News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Industri telekomunikasi tengah diramaikan rumor aksi korporasi Axiata Group Berhad, induk perusahaan XL Axiata yang berkantor di Malaysia, mengakuisisi PT Axis Telekom atau Axis. Dua perusahaan ini memang kinerjanya sangat bagus.
Menurut pengakuan dari seorang sumber anonim yang bekerja di salah satu perusahaan tersebut, rumor tersebut berhembus kencang di internal perusahaan.
Dia memaparkan, Axiata menawarkan ""tukar guling"" kepemilikan seluruh saham Axis dengan 17-19 persen kepemilikan saham Axiata Group Berhad. Namun, langkah itu sulit ditempuh, karena menurut regulasi di Indonesia, satu perusahaan tidak diperbolehkan mempunyai dua merek dagang di bidang yang sama.
Dalam kasus ini, Axiata tidak dibenarkan untuk menjadi satu perusahaan yang menguasai kepemilikan XL dan Axis secara bersamaan. ""Jadi, kemungkinan jalan yang ditempuh adalah merger,"" ungkap sumber, Selasa kemarin.
""... itu hanya spekulasi""
Saat dikonfirmasi, Direktur Commerce XL Joy Wahyudi, langsung membantah dan tidak membenarkan rumor ""panas"" yang sedang ramai diberitakan media massa itu.
""Isu doang itu, nggak benar,"" kata Joy, hari ini, 10 April 2013.
Dia mengaku tidak tahu-menahu sama sekali. Menurutnya, kerja sama dan kemitraan dengan Axis sudah lama terjadi, seperti halnya roaming internasional, dan sebagainya.
""Kalau sampai akuisisi, itu sudah bukan domain saya. Jangan jadi biang gosip lah,"" kilah Joy.
Senada dengan Joy, Anita Avianty, Head of Corporate Communication Axis, pun enggan menanggapi isu itu. Kebijakan perusahaan yang membuatnya tidak bisa menanggapi isu atau rumor, apa pun bentuknya.
""Belum ada official statement yang bisa disampaikan sekarang ini. Itu hanya spekulasi. Harusnya pertanyaan itu lebih tepat ditujukan ke pemegang saham. "" tuturnya."
Menurut pengakuan dari seorang sumber anonim yang bekerja di salah satu perusahaan tersebut, rumor tersebut berhembus kencang di internal perusahaan.
Dia memaparkan, Axiata menawarkan ""tukar guling"" kepemilikan seluruh saham Axis dengan 17-19 persen kepemilikan saham Axiata Group Berhad. Namun, langkah itu sulit ditempuh, karena menurut regulasi di Indonesia, satu perusahaan tidak diperbolehkan mempunyai dua merek dagang di bidang yang sama.
Dalam kasus ini, Axiata tidak dibenarkan untuk menjadi satu perusahaan yang menguasai kepemilikan XL dan Axis secara bersamaan. ""Jadi, kemungkinan jalan yang ditempuh adalah merger,"" ungkap sumber, Selasa kemarin.
""... itu hanya spekulasi""
Saat dikonfirmasi, Direktur Commerce XL Joy Wahyudi, langsung membantah dan tidak membenarkan rumor ""panas"" yang sedang ramai diberitakan media massa itu.
""Isu doang itu, nggak benar,"" kata Joy, hari ini, 10 April 2013.
Dia mengaku tidak tahu-menahu sama sekali. Menurutnya, kerja sama dan kemitraan dengan Axis sudah lama terjadi, seperti halnya roaming internasional, dan sebagainya.
""Kalau sampai akuisisi, itu sudah bukan domain saya. Jangan jadi biang gosip lah,"" kilah Joy.
Senada dengan Joy, Anita Avianty, Head of Corporate Communication Axis, pun enggan menanggapi isu itu. Kebijakan perusahaan yang membuatnya tidak bisa menanggapi isu atau rumor, apa pun bentuknya.
""Belum ada official statement yang bisa disampaikan sekarang ini. Itu hanya spekulasi. Harusnya pertanyaan itu lebih tepat ditujukan ke pemegang saham. "" tuturnya."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





