News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Setelah ditempa panas terik dan musim dingin di sebuah parit yang tergenang air selama berbulan-bulan, sejumlah arkeolog akhirnya menemukan lebih dari 10.000 objek sisa peradaban Roman London.
Roman London, atau Londonium, diketahui berkembang sekitar tahun 43 Masehi di London, Inggris. Peradaban ini dikenal sebagai pusat komersial utama milik Kekaisaran Romawi hingga abad kelima.
Dari puluhan ribu objek yang ditemukan, terdapat di antaranya tablet tulis, batu ambar, timah, koin, tengkorak sapi, ribuan keping tembikar atau periuk, sisa kulit yang empuk dan dijahit, dan objek-objek kecil lain.
""Kondisi air yang tergenang di aliran parit Wallbrook telah menutupi sisa bangunan kayu Romawi sampai berlapis-lapis,"" kata Sophie Jackson, arkeolog dari Museum of London Archaeology, dilansir Guardian, Rabu 10 April 2013.
""Pagar dan pekarangan, semuanya indah jika diawetkan, serta mengandung barang-barang pribadi unik dan luar biasa. Pakaian bahkan dokumen, semua hal yang bisa mengubah pemahaman kita tentang orang-orang Romawi di London,"" jelasnya.
Para arkeolog pun dibuat cukup takjub. Setelah merasakan kondisi kerja yang sangat melelahkan di dalam parit basah sedalam tujuh meter, peneliti akhirnya menemukan ""harta karun"" berupa kayu yang lestari, termasuk bangunan, pagar yang masih berdiri tegak setinggi bahu, dan sistem drainase di dalam komplek Romawi.
""Objek-objek berbahan kulit berukuran besar, tulang dan bahkan keranjang jerami, yang semuanya pasti hancur menjadi debu selama berabad-abad jika ditemukan di situs kering, di dalam sini semuanya berkeadaan utuh,"" ungkap Sophie.
Objek Unik
![]()
Objek yang paling membingungkan, menurut para arkeolog, adalah sisa bagian kulit, empuk, dan dijahit dengan motif mitos gladiator yang sedang bertempur. Peneliti memperkirakan sisa kulit itu bisa jadi berasal dari sebuah kereta. Namun, hanya menebak-nebak, karena belum ada bukti-bukti kereta ditemukan di sekitar situs.
Selain itu, kumpulan peneliti juga menemukan aksesori helm gladiator berwarna kuning, yang mungkin digunakan untuk pesona keberuntungan oleh gladiator yang sebenarnya di masa itu.
Ada juga ornamen pakaian kuda yang mengombinasikan dua simbol keberuntungan, tinju dan lingga, ditambah ornamen lain untuk membuat suara gemerincing saat kuda bergerak.
Tak kalah unik, terdapat satu set mangkuk dan cangkir berbahan dasar timah yang masih bagus, diduga sengaja dilemparkan ke dalam sumur yang dalam.
Situs di Great Queen Street berada di jantung kota Romawi, London. Kini, di sekitar situs itu sedang dibangun kembali markas baru untuk kantor berita Bloomberg, didesain oleh Lord Foster."
Roman London, atau Londonium, diketahui berkembang sekitar tahun 43 Masehi di London, Inggris. Peradaban ini dikenal sebagai pusat komersial utama milik Kekaisaran Romawi hingga abad kelima.
Dari puluhan ribu objek yang ditemukan, terdapat di antaranya tablet tulis, batu ambar, timah, koin, tengkorak sapi, ribuan keping tembikar atau periuk, sisa kulit yang empuk dan dijahit, dan objek-objek kecil lain.
""Kondisi air yang tergenang di aliran parit Wallbrook telah menutupi sisa bangunan kayu Romawi sampai berlapis-lapis,"" kata Sophie Jackson, arkeolog dari Museum of London Archaeology, dilansir Guardian, Rabu 10 April 2013.
""Pagar dan pekarangan, semuanya indah jika diawetkan, serta mengandung barang-barang pribadi unik dan luar biasa. Pakaian bahkan dokumen, semua hal yang bisa mengubah pemahaman kita tentang orang-orang Romawi di London,"" jelasnya.
Para arkeolog pun dibuat cukup takjub. Setelah merasakan kondisi kerja yang sangat melelahkan di dalam parit basah sedalam tujuh meter, peneliti akhirnya menemukan ""harta karun"" berupa kayu yang lestari, termasuk bangunan, pagar yang masih berdiri tegak setinggi bahu, dan sistem drainase di dalam komplek Romawi.
""Objek-objek berbahan kulit berukuran besar, tulang dan bahkan keranjang jerami, yang semuanya pasti hancur menjadi debu selama berabad-abad jika ditemukan di situs kering, di dalam sini semuanya berkeadaan utuh,"" ungkap Sophie.
Objek Unik
Objek yang paling membingungkan, menurut para arkeolog, adalah sisa bagian kulit, empuk, dan dijahit dengan motif mitos gladiator yang sedang bertempur. Peneliti memperkirakan sisa kulit itu bisa jadi berasal dari sebuah kereta. Namun, hanya menebak-nebak, karena belum ada bukti-bukti kereta ditemukan di sekitar situs.
Selain itu, kumpulan peneliti juga menemukan aksesori helm gladiator berwarna kuning, yang mungkin digunakan untuk pesona keberuntungan oleh gladiator yang sebenarnya di masa itu.
Ada juga ornamen pakaian kuda yang mengombinasikan dua simbol keberuntungan, tinju dan lingga, ditambah ornamen lain untuk membuat suara gemerincing saat kuda bergerak.
Tak kalah unik, terdapat satu set mangkuk dan cangkir berbahan dasar timah yang masih bagus, diduga sengaja dilemparkan ke dalam sumur yang dalam.
Situs di Great Queen Street berada di jantung kota Romawi, London. Kini, di sekitar situs itu sedang dibangun kembali markas baru untuk kantor berita Bloomberg, didesain oleh Lord Foster."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





