News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Hasil riset terbaru peneliti Indonesia dan Australia baru-baru ini mengungkapkan kawasan selatan Selat Sunda berpotensi memiliki kekuatan gempa sebesar 9 skala richter.
Menanggapi temuan itu, Kepala Bidang Informasi Dini Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wardono, mengakui memang kawasan di selatan Selat Sunda berpotensi menghasilkan gempa-gempa megathrust (besar).
""Namun, untuk mengetahui berapa potensi kekuatan gempa yang akan terjadi, BMKG belum bisa mengetahuinya,"" kata Wardono, 29 Mei 2013.
Ia menjelaskan, hasil riset yang menyatakan bahwa di selatan Selat sunda berpotensi menghasilkan gempa berkekuatan 9 skala richter itu baru berupa penelitian dan belum terbukti.
""Gempa berkekuatan 9 skala richter bisa saja terjadi. Tapi, belum tahu kapan terjadinya. Bisa saja, itu terjadi ratusan tahun lagi,"" ungkap Wardono.
Perlu Didiskusikan
Hasil riset mengenai potensi gempa 9 skala richter di kawasan selatan Selat Sunda memang sangat menarik. Wardono pun ingin mengadakan diskusi bersama untuk mengetahuinya hasilnya secara detail.
""Penelitian itu perlu didiskusikan oleh badan-badan pemerintah yang bertugas memantau gempa-gempa di Indonesia, seperti LIPI dan BPPT,"" kata Wardono.
BMKG sendiri bertugas melakukan pemantaun terhadap gempa dan tsunami berdasarkan data-data. Dan mengumumkannya kepada masyarakat sebagai peringatan dini.
""Jika memang di selatan Selat Sunda ada potensi gempa sebesar 9 skala richter, pasti sudah kami umumkan kepada masyarakat,"" ujar Wardono."
Menanggapi temuan itu, Kepala Bidang Informasi Dini Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wardono, mengakui memang kawasan di selatan Selat Sunda berpotensi menghasilkan gempa-gempa megathrust (besar).
""Namun, untuk mengetahui berapa potensi kekuatan gempa yang akan terjadi, BMKG belum bisa mengetahuinya,"" kata Wardono, 29 Mei 2013.
Ia menjelaskan, hasil riset yang menyatakan bahwa di selatan Selat sunda berpotensi menghasilkan gempa berkekuatan 9 skala richter itu baru berupa penelitian dan belum terbukti.
""Gempa berkekuatan 9 skala richter bisa saja terjadi. Tapi, belum tahu kapan terjadinya. Bisa saja, itu terjadi ratusan tahun lagi,"" ungkap Wardono.
Perlu Didiskusikan
Hasil riset mengenai potensi gempa 9 skala richter di kawasan selatan Selat Sunda memang sangat menarik. Wardono pun ingin mengadakan diskusi bersama untuk mengetahuinya hasilnya secara detail.
""Penelitian itu perlu didiskusikan oleh badan-badan pemerintah yang bertugas memantau gempa-gempa di Indonesia, seperti LIPI dan BPPT,"" kata Wardono.
BMKG sendiri bertugas melakukan pemantaun terhadap gempa dan tsunami berdasarkan data-data. Dan mengumumkannya kepada masyarakat sebagai peringatan dini.
""Jika memang di selatan Selat Sunda ada potensi gempa sebesar 9 skala richter, pasti sudah kami umumkan kepada masyarakat,"" ujar Wardono."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





