News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Sembilan tahun lalu, Shuttleworth, pendiri Ubuntu, membesut sistem operasi untuk pertama kalinya. Saat itu, Ubuntu harus mengakui keunggulan Microsoft sebagai raja PC yang menguasai dunia.
Meski masih awal, Shuttleworth saat itu punya ambisi meruntuhkan kedigdayaan Microsoft. Ia menulis sebuah judul 'Bug#1', judul yang menggambarkan peta persaingan satu dekade lalu serta mewakili ambisinya itu.
""Microsoft memang menguasai pangsa terbesar. Tapi, itu adalah celah yang akan diperbaiki Ubuntu serta proyek lainnya,"" tuturnya soal judul tersebut.
Dan, pada saat ini, dilansir Arstechnica, Selasa 4 Juni 2013, ia mendeklarasikan celah yang dimaksud telah ditutup, artinya persaingan telah berubah.
Android dan iOS
Perubahan peta persaingan juga didorong kesuksesan Android dan iOS di pasaran. Sementara Ubuntu, menurut Shuttleworth, menjadi semakin terbuka.
Peta persaingan telah berubah dibandingkan tahun 2004. Saat ini, banyak varian perangkat, mulai dari ponsel, tablet, perangkat wearable (perangkat yang dapat dipakai). Dengan pemimpin pasar saat ini Android dan iOS.
""Saya pikir itu penting bagi kita untuk menyadari bahwa pergeseran telah terjadi. Jadi, perspektif Ubuntu, celah ini sekarang ditutup,"" katanya.
Dominasi Android sudah diakui karena sistem operasi terbukanya. Perusahaan itu juga mengadaptasi Ubuntu ke ponsel dan tablet.
Bukan itu saja, Canonical juga terus membangun penawaran bisnis perangkat lunak server serta perangkat lunak infrastruktur komputasi awan yang berbasis sistem terbuka, OpenStack. "
Meski masih awal, Shuttleworth saat itu punya ambisi meruntuhkan kedigdayaan Microsoft. Ia menulis sebuah judul 'Bug#1', judul yang menggambarkan peta persaingan satu dekade lalu serta mewakili ambisinya itu.
""Microsoft memang menguasai pangsa terbesar. Tapi, itu adalah celah yang akan diperbaiki Ubuntu serta proyek lainnya,"" tuturnya soal judul tersebut.
Dan, pada saat ini, dilansir Arstechnica, Selasa 4 Juni 2013, ia mendeklarasikan celah yang dimaksud telah ditutup, artinya persaingan telah berubah.
Android dan iOS
Perubahan peta persaingan juga didorong kesuksesan Android dan iOS di pasaran. Sementara Ubuntu, menurut Shuttleworth, menjadi semakin terbuka.
Peta persaingan telah berubah dibandingkan tahun 2004. Saat ini, banyak varian perangkat, mulai dari ponsel, tablet, perangkat wearable (perangkat yang dapat dipakai). Dengan pemimpin pasar saat ini Android dan iOS.
""Saya pikir itu penting bagi kita untuk menyadari bahwa pergeseran telah terjadi. Jadi, perspektif Ubuntu, celah ini sekarang ditutup,"" katanya.
Dominasi Android sudah diakui karena sistem operasi terbukanya. Perusahaan itu juga mengadaptasi Ubuntu ke ponsel dan tablet.
Bukan itu saja, Canonical juga terus membangun penawaran bisnis perangkat lunak server serta perangkat lunak infrastruktur komputasi awan yang berbasis sistem terbuka, OpenStack. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





