News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Menyusul serangan para peretas pada sejumlah perangkat Macintosh, Apple langsung merilis alat pelindung malware atau peranti lunak berbahaya.
Sekadar diketahui, peretas yang tidak diketahui identitasnya menyerang sejumlah komputer Mac milik pekerja Apple ketika mereka mengunjungi salah satu situs peranti lunak pengembang yang terinfeksi serangan.
Peranti lunak berbahaya itu masuk dengan memanfaatkan celah dalam peranti lunak Java Oracle Corp. Para peretas menyusup melalui celah tersebut untuk memasang plug-in dalam browser Web, yang nantinya bisa digunakan untuk menyerang perusahaan lain, Facebook.
Setelah diserang, Apple menegaskan tidak ada indikasi data telah berhasil diambil, dan Apple bekerja sama dengan pihak berwenang di Amerika Serikat untuk menyelidiki insiden ini.
""Apple telah mengidentifikasi malware yang menginfeksi sejumlah sistem Mac melalui bug dalam plug-in Java,"" ujar Apple dilansir Telegraph, 20 Febuari 2013.
""Malware itu digunakan dalam rangka menyerang Apple dan perusahaan lain, dan telah tersebar melalui situs Web pengembang perangkat lunak. Kami mengidentifikasi sejumlah kecil sistem dalam Apple telah terinfeksi, dan sudah kami tangani,"" tambah produsen iPhone ini.
Perusahaan berbasis di California ini menambahkan pihaknya telah merilis sebuah alat penghapus malware Java. Jika ditemukan serangan lanjutan, peranti lunak tersebut akan memblokir malware dari komputer Mac.
Apple bukan merupakan korban serangan malware pertama. Pekan lalu, diketahui Facebook turut menjadi korban. Melalui blog resmi, jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg itu mengaku sistemnya telah menjadi target serangan canggih pada bulan Januari lalu.
""Serangan ini terjadi ketika beberapa karyawan mengunjungi sebuah website pengembang mobile yang mencurigakan. Dan, benar, website itu diduga menyebar program jahat yang terinstal ke laptop para karyawan,"" tulis Facebook dalam blog.
Dalam insiden itu, Facebook telah menemukan bukti bahwa sejumlah data pengguna telah dicuri.
Situs mikroblog Twitter juga pernah mengalami serangan pada awal bulan Febuari lalu. Dilaporkan, peretas kemungkinan telah berhasil membobol informasi 250 ribu akun pengguna Twitter. "
Sekadar diketahui, peretas yang tidak diketahui identitasnya menyerang sejumlah komputer Mac milik pekerja Apple ketika mereka mengunjungi salah satu situs peranti lunak pengembang yang terinfeksi serangan.
Peranti lunak berbahaya itu masuk dengan memanfaatkan celah dalam peranti lunak Java Oracle Corp. Para peretas menyusup melalui celah tersebut untuk memasang plug-in dalam browser Web, yang nantinya bisa digunakan untuk menyerang perusahaan lain, Facebook.
Setelah diserang, Apple menegaskan tidak ada indikasi data telah berhasil diambil, dan Apple bekerja sama dengan pihak berwenang di Amerika Serikat untuk menyelidiki insiden ini.
""Apple telah mengidentifikasi malware yang menginfeksi sejumlah sistem Mac melalui bug dalam plug-in Java,"" ujar Apple dilansir Telegraph, 20 Febuari 2013.
""Malware itu digunakan dalam rangka menyerang Apple dan perusahaan lain, dan telah tersebar melalui situs Web pengembang perangkat lunak. Kami mengidentifikasi sejumlah kecil sistem dalam Apple telah terinfeksi, dan sudah kami tangani,"" tambah produsen iPhone ini.
Perusahaan berbasis di California ini menambahkan pihaknya telah merilis sebuah alat penghapus malware Java. Jika ditemukan serangan lanjutan, peranti lunak tersebut akan memblokir malware dari komputer Mac.
Apple bukan merupakan korban serangan malware pertama. Pekan lalu, diketahui Facebook turut menjadi korban. Melalui blog resmi, jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg itu mengaku sistemnya telah menjadi target serangan canggih pada bulan Januari lalu.
""Serangan ini terjadi ketika beberapa karyawan mengunjungi sebuah website pengembang mobile yang mencurigakan. Dan, benar, website itu diduga menyebar program jahat yang terinstal ke laptop para karyawan,"" tulis Facebook dalam blog.
Dalam insiden itu, Facebook telah menemukan bukti bahwa sejumlah data pengguna telah dicuri.
Situs mikroblog Twitter juga pernah mengalami serangan pada awal bulan Febuari lalu. Dilaporkan, peretas kemungkinan telah berhasil membobol informasi 250 ribu akun pengguna Twitter. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





