News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Planet Merkurius, Venus, dan Jupiter akan tampak saling berdekatan di langit Bumi, mulai Minggu malam, 26 Mei 2013 waktu Amerika Serikat atau di Indonesia pada Senin pagi. Kejadian langka itu terjadi pada saat matahari mulai terbenam, hingga 5 Juni mendatang.
Tiga planet itu bersinar secara bersamaan dan membentuk formasi segitiga di langit sebelah barat. Pertemuan tiga planet dikenal dengan konjungsi, atau peristiwa yang terjadi saat jarak sudut suatu benda dengan benda lainnya hanya nol derajat.
Menurut Tony Phillips, astronom Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), konjungsi tiga planet itu adalah peristiwa langka.
""Terakhir kali, konjungsi tiga planet itu terjadi pada bulan Mei 2011, dan akan terjadi lagi pada Oktober 2015,"" kata Phillips, dilansir Space, 28 Mei 2013.
Cahaya paling terang berasal dari Venus, lalu Jupiter, kemudian Merkurius. Untuk melihatnya dengan jelas, harus menggunakan bantuan teropong.
Waktu terbaik untuk melihat konjungsi dari tiga planet ini adalah sekitar 30 sampai satu jam setelah matahari terbenam. Jika cuaca sangat cerah, ketiga planet itu akan tampak rendah di ufuk barat.
Jarak yang dekat antara ketiga planet ini diperkirakan terjadi dalam waktu seminggu. Namun, setiap hari bentuk dari ketiga planet akan berubah, karena masing-masing akan semakin menjauh.
""Pada Senin 27 Mei, Venus dan Jupiter akan mencapai jarak terdekat. Hanya terpisah dalam jarak 1 derajat. Pasangan planet itu akan terlihat sangat spektakuler,"" ungkap Phillips.
"
Tiga planet itu bersinar secara bersamaan dan membentuk formasi segitiga di langit sebelah barat. Pertemuan tiga planet dikenal dengan konjungsi, atau peristiwa yang terjadi saat jarak sudut suatu benda dengan benda lainnya hanya nol derajat.
Menurut Tony Phillips, astronom Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), konjungsi tiga planet itu adalah peristiwa langka.
""Terakhir kali, konjungsi tiga planet itu terjadi pada bulan Mei 2011, dan akan terjadi lagi pada Oktober 2015,"" kata Phillips, dilansir Space, 28 Mei 2013.
Cahaya paling terang berasal dari Venus, lalu Jupiter, kemudian Merkurius. Untuk melihatnya dengan jelas, harus menggunakan bantuan teropong.
Waktu terbaik untuk melihat konjungsi dari tiga planet ini adalah sekitar 30 sampai satu jam setelah matahari terbenam. Jika cuaca sangat cerah, ketiga planet itu akan tampak rendah di ufuk barat.
Jarak yang dekat antara ketiga planet ini diperkirakan terjadi dalam waktu seminggu. Namun, setiap hari bentuk dari ketiga planet akan berubah, karena masing-masing akan semakin menjauh.
""Pada Senin 27 Mei, Venus dan Jupiter akan mencapai jarak terdekat. Hanya terpisah dalam jarak 1 derajat. Pasangan planet itu akan terlihat sangat spektakuler,"" ungkap Phillips.
"
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





