News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Seorang wanita berusia 31 tahun tiba-tiba mendapat serangan jantung dan pingsan di rumahnya. Setelah diusut lebih jauh, ternyata wanita itu hanya meminum soda selama separuh hidupnya.
Wanita yang tidak mau disebutkan namanya itu, tinggal di Monaka, sebuah desa kecil di kawasan Selatan Prancis. Dari hasil tes darah di rumah sakit, wanita itu memiliki kadar kalium yang sangat rendah.
Tak hanya itu, setelah diuji fungsi hatinya, wanita itu ternyata menderita sindrom QT panjang. Sindrom QT mampu membuat jantung berdetak tidak menentu.
Melansir Live Science, 27 Juni 2013, para dokter merasa heran bagaimana wanita itu bisa menderita sindrom QT dalam waktu yang panjang, padahal ia tidak memiliki keturunan penyakit jantung dari keluarganya.
Akhirnya, penyebab penyakit jantung itu diketahui lantaran terlalu banyak mengonsumsi minuman soda. Yang lebih mengejutkan lagi, wanita itu mengaku minum soda sejak berusia 15 tahun. Hanya meminum soda tanpa minum air putih sedikit pun. Dalam sehari, ia menghabiskan dua liter minuman soda.
Setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit dengan tidak meminum soda selama seminggu, kondisi wanita semakin membaik. Kadar kalium dan aktivitas jantungnya juga berangsur normal.
Merusak Jantung
Naima Zarqane, dokter di Princess Grace Hospital Centre di Monako mengatakan, penelitian terhadap perempuan itu telah menemukan bukti baru. Terlalu banyak meminum soda ternyata dapat menimbulkan masalah jantung.
""Minuman cola yang terlalu banyak masuk ke perut dapat menyebabkan diare, kemudian menyusul hilangnya kandungan kalium di dalam tubuh,"" kata Zarqane.
Padahal, tambah dia, kalium di dalam tubuh memainkan peran sangat penting membantu detak jantung agar tetap normal. Jika kandungannya rendah maka jantung jadi bermasalah.
""Setelah mencari kasus-kasus serupa, kami menemukan enam masalah baru akibat kelebihan konsumsi minuman soda terhadap masalah kesehatan, terutama mengganggu detak jantung,"" jelasnya.
Studi di masa depan diharapkan dapat memeriksa efek-efek dari terlalu banyak mengkonsumsi minuman soda selain dapat mengurangi kandungan kalium, penyakit jantung, dan kenaikan berat badan. "
Wanita yang tidak mau disebutkan namanya itu, tinggal di Monaka, sebuah desa kecil di kawasan Selatan Prancis. Dari hasil tes darah di rumah sakit, wanita itu memiliki kadar kalium yang sangat rendah.
Tak hanya itu, setelah diuji fungsi hatinya, wanita itu ternyata menderita sindrom QT panjang. Sindrom QT mampu membuat jantung berdetak tidak menentu.
Melansir Live Science, 27 Juni 2013, para dokter merasa heran bagaimana wanita itu bisa menderita sindrom QT dalam waktu yang panjang, padahal ia tidak memiliki keturunan penyakit jantung dari keluarganya.
Akhirnya, penyebab penyakit jantung itu diketahui lantaran terlalu banyak mengonsumsi minuman soda. Yang lebih mengejutkan lagi, wanita itu mengaku minum soda sejak berusia 15 tahun. Hanya meminum soda tanpa minum air putih sedikit pun. Dalam sehari, ia menghabiskan dua liter minuman soda.
Setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit dengan tidak meminum soda selama seminggu, kondisi wanita semakin membaik. Kadar kalium dan aktivitas jantungnya juga berangsur normal.
Merusak Jantung
Naima Zarqane, dokter di Princess Grace Hospital Centre di Monako mengatakan, penelitian terhadap perempuan itu telah menemukan bukti baru. Terlalu banyak meminum soda ternyata dapat menimbulkan masalah jantung.
""Minuman cola yang terlalu banyak masuk ke perut dapat menyebabkan diare, kemudian menyusul hilangnya kandungan kalium di dalam tubuh,"" kata Zarqane.
Padahal, tambah dia, kalium di dalam tubuh memainkan peran sangat penting membantu detak jantung agar tetap normal. Jika kandungannya rendah maka jantung jadi bermasalah.
""Setelah mencari kasus-kasus serupa, kami menemukan enam masalah baru akibat kelebihan konsumsi minuman soda terhadap masalah kesehatan, terutama mengganggu detak jantung,"" jelasnya.
Studi di masa depan diharapkan dapat memeriksa efek-efek dari terlalu banyak mengkonsumsi minuman soda selain dapat mengurangi kandungan kalium, penyakit jantung, dan kenaikan berat badan. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





