sebagaimana diketahui bahwa layanan BlackBerry sempat mengalami gangguan pada Minggu, 12 Mei 2013 silam. Gangguan jaringan itu tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi kawasan Asia Tenggara. Namun, tidak lama setelah down, layanan BlackBerry aktif kembali.
Tapi, bagaimana dengan kompensasi pada pelanggan? Karena, perlu dicatat, ini bukan kali pertama layanan BlackBerry mengalami gangguan. Saat dikonfirmasi, Tifatul pun masih adem ayem, belum mau mengambil langkah. ""Belum ada sanksi atau teguran. Kami lihat dulu,"" ungkapnya.
Apakah gangguan layanan itu dapat dijadikan ""senjata"" untuk mendesak BlackBerry agar memindahkan data centernya ke Indonesia, Tifatul memohon pada semua pihak, terutama pelanggan BlackBerry, untuk tetap sabar.
""Mereka (BlackBerry) juga sedang menghadapi problem internal. Kita tunggu. Kalau tak sanggup saat ini, ya biarin saja dulu,"" katanya.
Tifatul mengatakan, aturan yang mengimbau perusahaan telekomunikasi untuk menggelar pusat data di Indonesia, memang sudah ditetapkan oleh pemerintah.
""Semua aturan tentang data center ada di presiden. Tak terkecuali bank swasta internasional, mereka juga diharuskan membuka data center di Indonesia. ""Jadi, untuk kasus BlackBerry, kita tahan dulu,"" katanya. "
""Nanti kami minta penjelasan dari mereka (BlackBerry). Laporan yang masuk ke kami, alasannya karena server di Singapura down,"" ujar Tifatul di Gedung Bank Indonesia usai acara Laporan Keuangan Inklusif 3 Operator, Rabu 15 Mei 2013.
Sebagaimana diketahui bahwa layanan BlackBerry sempat mengalami gangguan pada Minggu, 12 Mei 2013 silam. Gangguan jaringan itu tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi kawasan Asia Tenggara. Namun, tidak lama setelah down, layanan BlackBerry aktif kembali.
Tapi, bagaimana dengan kompensasi pada pelanggan? Karena, perlu dicatat, ini bukan kali pertama layanan BlackBerry mengalami gangguan. Saat dikonfirmasi, Tifatul pun masih adem ayem, belum mau mengambil langkah. ""Belum ada sanksi atau teguran. Kami lihat dulu,"" ungkapnya.
Apakah gangguan layanan itu dapat dijadikan ""senjata"" untuk mendesak BlackBerry agar memindahkan data centernya ke Indonesia, Tifatul memohon pada semua pihak, terutama pelanggan BlackBerry, untuk tetap sabar.
""Mereka (BlackBerry) juga sedang menghadapi problem internal. Kita tunggu. Kalau tak sanggup saat ini, ya biarin saja dulu,"" katanya.
Tifatul mengatakan, aturan yang mengimbau perusahaan telekomunikasi untuk menggelar pusat data di Indonesia, memang sudah ditetapkan oleh pemerintah.
""Semua aturan tentang data center ada di presiden. Tak terkecuali bank swasta internasional, mereka juga diharuskan membuka data center di Indonesia. ""Jadi, untuk kasus BlackBerry, kita tahan dulu,"" katanya. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





