News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Washington - Para ilmuwan yang tergabung dalam misi Kepler Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Rabu, menemukan sistem planet baru yang menjadi rumah bagi planet terkecil yang pernah ditemukan.
NASA mengumumkan bahwa planet-planet tersebut berada di satu sistem yang disebut Kepler-37, dengan jarak kurang lebih 210 tahun cahaya dari Bumi, tepatnya di Rasi Bintang Lyra.
Planet terkecil yang dinamakan Kepler-37b, berukuran sedikit lebih besar dari Bulan, atau sepertiga ukuran Bumi.
Planet tersebut lebih kecil daripada Mercury sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi para peneliti untuk menemukannya.
Para astronom memperkirakan Kepler-37b tidak mempunyai atmosfer yang mendukung kehidupan, dan sebagian besar terdiri atas bebatuan.
Sementara itu, Kepler-37c, planet terdekat dari Kepler-37b, berukuran sedikit lebih kecil dari Venus, atau kira-kira tiga per empat ukuran Bumi. Sedangkan Kepler-37d, yang merupakan planet terjauh di sistem tersebut, mempunyai ukuran dua kali lebih besar daripada Bumi.
Bintang di sistem Kepler-37 mempunyai kelas yang sama dengan matahari di tata surya kita walaupun suhu bintang tersebut sedikit lebih rendah dan berukuran lebih kecil.
Ketiga planet di sistem planet tersebut mengorbit bintang itu dengan jarak kurang dari jarak Merkurius ke Matahari sehingga para ilmuwan menyimpulkan planet-planet tersebut mempunyai suhu yang sangat panas dan tidak ramah bagi kehidupan.
Suhu permukaan planet yang membara tersebut diperkirakan mencapai 800 derajat Fahrenheit atau 700 derajat Kelvin sehingga cukup panas untuk melumerkan kandungan zinc atau timah sari di uang logam.
Sementara Kepler-37c dan Kepler-37d berturut-turut mengorbit setiap 21 hari dan 40 hari.
Wahana antariksa Kepler diluncurkan pada Maret 2009 untuk mencari planet-planet berukuran mirip dengan bumi yang mengorbit bintang.
Kepler mencari dunia yang berada sangat jauh dengan cara mendeteksi fenomena ""transit"", yaitu meredupnya bintang karena ada planet yang melintas di depannya.
Tinggi rendahnya tingkat keredupan bintang dapat dihitung untuk menentukan besar kecilnya planet dibandingkan dengan ukuran bintang tersebut."
NASA mengumumkan bahwa planet-planet tersebut berada di satu sistem yang disebut Kepler-37, dengan jarak kurang lebih 210 tahun cahaya dari Bumi, tepatnya di Rasi Bintang Lyra.
Planet terkecil yang dinamakan Kepler-37b, berukuran sedikit lebih besar dari Bulan, atau sepertiga ukuran Bumi.
Planet tersebut lebih kecil daripada Mercury sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi para peneliti untuk menemukannya.
Para astronom memperkirakan Kepler-37b tidak mempunyai atmosfer yang mendukung kehidupan, dan sebagian besar terdiri atas bebatuan.
Sementara itu, Kepler-37c, planet terdekat dari Kepler-37b, berukuran sedikit lebih kecil dari Venus, atau kira-kira tiga per empat ukuran Bumi. Sedangkan Kepler-37d, yang merupakan planet terjauh di sistem tersebut, mempunyai ukuran dua kali lebih besar daripada Bumi.
Bintang di sistem Kepler-37 mempunyai kelas yang sama dengan matahari di tata surya kita walaupun suhu bintang tersebut sedikit lebih rendah dan berukuran lebih kecil.
Ketiga planet di sistem planet tersebut mengorbit bintang itu dengan jarak kurang dari jarak Merkurius ke Matahari sehingga para ilmuwan menyimpulkan planet-planet tersebut mempunyai suhu yang sangat panas dan tidak ramah bagi kehidupan.
Suhu permukaan planet yang membara tersebut diperkirakan mencapai 800 derajat Fahrenheit atau 700 derajat Kelvin sehingga cukup panas untuk melumerkan kandungan zinc atau timah sari di uang logam.
Sementara Kepler-37c dan Kepler-37d berturut-turut mengorbit setiap 21 hari dan 40 hari.
Wahana antariksa Kepler diluncurkan pada Maret 2009 untuk mencari planet-planet berukuran mirip dengan bumi yang mengorbit bintang.
Kepler mencari dunia yang berada sangat jauh dengan cara mendeteksi fenomena ""transit"", yaitu meredupnya bintang karena ada planet yang melintas di depannya.
Tinggi rendahnya tingkat keredupan bintang dapat dihitung untuk menentukan besar kecilnya planet dibandingkan dengan ukuran bintang tersebut."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





