News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Astronom-astronom dari Curtin University, Australia, telah menemukan sejumlah kawah baru di Bulan. Temuan itu diharapkan bisa menjelaskan sejarah terbentuknya satelit alami milik Bumi itu.
Temuan ini diperoleh astronom dengan cara menggabungkan data-data gravitasi dan tofografi yang diambil oleh satelit. Kemudian, dengan model komputer, para astronom mengidentifikasi cekungan-cekungan di Bulan.
Moon Daily melansir, 26 Juni 2013, dari hasil identifikasi itu berbentuk gambar-gambar resolusi tinggi yang terbentuk 280 cekungan yang diduga adalah kawah.
""Ada banyak kawah yang berhasil dipetakan menggunakan pengamatan optik atau dari sebuah bentuk topografi,"" kata Will Featherstone, salah seorang astronom.
Featherstone menambahkan, kami baru saja menemukan teknik baru untuk melihat keadaan bulan dan akhirnya bisa diketahui oleh banyak orang.
""Temuan ini telah mengindikasikan sesuatu yang baru di Bulan dan perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut,"" ujarnya.
Penelitian ini memiliki banyak kesulitan, terlebih pada saat melihat sisi gelap bulan yang tidak mampu terdeteksi oleh satelit. Akhirnya, peneliti mencari satelit-satelit yang pernah mengelilingi bulan untuk mendapatkan data pada sisi gelap Bulan.
""Dari total 280 dugaan kawah yang ditemukan, 66 di antaranya terlihat sangat jelas berbentuk sebuah kawah,"" ungkap Featherstone.
Saat ini, tim peneliti berencana akan menerapkan teknik pemantauan yang sama untuk melihat permukaan Mars, Venus, dan planet-planet lainnya.
""Kami optimis penelitian lebih lanjut akan menemukan bukti baru dari sejarah terbentuknya Bulan di dalam Tata Surya,"" tutur Featherstone. "
Temuan ini diperoleh astronom dengan cara menggabungkan data-data gravitasi dan tofografi yang diambil oleh satelit. Kemudian, dengan model komputer, para astronom mengidentifikasi cekungan-cekungan di Bulan.
Moon Daily melansir, 26 Juni 2013, dari hasil identifikasi itu berbentuk gambar-gambar resolusi tinggi yang terbentuk 280 cekungan yang diduga adalah kawah.
""Ada banyak kawah yang berhasil dipetakan menggunakan pengamatan optik atau dari sebuah bentuk topografi,"" kata Will Featherstone, salah seorang astronom.
Featherstone menambahkan, kami baru saja menemukan teknik baru untuk melihat keadaan bulan dan akhirnya bisa diketahui oleh banyak orang.
""Temuan ini telah mengindikasikan sesuatu yang baru di Bulan dan perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut,"" ujarnya.
Penelitian ini memiliki banyak kesulitan, terlebih pada saat melihat sisi gelap bulan yang tidak mampu terdeteksi oleh satelit. Akhirnya, peneliti mencari satelit-satelit yang pernah mengelilingi bulan untuk mendapatkan data pada sisi gelap Bulan.
""Dari total 280 dugaan kawah yang ditemukan, 66 di antaranya terlihat sangat jelas berbentuk sebuah kawah,"" ungkap Featherstone.
Saat ini, tim peneliti berencana akan menerapkan teknik pemantauan yang sama untuk melihat permukaan Mars, Venus, dan planet-planet lainnya.
""Kami optimis penelitian lebih lanjut akan menemukan bukti baru dari sejarah terbentuknya Bulan di dalam Tata Surya,"" tutur Featherstone. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





